Pukul: 06. 30 Ello terus saja memandangi wajah Alana yang masih tertidur pulas di sampingnya. Wajah wanita itu benar-benar sangat pucat dan hal itu membuat Ello tidak tega. Sebenarnya Ello tidak tega harus meninggalkan Alana tapi harus bagaimana lagi jika dirinya juga harus tetap bekerja. Ia mencium dahi Istrinya itu dengan lembut lalu perlahan melepaskan pelukan wanita itu. Setelah cukup lama bersiap-siap kini pria itu sudah akan berangkat untuk bekerja. Ia kembali mendekat ke arah Alana yang masih betah dengan alam mimpinya. "Aku akan berangkat. Kau istirahat saja." ucap Ello meskipun Alana tidak akan mendengarkannya. Ello ke luar dari kamarnya lalu menghampiri Ibunya yang tengah menyuapi Zena. "Pagi." sapa Ello lalu duduk di samping Sehila. "Pagi, El." balas Ibunya sambil tersen

