Kemacetan menjebak mobil yang membawa Gwen, Lexi dan Tyrex menuju ke arah perpustakaan tua tersebut. Waktu baru menunjukkan pukul sepuluh lebih lima menit, namun antrian mobil telah memenuhi jalanan sejauh satu kilometer. “Setiap orang sepertinya memiliki urusan sepenting kita! Benar-benar menjengkelkan!” gerutu Gwen mulai kehilangan sabar. “Kita bisa mengambil kereta subway dan mencapai perpustakaan dalam waktu cepat,” saran Lexi meminta pendapat mereka. Gwen tampak kurang setuju. Sepatu hak tingginya tidak mendukung untuk berjejal dalam kereta. “Kita tidak bisa menunggu! Aku akan terlambat bekerja dan kita akan teperangkap di sini selama beberapa jam mendatang!” protes Lexi melihat raut wajah ibunya. Sementara Lexi berdebat dengan ibunya, Tyrex menatap lurus ke depan dengan wajah

