Sesal yang Terlambat

1528 Kata

"Maaf, Pak, saya sedang ditunggu oleh dokter di dalam," ujar perawat itu. Ia melepaskan cekalan tanganku dan hendak berlalu begitu saja, tapi dengan sigap langsung kutahan lagi perawat itu. "Katakan apa yang terjadi. Apa ada masalah di dalam? Bagaimana kondisi istri saya saat ini?" tanyaku. Perawat itu menghela nafasnya sejenak, sebelum akhirnya kembali membuka mulut. "Tiba-tiba tekanan darah pasien menurun dan terjadi komplikasi, tapi tim dokter sedang berusaha menanganinya. Sebaiknya Bapak berdoa agar semuanya baik-baik saja," jawab perawat itu. "Maaf, Pak, saya harus masuk." Perawat itu kembali melepaskan cekalan tanganku dan bergegas masuk lagi ke dalam ruang operasi. Aku mematung dengan perasaan yang tak dapat dilukiskan. Tubuhku tiba-tiba terasa bagaikan tak bertulang. Dengan su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN