"Carikan s**u formula terbaik".titah Kelvin, mbak umi pun langsung menganggukan kepalanya dan keluar dari kamar tuan mudanya.
Kelvin masih didalam kamar sambil menimang Leon supaya tenang dan tidak menangis lagi, seketika ucapan Miko pun terlintas di benaknya,.
"Anggun ,apa aku bersalah jika mencarikan sosok ibu untuk Leon"!? Gumam Kelvin lirih sambil menatap kearah putranya yang lebih tenang dari sebelumnya. Membelai lembut pipi sang putra.
Meskipun kekayaanya melimpah ruah ,namun sepertinya tidak bisa menjamin kehidupan bahagian untuk Kelvin bahkan Leon, dua laki laki berada usia yang sepertinya haus akan kasih sayang dari sosok wanita, membuat Kelvin jarang merawat tubuhnya semenjak kepergian anggun,apalagi dengan Leon balita tersebut yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu,bahkan diusianya yang baru lahir dirinya sudah tidak mendapati sosok ibu di sisih nya,bahkan pelukan seorang ibu pun tidak dia dapatkan.
Kembali Kelvin terdiam sambil mengayunkan Leon di dalam dekapanya,hingga bayi tampan tersebut tertidur di gendongan sang papa.
"Sayang, papa akan mandi dulu,jangan menangis ya ,yang tenang"! Kata Kelvin lirih sambil meletakan perlahan tubuh mungil tersebut di dalam kasur empuknya ,yang sebelumnya Kelvin sudah berjalan menuju kamarnya.
Sore pun berganti malam, Kelvin yang sudah selesai dengan makan malamnya ,kembali naik ke atas menuju kamar nya, ditatapnya bayi mungil yang masih terlelap itu. Ada rasa kasian menyelimuti hatinya.
"Apakah masih ada wanita di dunia ini yang tulus menerima mu nak"! Gumam Kelvin lirih,matanya berkaca kaca.
Dalam kehangatan dekapan Kelvin ,Leon semakin tenang tidurnya .
Di sisih lain, Alexa yang perutnya terasa lapar pun berniat untuk pergi mencari makan malam,ya sejak dirinya datang pagi menjelang siang tadi ,sampai malam menjemput Alexa belum makan sama sekali,hanya di bandara tadi dia menyempatkan makan sebelum keluar dari bandara.
Beberapa saat berlalu alexsa pun kembali dengan sebungkus lalapan pecel lele yang di belinya di pinggir jalan tak jauh hari kosanya.
"Bismilah"! Gumamnya lirih sebelum menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Ya tuhan"!! Pekiknya kaget barulah sadar jika sedari tadi dia belum memberikan kabar kepada keluarganya di Surabaya. Alexsa segera mengambil ponselnya dan menghubungi nama sang bude yang tertera pada layar ponselnya.
"Assalamualaikum bude." Sapa alexsa setelah panggilan tersebut terhubung .
"Walaikumsalam nduk,kenaoanbaru mengubungi bude,bude sangat khawatir denganmu ,sedari tadi bude menunggu telpon darimu"!. Sahut bude nira dari seberang telpon.
" Maaf bude, lexsa batu bangun tidur,tadi capek sekali bude"!
"Bagaimana kamu baik baik saja kan disana,apa kamu sudah mendapatkan tempat tinggal." Tanya bude nira dengan nada khawatirnya.
"Sudah bude,bude tenang saja Alexa baik baik saja,sekarang Alexa sedang makan, bude jangan terlalu khawatir kak Alexa semuanya baik baik saja". Sahut Alexa,setelah memberikan kabar kepada bude nira Alexa pun mematikan sambungan telpon nya dan kembali melanjutkan makanan nya yang sempat tertunda.
**
Pagi pun tiba, Alexa yang sudah bangun sejak subuh,setalah menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim ,Alexa segera bersiap untuk mencari sarapan sebelum berangkat kerja di hari pertamanya masuk ke perusahaan pusat tempatnya bekerja,
Beberapa saat berlalu jam sudah menunjukan angka 7.30 ,Alexa sudah nampak rapi dengan baju yang senada dengan kulit putihnya ,membuat pesona wanita 22 tahun tersebut terlihat sempurna.
"Sudah siap,ayo semangat Alexa"! Katanya menyemangati dirinya sendiri ,Alexa berjalan mencari angkot yang akan membawanya menuju kantor Dewantara company,yang letaknya tak begitu jauh dari kosanya.
"Selamat pagi mbak , " sapa Alexa kepada resepsionis.
"Bisa di bantu mbak"!?
Alexa menyerahkan surat rekomendasi yang di berikan pak Yohan mengenai ke pindah kerjanya ke kantor pusat.
"Tunggu sebentar ya,biar saya hubungi bagian pemasaran"! Sahut resepsionis tersebut kepada alexsa,alexsa pun menunggu sambil duduk di sofa yang tak jauh dari tempat resepsionis tersebut.
Disisih lain ,Kelvin,duda tampan tersebut seperti biasa,setiap pagi wajahnya akan nampak kusut,wajah khas kurang tidur terlihat jelas di wajah tampannya ,namun tidak mengurangi ketampanannya.
Setelah dirasa Leon tertidur kembali barulah Kelvin bersiap untuk pergi ke kantornya.
"Selamat pagi ,boss"! Sapa Miko yang sudah siap disamping mobil hitam nya.
"Emmmm"!! Sahut Kelvin masih dengan ekspresi yang sama datar dan raut wajah kurang tidurnya.
Tak ada percakapan di dalam mobil tersebut,miko yang sedang fokus menyetir,dan Kelvin yang entah sedang memikirkan apa .
Tak berselang lama mobil pun sampai di kantor Dewantara company.
Seluruh karyawan menganggukan kepala kala berpapasan dengan CEO mereka, di samping itu, Alexa yang sedang berbicara serius dengan direktur marketing di hadapnya tidak menyadari jika CEO mereka sudah datang.
"Maaf pak,tuan Kelvin sudah datang"! Kata salah satu karyawan mengingatkan.
Terlihat laki laki paruh baya tersebut mengangguk dan langsung mengajak Alexa menuju lantai 17.tepat di lantai tertinggi di perusahaan tersebut.
Tok.tok.tok.
Masuk"!! Kata Miko dari dalam ruanganya.
Direktur marketing tersebut masuk di ikuti oleh Alexa yang berjalan di belakangnya.
"Permisi tuan Moko,ini nona Alexa yang di minta tuan Kelvin untuk menjadi sekertaris nya."
Miko pun sontak menatap ke arah Alexa matanya terpaku melihat wanita di hadapnya.
"Cantik sekali," gumam Miko dalam hati.
Sedangkan Alexa sudah mendadak bingun,"sekertaris tuan Kelvin,apa maksudnya aku jadi sekertaris CEO ". Gumam Alexa dalam hati dengan perasaan yang sudah bercampur aduk saat ini.