Piring-piring baru selesai mereka letakkan di dalam cabinet perkakas. Ben berjingkat meraih botol scotch-nya dan meminta Tyrex mengambil dua gelas dan es batu. Dengan cekatan pemuda itu menyiapkan di meja yang telah bersih dan pergi ke lemari pendingin untuk mendapatkan jeruk nipis. “Wilson memberiku sebuah amplop yang belum kubuka hingga sekarang,” ucap Tyrex seraya memasukkan es batu dan memeras jeruk nipis pada dua gelas terisi minuman. “Jadi pria tua itu menghilang?” “Ya. Seharusnya aku menceritakan itu padamu lebih awal. Wilson mungkin masih bisa kita selamatkan,” sesal Tyrex dengan wajah muram. “Kapan laporan dia hilang?” “Seminggu setelah aku terbaring di rumah sakit.” Ben menggelengkan kepala. “Kau tidak bisa bergerak pada waktu itu. Bahkan selang masih menempel di seluruh

