31. Keputusan “Selama ini aku cuma diem ngeliat Bulik bersikap seenaknya. Terserah Bulik mau kayak gimana sama aku.” Naren menjawab dengan nada tegas, “Tapi aku udah enggak bisa diem lagi kalau Bulik menghina Sashi.” Rahang Naren terkatub rapat, bibirnya membentuk garis lurus. Biasanya Naren tak pernah terpancing emosi jika berhadapan dengan Bulik Sarini, sebab Naren sudah terbiasa dengan omongan pedasnya. Tapi jika itu menyangkut Sashi, Naren tidak bisa terima. Dulu ketika Naren datang ke keraton bersama Sashi untuk pertama kali, Naren sudah memeperingatkan Bulik Sarini agar tidak mengganggu Sashi. Tapi rupanya omongan Naren sama sekali tidak digubris. Dan sekarang ketika pikiran Naren sedang bercabang ke mana-mana, Bulik justru memancing emosinya. Tidak cukupkah dengan pernikahan Nar

