Bab 31 “Susi, tolong buatin s**u yang baru buat saya.” Mama Rosye tak menanggapi ucapanku. Beliau malah mengalihkan topik dan bicara pada Bi Susi. “Baik, Nyonya.” Bi Susi pun tak banyak membantah dan langsung beranjak pergi. “Rupanya lagi pada ngobrol di sini?” Mas Laksa baru saja tiba di lantai bawah. Dia berjalan mendekat ke arah kami. “Iya, kami nungguin kamu, Mas,” jawabku. Tak ingin memperkeruh suasana, aku pun langsung mengajaknya beranjak ke meja makan. Aku menarik jemari mungil Aidan agar mengikuti langkahku. Tak ada kata basa-basi lagi pada mama mertuaku. Beliau tengah menyibukkan diri dengan nasi goreng buatanku. Akhirnya, aku bisa sarapan pertama bersama keluarga kecilku. Aku begitu bahagia ketika Aidan menyukai masakanku. Meskipun mengunyahnya cukup lama, tetapi pada pors

