Kelegaan yang benar-benar terasa di saat bisa kembali mendekap dan memandang sang buah hati dengan leluasa tanpa ada jarak lagi. Alana mengusap punggung kecil putrinya sambil sesekali menciumi wajah anak itu dengan sayang. Zena sama sekali tidak terusik dalam tidurnya akibat gangguan-gangguan kecil yang Ibunya berikan saat ini. "Sebenarnya apa yang kau mimpikan sampai panik seperti tadi?" tanya Ello yang sedari tadi ia pendam sambil memperhatikan Alana dan Zena yang berada di depannya. "Aku bahkan tidak berani menceritakannya. Aku takut jika kejadian itu bisa benar-benar terjadi." balas Alana. "Tidak apa-apa ceritakan saja." ucap Ello. Alana membuang nafas beratnya lalu kembali mengecup kening Zena dengan sayang. "Aku bermimpi Zena jatuh dari tangga dan mengeluarkan darah yang bany

