Masih di hari yang sama,Alexa turun dari taxi dan berjalan masuk di sebuah kontrakan yang tak jauh dari jalan raya.
"Neng tunggu sebentar,adik saya dalam perjalanan kemari"! Kata supir taxi tersebut kepada Alexa .
"Baik pak,". Sahut Alexa menurut, tak berselang lama datanglah seorang wanita paruh baya dengan anak kecil di gendongan nya,bocah berusia 2 tahun tersebut nampak sedikit rewel meskipun sudah di gendong.
"Ada apa ,kenapa dia rewel sekali". Tanya bapak supir taxi tersebut.
"Ini lehernya perih gara gara gatal mungkin ,efek biang keringat jadi luka "! Jelas wanita tersebut.
"Oh ini, kenalkan nona Alexa yang mencari kos kosan"! Kata supir taxy sambil menunjuk ke arah Alexa .
Alexa tersenyum Ramah sambil melambaikan tangan ke arah bocah perempuan yang marih terlihat tidak nyaman tersebut.
"Ayo silahkan neng di lihat,ini kebetulan ada satu kamar yang kosong"!. Kata ibu kos tersebut sambil berjalan menuju kosan paling ujung.
Wanita paruh baya tersebut membuka pintu kosan,sebut saja Bu Dewi."silahkan di lihat dulu"! Kata Bu Dewi.
"Bu maaf bisa saya menggendong anak nya tidak tega saya melihatnya"! Kata Alexa ,bukanya melihat kamar kos nya malah fokus kepada balita perempuan yang masih meringik tersebut.
Alexa mengulurkan dua tanganya dan langsung saja balita tersebut minta ikut denganya.
Bu Dewi dan supir taxi pun saling pandang melihat anaknya langsung tenang di gendongan Alexa.
"Tunggu ya,kakak punya obat untuk lehermu yang luka itu, biar cepet sembuh di obatin dulu ya"! Kata Alexa sambil mengambil sebuah botol minyak tawon dari dalam tasnya dan mulai mengoleskan nya perlahan pada leher anak tersebut .
Bu Dewi begitu terkejut melihat reaksi anak balitanya yang menurut dan hanya diam saja.
"Bu berapa sebulan ,saya mau ambil kosan ini'! Kata Alexa akhirnya.
"600 Ribu perbulan neng"! Jawab Bu Dewi.
"baiklah, apa bisa saya transfer Bu,kebetulan saya belum ambil uang kas"!.
"Bisa, neng"! Bu Dewi langsung mengeluarkan ponselnya dan memberitahu nomor rekening kepada Alexa.
"Saya bayar sekalian untuk 3 bulan terakhir Bu"! Celetuk Alexa sambil mengirimkan nominal sekitar 1,8 juta.
" Trimaksih neng,kalau begitu silahkan istirahat "! Sahut Bu Dewi sambil mengambil alih balita kecil yang masih di dalam gendongan Alexa.
"Oiya ,oleskan minyak ini ke lehernya Bu,mudah mudahan cocok dan cepat sembuh"!. Bu dewi mengangguk sambil tersenyum.
"Andai aku punya anak laki laki sudah dewasa pasti aku akan mengangkat mu jadi menantu neng"! Canda Bu Dewi sebelum berpamitan meninggalkan kosan miliknya.
Alexa tersenyum,lalu tak lupa mengucapkan terimakasih kepada bapak supir taxi yang sudah membantunya itu.
Setelah kepergian Bu Dewi dan bapak supir taxi tersebut ,Alexa pun merebahkan tubuhnya di atas kasur di dalam kosan yang akan menjadi tempat tinggal barunya di ibu kota.
"Besok aku mulai bekerja di perusahaan pusat,semoga semuanya di beri kelancaran,amin"! Doa Alexa sambil menatap langit langit kamar kosannya.
Di sisih lain,tepatnya di kantor Dewantara company,Kelvin sedang duduk di kursi kebesaran dengan mata terpejam.
"Tok. Tok.tok.
"Masuk," kata Kelvin dengan mata yang masih tertutup,dan masuklah Miko dengan beberapa berkas ditanganya.
"Boss, apa anda baik baik saja"! Tanya Miko yang melihat raut kelelahan dari wajah boss nya.
"Hemmm"!! Sahut Kelvin ambil membuka matanya dan menatap ke arah Miko yang sudah berdiri di hadapannya.
" Boss sepertinya anda kurang tidur"! Celetuk miko yang masih merasa belum puas dengan jawaban boss nya yang hanya hemmmm,tidak ada yang lain.
"Kenapa kau cerewet sekali,Miko, semalaman leon mengajak ku bergadang hingga subuh , " jawab Kelvin akhirnya.
"Sepertinya anda butuh sosok istri dan ibu untuk tuan Leon,boss"! Sahut Miko. Tatapan tajam langsung Kelvin arahkan kepada Miko.
Bagaimana bisa asisten nya berfikiran sampai ke arah situ sedangkan makam mediang istrinya saja masih belum kering.
"Ucapan saya salah ya boss, "
"Menurutmu"! Sahut Kelvin masih dengan tatapan tajamnya.
"Menurutku sih tidak,".
Bugh' "!! Kelvin melempar map ke arah Miko begitu saja ,dengan sigap Miko menangkap map yang sudah melayang hampir mengenai tubuhnya.
"Mik ,Carikan aku sekertaris ,besok ada seorang wanita dari kantor cabang,aku mau kau menariknya menjadi sekertaris ku"!
Miko terngangak seketika,sejak kapan boss nya membutuhkan sekertaris,bukankah segala urusan yang menyangkut dirinya dan pekerjaan sudah Miko tangani dengan baik.
"Miko"!
"Siap ,boss"! Sahut Miko secepat kilat, meskipun dalam benak nya bertanya tanya, apa mungkin boss nya sudah tahu tentang wanita itu,.
"Ckck, aku kecolongan ini berarti"! Gumam Miko sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
**.
Jam terus berputar ,hingga waktu menjelang pulang kantor pun tiba,Kelvin yang sudah bersiap untuk kembali ke kediamannya ,perlu menyiapkan tenaga khusus,siapa tahu anak pintar nya yang baru berumur 1 bulan tersebut kembali berulah dan mengajaknya bergadang.
30 menit berlalu,sampailah mobil yang di tumpangi Kelvin di mansion mewah miliknya,.
"Selamat sore tuan"! Sapa bik titin yang sudah berdiri di ambang pintu menyambut tuan besarnya.
"Hemmm"!! Sahut Kelvin sambil melangkah masuk ke dalam mansion tersebut.
Kelvin langsung saja menaiki anak tangga,dan tepat di tangga teratas,lengkingan suara tangisan Leon pun terdengar,sepertinya bayi tersebut sudah faham jam pulang nya sang papa,hingga dia selalu memberi sambutan di waktu yang sama.
Kelvin masuk kedalam kamarnya dan mencuci tangan nya sebelum pergi menuju kamar Leon untuk menggendong bayi tampan tersebut.
"Selamat sore anak papa, kenapa menangis"! Tanya Leon sambil mengambil alih anak nya dari gendongan baby sister yang selalu menjaga sang anak.kelvin menciumi pipi anaknya.
"Maaf tuan sepertinya tuan muda sedikit sakit perut,saya lihat sehari ini tidak pup"! Jelas baby sister tesebut dengan bibir yang sudah bergetar.
"Apaa"!! Pekik Kelvin seketika menatap tajam ke arah baby sister tersebut.
"Maafkan saya tuan"! Sahut baby sister,panggil saja MbaK umi, meskipun ini bukan salah MBak umi tetap saja,melihat sorot mata Kelvin yang sudah ingin menerkam nya hidup hidup membuat nyali mbak umi menciut,rasa takut merasuki tubuhnya begitu saja.
"Kenapa bisa seperti itu".pekik Kelvin murka.mbak umi hanya menundukan kepalanya takut.
"Maaf tuan, saya fikir mungkin tuan Leon tidak cocok dengan s**u tersebut,karena setiap pup pasti keras"! Jelas mbak umi. Kelvin terdiam bingung harus berbuat apa ,apalagi dirinya belum berpengalaman soal anak.