Bab 35

1649 Kata

Bab 35 Laksa Dua rakaat salat kami tunaikan dengan penuh khidmat. Setelahnya, kubacakan doa dan kucium ubun-ubun Humaira lumayan lama. Tiba-tiba, perasaan bersalah berdatangan. Kilasan dan penggalan adegan di villa kembali terbayang. “Aku harap, kamu tak akan pernah tahu siapa lelaki yang sudah membuat pernikahanmu berantakan, Bapakmu meninggal serta seumur hidupmu digunjing dan direndahkan. Berikan aku kesempatan untuk menebus kesalahan itu dengan semua yang pantas untukmu. Kamu baik, kamu layak bahagia. Hanya dalam batin. Mana mungkin kuucapkan dengan keras dan membiarkan Humaira mendengarnya. Usai salat, dia tampak kikuk. Aku pun membantu melepas mukena. Wajahnya sudah semerah tomat ketika aku mengangkat dagunya. “Sudah siap?” Aku sengaja menyunggingkan senyum dan menatap intens

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN