pesona yang memabukkan

271 Kata
bab selanjutnya akan lebih fokus ke tokoh utama ya ? maaf slow update karena authornya gak enak badan ? .. ___ ___ ___ __ ting ... (notif pesan masuk) "udah pulang belom?" "belom nih lagi main ke rumah temen" "jangan pulang kesorean ya, bahaya anak cewek" "hahaha iyaa ini juga mau pulang" balas pesan ayunda sebelum dia masuk mobilnya. .. "loe ngapain senyum gitu bro? jangan-jangan kesambet loe ya" Dika yang sedang duduk bersebrangan dengan Agra menatap aneh pada sahabatnya itu. "enak aja, gue lagi chat-an sama Ayunda" jawabnya sambil memandangi ponsel. "eeh ayunda tuh anaknya gimana sih?" tanyaku pada Ben yang ada disamping Dika "ayunda itu anaknya baik, polos, manja, apa adanya" "manja?" tanya Andre "iya dia tuh manja, ya maklum lah namanya juga anak tunggal dari keluarga berada" "widiiih asyik nih kayaknya" sahut Andi dengan senyuman "mangsa baru nih" kata Andre "jangan aneh-aneh ya gra dia itu temen gue, gue nggak enak sama dia" ingat Ben. "halah dia cuman anak manja kan, akhirnya tambah lagi cewek yang bisa gue manfaatin." sambil menyeringai. "gila loe gra, plis jangan lah" "diem loe banyak omong" dengus agra sambil kembali mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang "hallo transfer gue ya" "lah emang yang kemarin udah habis Gra" sahut seseorang di sebrang sana "udah" "kamu buat apa sih gra kok cepet banget habisnya" "kalau gak mau transfer ya udah gak usah banyak omong, putus aja deh rim" "iya iya gue transfer sekarang" "gitu dong" tuut tuut .. telfon di tutup sepihak oleh agra. "gaes cabut yuk gue yang bayar, baru dapet transferan" "enak banget hidup loe" sahut Ben sambil berdiri "transferan dari Rima?" tanya Dika "iyalah siapa lagi" sahut Agra "Gra loe yakin gak ada hati buat Rima?" Andi bersuara sambil membuka pintu cafe tempat mereka nongkrong "enggak, dia terlalu keci buat gue, gue suka tuh yang body nya kayak Ayunda gitu" sahutku tersenyum simpul "gue doain loe gak bisa jauh dari ayunda, biar tau rasa" doa Andre yang langsung di aminkan ketiga temannya kecuali agra. Rima itu salah satu dari sekian banyaj wanita yang dekat denganku. Padahal aku sudah sering menolaknya bahkan secara terang-terangan memanfaatkan uangnya saja tapi dia tetep keukeh mau sama aku. Dari sekian banyak wanita yang dekat denganku baru Ayunda yang mampu menggetarkan sudut terdalam hatiku. entahlah saat melihat dia aku merasa terhipnotis oleh pesonanya yang memabukkan itu. Tinggi, seksi, senyum manis, mata lebar dan jangan lupakan rambut panjangnya yang lurus dan hitam. Aku tidak tahu apa ini cinta atau hanya sekedar obsesi. Karena aku memang tipe laki-laki yang tidak pernah berkomitmen dengan cinta, pacaran sih iya tapi untuk cinta aku tidak tahu bagaimana rasanya. ........ "Bundaaaaaaa" teriak ayunda sambil masuk kedalam rumahnya "apasih yunda gak usah teriak bunda denger" jawab bu dewi sambil menyebikkan bibirnya. "aku mau laptop keluaran terbaru dan besok sudah harus ada ya bun!" "kamu itu mintak laptop udah kayak minta permen" sahut sang ayah "pokoknya aku mau laptop baru dan minggu depan harus ada" "kamu itu cewek belajar masak gih" sahut bunda "males, kan ada bik inem ngapain aku harus susah-susah belajar" tegas Ayunda "pokoknya mau laptop baru" imbunya sambil berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Malam semakin larut sedangkan ayunda masih sibuk dengan ponselnya. Saat bundanya masuk pun ia hanya berpura-pura tidur. dan melanjutkan mengotak atik ponselnya saat nyonya dewi sudah keluar dari kamar ayunda. _ _ _ _ _ _ author itu nulisnya langsung, jadi tanpa di tulis dulu di buku , ngalir aja gitu , ketika dapet ide langsung aja di tulis, semoga nyambung ya ? jangan di bully karya pertama othor ❤❤❤
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN