Pagi ini, Ainun telah berpenampilan rapi. Selepas sholat subuh tadi dia sudah bersiap-siap untuk pulang. Dia bahkan telah menyiapkan pakaian yang akan dikenakannya sejak malam tadi. Tampaknya istriku itu benar-benar sudah tak sabar lagi untuk kembali ke rumah. "Kamu pakai jilbab?" tanyaku saat melihat Ainun telah menutup kepalanya dengan balutan jilbab yang rapat, bukan dengan menggunakan selembar pashmina ringan seperti sebelumnya. "Iya, Mas," jawab Ainun sambil tersenyum. "Memangnya bekas jahitannya tidak terasa sakit lagi?" tanyaku lagi. "Masih sedikit, tapi tidak sesakit sebelumnya, jadi sudah bisa pakai jilbab." Ainun kembali menjawab masih sambil menyungging senyuman manisnya. Aku menatapnya sejenak, memastikan jika dia tidak sedang berbohong hanya karena ingin berpenampilan den

