Pintu UGD terbuka dan tertutup berulang kali. Walau pasien yang datang kebanyakan dengan luka ringan, tapi Lexi mulai cemas. Hari ini pasien membludak dan seakan tidak berhenti dalam dua jam mendatang. Chloe datang menghampirinya dengan wajah tidak senang. “Malam tadi aku harus melewatkan drama keluarga yang memiliki topik sama selama bertahun-tahun, Jane Yang! Sekarang, menjelang malam natal, masih harus menghadapi manusia-manusia bodoh yang terluka karena menyiapkan pesta makan malam!” Lexi tersenyum kecut dan menulis di papan rekam medis pasien yang sedang ia tangani. “Bisakah kau percaya? Ada yang memotong jarinya sendiri tanpa sadar saat sedang menyiapkan kalkun! Aku jelas-jelas tidak akan memenuhi undangan makan pasien yang ini, dan menemukan potongan jari dalam kalkunnya!” timp

