Mobil mahal itu melaju memeblah jalanan ibukota. Melewati jalan hambatan menuju ke suatu tempat. Semakin jauh perjalanan, gedung-gedung bertingkat berganti dengan pepohonan di sepanjang jalan. "Kita mau kemana, Tuan?" tanya Tiffany saat Kenhart memaksanya ikut. Gadis itu awalnya menolak, namun Marry memberi izin. Bibinya itu bahkan mengeluarkan beberapa gaun casual dari lemari. Miliknya dulu saat masih remaja. Dia merasa kasihan karena hampir semua gaun Tiffany terlihat kumal. Jam menunjukkan pukul enam sore saat mereka berangkat dari rumah besar itu. Kenhart sengaja pulang lebih cepat dan membiarkan Christian menyelesaikan sebagian pekerjaan. Sesekali, sahabatnya itu harus mengerjakan lembur, jangan hanya tahu bersenang-senang di klub. "Kami memiliki Villa di ujung kota. Aku ingin men

