Mentari memasuki kediaman mewahnya dengan langkah tegas namun anggun seperti biasanya. Carter terlihat duduk dengan gelisah, pria itu baru saja mendapatkan pesan dari Selena mengenai pertemuan wanita itu dengan istrinya. Sungguh, roh Carter kini terasa enggan untuk menetap di raganya yang mulai ketar ketir. "Sayang..." Carter berdiri kemudian menyongsong sang istri. Senyum yang di balut kecemasan tampak jelas di wajahnya. Mentari bergeming. Wanita itu menghentikan langkahnya, ketika Carter kian mendekat. Tatapannya lurus, menghujam tepat menumbuk jantung Carter. Berkali-kali pria itu meneguk ludahnya untuk sekedar membasahi kerongkongannya yang terasa kering. "Katakan semuanya dengan versi dirimu, aku punya banyak waktu untuk mendengarkan penjelasan panjang lebar, mengenai rangkuman pe

