episode 4

1044 Kata
"Tidak, aku kesana untuk bekerja ya,bukan niat jadi penggoda". Jawab Alexa sambil memukul lengan Gita,sontak seluruh mata yang berada di ruangan VIP sebuah restoran tersebut menatap ke arah Alexa dan Gita bergantian. "Heheee"! Alexa hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sudah ayo kita mulai makan,". Sahut pak Yohan akhirnya,. Mereka pun makan dengan tenang sesekali ada candaan yang keluar dari mulut masing masing. "Mudah mudahan di tempat kerja baruku ,aku menemukan tim seperti mereka"! Doa Alexa di dalam hati. Hari pun semakin sore,alexsa pun akhirnya pulang dari kantor sambil membawa satu kardus barang barangnya yang mungkin akan di bawa kekantor barunya. "Lexsa"! "Iya pak"! Jawab Alexa saat sambil mendekat ke arah pak Yohan. "Ini tiket pesawat mu, besok pesawat jam 7 maaf saya tidak bisa mengantar,karena besok ada meeting pagi". Kata pak Yohan sambil memberikan sebuah amplop berwarna putih. "Baik pak,trimaksih sebelum nya sudah menjadi atasan terbaik saya"! Jawab Alexa . "Sama sama,semoga kamu sukses kedepannya,lexsa"!. "Doakan saya pak". "Emmm,pasti'! Jawab pak Yohan sambil menepuk pundak Alexa. Alexa pun akhirnya pulang bersama Gita menggunakan taxi. "Alexa besok aku tidak bisa mengantarmu tidak apa apa kan"! Kata Gita setelah sampai di depan rumah Alexa. "Sudah jangan khawatir semua akan baik baik saja"! "Hikz, aku pasti merindukanmu,Alexa "! Sahut Gita sambil memeluk tubuh ramping Alexa . "Aku juga, sudah jangan menangis,cepat pulang ini sudah hampir petang,"! Gita mengangguk dan kembali masuk kedalam taxi. ** Malam pun tiba.. "Nduk,sudah yakin tidak ada yang ketinggalan"! Tanya seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah bude nira,kakak dari mediang ibu Alexa. "Sudah bude ,"! Sahut Alexa dengan lembut. Bude nira terlihat sedih,keponakan gadis satu satunya yang paling dekat denganya,sekarang harus pergi jauh dari hidupnya,setalah hampir 8 tahun ikut denganya ,setalah kepergian kedua orang tua Alexa karena kecelakaan mobil. "Sudah bude jangan sedih,Alexa hanya ke jakarta bukan ke Amerika bude"! Celetuk Alexa. Dan sontak mendapat pukulan kecil dari bude nira . "Mau ke jakarta,mau ke Amerika kamu satu satunya anak gadis bude,tetap saja bude khawatir kepadamu lexsa"! Jawab bude nira. "Sudah doakan saja yang terbaik untuk Alexa,mudah mudahan kedepannya Alexa jadi orang yang sukses " kata Alexa sambil memeluk bude nira. Bude nira hanya mengangguk sambil membalas pelukan keponakanya itu. Malam semakin larut dan pagi pun menyambut. Sejak jam 4 subuh Alexa sudah bangun dan membersihkan diri,setelah melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim,Alexa segera bersiap untuk berangkat ke bandara di antar taxi pun yang sudah dia boking sejak semalam,ya karena supir taksi tersebut adalah tetangganya sendiri. "Bude ,Alexa berangkat ya," kata Alexa berpamitan sambil mencium tanggan punggung bude nira dan memeluknya. 'hati hati nduk ,beri kabar bude kalau kamu sudah sampai di tempat tujuan ya"! Kata bude nira.dan di anggukin oleh Alexa . Alexa pun akhirnya melangkahkan masuk kedalam taxi dan berangkat menuju bandara. Tepat jam. 6 pagi Alexa pun sampai di bandara dan segera melakukan cek in dan menunggu pemberangkatan di ruang tunggu. ****Di sisih lain, tepatnya di sebuah mansion mewah milik Kelvin,sejak tadi jam 3 Kelvin sudah di ajak bergadang oleh Leon ,bayi laki laki yang kini harus menemani tidurnya.leon tidak mau ditinggalkan oleh Kelvin, setiap tangan Kelvin beranjak dari pelukannya,Leon pasti akan mengeluarkan suara tangisan merdunya. "Tidur ya nak,papa ngantuk bengit'! Kata Kelvin sambil mengusap lembut pipi leon.tapi bayi tersebut hanya terdiam sambil menatap ke arah Kelvin,mungkin bayi tampan itu sudah mulai bisa melihat dengan jelas saat ini. Akhirnya Kelvin pun tertidur dengan Leon yang masih terjaga,ya mungkin itu lebih baik,karena siang nya bayi tampan itu bisa tidur dengan nyenyak dan Kelvin bisa bekerja dengan tenang,meskipun harus membuatnya tersiksa sedikit karena kurang tidur. Jam menunjukan angka 8.kelvin di kagetkan dengan suara tangisan Leon yang begitu keras. Kelvin pun duduk dengan kepalanya yang Mulai berdenyut denyut karena kaget. Kelvin mencium bau pup menyeruap pada indra penciumannya. "Jangan jangan di pup"! Gumanya lirih sambil mencubit hidungnya sendiri. Kelvin beranjak dari duduknya dan membuka pintu kamar tersebut,terlihat bik Titin dan seorang baby sister telah berdiri di ambang pintu,ya sejak semalam Kelvin tertidur di kamar putranya. "Selamat pagi tuan"! Sapa bik Titin dan baby sister tersebut bersamaan. "Dia pup"! Jawab Kelvin yang melenceng dari sapaan pelayang di hadapannya sambil berjalan gontai menuju kamarnya. Bik Titin pun segera masuk ke dalam kamar tuan mudanya dengan baby sister tersebut,untuk memandikan Leon. "Kasian tuan besar,semoga setalah ini ada wanita baik yang mau menjadi ibu tuan muda Leon dengan tulus dan iklas". Doa bik Titin di dalam hati sambil menatap bayi tampan yang masih menangis tersebut. Kelvin pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan langsung pergi ke kantor setelah memastikan anak nya sudah tenang dan tertidur lagi. "Selamat pagi boss"!! Sapa Miko yang sudah berdiri di samping mobil menunggu Kelvin. "Hemmm"!! Jawab Kelvin dengan lesu . " Apa anda baik baik saja ,boss"! Tanya miko kembali saat melihat raut wajah kusut dari bossnya . "Yaa"!! Jawab Kelvin singkat. Tanpa banyak tanya lagi Miko pun menyalakan mesin mobil dan melajukan nya menuju kantor Dewantara company. Masih di jam yang sama, pesawat yang Alexa tumpangi pun mendarat dengan selamat di bandara internasional jakarta. Alexsa menghirup udara di kota metropolitan tersebut. "Ibu kota,ternyata udaranya sama saja dengan di Surabaya"! Gumanya sambil berjalan menuju tempat bagasi pengambilan koper. Beberapa saat menunggu Alexa pun keluar dari bandara dengan koper sedang di tanganya, Alexa berjalan menuju taksi stand untuk mengantri mendapatkan taxi. " Mau diantar kemana neng"! Tanya supir taxi kepada Alexa yang sudah duduk dibelakang nya. "Kantor Dewantara company,pak"! Kata Alexa dari kursi belakang. '" baik neng"! Taksi pun melaju membelah jalanan ibu kota yang nampak begitu padat pagi itu. Alexa menghela nafas berat " masalah terbesar di ibukota adalah kemacetan"! Gumam Alexa lirih. 1 jam berlalu taxi pun telah berhenti tepat di depan gedung yang menjulang tinggi di mana didepanya terdapatnya logo Dewantara company. "Sudah sampai neng"! Kata supir taxi tersebut. Alexa menurunkan kaca mobil dan menatap kearah gedung tersebut. "Pak apa anda tahu tempat kosan di dekat sini". Tanya Alexa . "Sepertinya neng ini bukan orang sini ya". Tanya supir taxi lagi. "Iya pak ". Sahut Alexa. "Sebentar neng kebetulan adik saya punya kos kosan dekat sini,siapa tahu ada yang kosong ya". Seketika mata Alexa pun berbinar,sepertinya ini menjadi awal yang baik untuknya,keberuntungan sedang berpihak denganya,jika benar ada ,tidak perlu repot repot mencari kos kosan di kota yang baru dia injak seumur hidupnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN