Bab 14

1039 Kata

Mentari terlihat heran, sejak pagi ia terus di tatap oleh para rekan sejawatnya juga para perawat. Wanita itu sampai bolak balik menatap cermin di ruang prakteknya, hanya untuk memastikan penampilannya tak ada yang salah. "Lusia.." "Ya dok?" tanya sang asisten pada Mentari. "Apa kau melihat penampilanku ada yang salah? mungkin wajahku terlihat miring sebelah atau apapun itu yang bisa mengundang pandangan aneh semua orang." Pertanyaan Mentari membuat Lusia salah tingkah. Gadis itu tersenyum masam yang tak dapat Mentari telaah. "Katakan saja Lusia, atau kau lebih suka aku di tatap aneh oleh semua orang? atau kau memiliki dendam tersembunyi padaku, sehingga kau tak ingin memberitahukan apa yang membuat semua orang menatapku aneh?" Lusia menggeleng cepat. "Tentu saja tidak dokter, saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN