bc

TALAK TIGA DI DEPAN IBU MERTUA KEJAM

book_age18+
24
IKUTI
1K
BACA
family
HE
drama
affair
addiction
like
intro-logo
Uraian

Pernikahan indah yang selama ini di harapkan oleh Amanda, ternyata tidak seindah seperti yang dia bayangkan setelah dia menikah bersama David Sanjaya. Padahal setelah menikah, Amanda telah mengabdi sebagai ibu rumah tangga yang baik kepada david dan rela meninggalkan karirnya. Namun ternyata semua pengorbanan cintanya kepada David tidak pernah di hargai. Di tambah lagi Amanda tinggal dirumahnya bersama ibu mertua yang kejam dan tidak berperasaan. Selama ini Amanda merasa sangat tersiksa dan tertekan batin dengan perlakuan buruk yang di lakukan oleh mereka kepadanya selama ini. Bahkan di saat suaminya ketahuan selingkuh di depan matanya, dia masih mencoba untuk memaafkan suaminya dan tetap mempertahankan hubungan rumah tangganya. Walaupun selama ini hanya luka batin yang terus menerus di lakukan oleh suaminya. Namun meskipun sikapnya David seperti itu, cintanya Amanda kepada David tidak pernah berkurang sedikitpun.Tapi sayangnya pengorbanan cintanya serta perjuanganya untuk bisa mempertahankan hubungan rumahtangganya selama ini, menjadi berakhir di meja pengadilan agama. Di malam itu suaminya telah mentalak tiga Amanda di depan ibu kandungnya. Selama ini David menganggap bahwa Amanda adalah wanita yang mandul, dan dia juga ingin segera menikahi wanita lain yang tidak lain adalah seorang mantan kekasih lamanya. Suaminya pun langsung mengusir Amada sesuai permintaan dari ibunya. Ibu mertuanya Amanda yang telah menyuruh suaminya agar mau segera menceraikaya dan mengusir dirinya dari rumah, agar David bisa berbahagia bersama istri barunya.

chap-preview
Pratinjau gratis
MERTUA JAHAT
Hari ini adalah hari pernikahanku yang ke satu tahun dengan mas david. Aku harap di hari pernikahanku ini, semoga Allah segera memberiku kepecarayaan untuk segera memiliki keturunan secepatnya. Aku harap hari ini mas david suamiku bisa segera pulang cepat kerumah, agar nanti malam setelah mas david sudah kembali pulang kerumah,aku bisa memberikan kejutan kue pernikahan dan kita akan meniup lilin itu diatas kue secara bersama-sama. '' Ini tas kerjanya mas.'' Ucapku sambil memberikan tas kerjanya di tanganku. Terlihat ibu mertuaku yang sedang mengintip dari balik pintu kamarnya yang seperti tidak suka jika aku bersikap manja kepada mas david selama ini. '' Yasudah amanda, aku harus berangkat bekerja ke kantor sekarang ya. Aku ada meeting jam sembilan pagi soalnya.'' Mas david langsung mencium keningku seperti biasanya sebelum dia akan berangkat ke tempat kerjanya. Setelah mas david berangkat bekerja, seperti biasanya ibu mertuaku pasti langsung memberiku tugas pekerjaan rumah agar aku tidak bisa duduk bersantai setiap yang aku mau. '' Amanda, ini uang 100 ribu, tolong kamu belanja ke pasar ya hari ini. Ibu lagi malas keluar soalnya, lagi sedikit tidak enak badan.'' Ibu mertuaku langsung beralasan. Aku tidak bisa menolak perintahnya selama ini. Jika aku menolaknya, sudah pasti dia akan menghukumku dengan tugas pekerjaan rumah yang tiada habisnya. '' Ehh..eh... di suruh belanja ini malah bengong saja. Berani lu ama gue, udah buruan belanja di pasar. Dan ini daftar belanjaanya ya manda, pokoknya itu uang harus cukup buat beli semua daging,ikan,telur, bumbu-bumbu, dan juga sayuran. Ingat ya manda beli dagingnya jangan cuma daging ayam doang, tapi beli daging sapi juga satu kilo, paham!.'' Daftar belanjan yang di berikan ibu mertuaku, selalu saja melebihi dari uang yang dia berikan. Sudah pasti aku harus mengambil uang tabunganku di lemari agar aku bisa menambahi sisa dari kekuranagn uang itu. Jika aku membangkang, dia pasti akan terus menghinaku dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Aku langsung melangkahkan kakiku ke arah kamarku untuk mengambil sedikit uangku agar bisa untuk menambahi uang belanja hari ini. Seketika ibu mertuaku langsung menarik tanganku dengan sangat erat. '' Loh, kok malah ke kamar sih manda. Pintu keluarnya kan ada di sebelah kiri.'' Tatapan mata ibuku sampai melotot menatapku. Seketika aku merasa sangat takut dibuat dengan wajah judesnya itu. '' Iya bu, maaf. Soalnya uang yang ibu beri barusan kan cuma 100 ribu bu. Amanda takut uangnya tidak cukup untuk membayar belanjaan yang ibu pesan nanti. Jadi manda pikir, manda ingin mengambil sedikit uang manda untuk menambahi uang belanja yang tadi ibu kasih.'' Ibu mertuaku seketika langsung tersenyum lebar karena aku akan menambahi uang dari belanja itu. '' Nah begitu dong, sama ibu mertua itu jangan pelit-pelit manda. Lagian selama dulu sebelum david menikah sama kamu, dia itu selalu memberi ibu uang yang lebih setiap bulan. Tapi setelah david sudah menikah denganmu, sepertinya sifat pelitmu itu menjadi membuat david ikutan pelit sepertinya. Yasudah buruan berangkat kepasar habis itu. Jangan lama-lama juga ya kamu belanjanya di sana. Soalnya banyak cucian di rumah yang harus kamu kerjakan. Tadi ayu bilang dia juga tidak sempat untuk membereskan kamarnya. Jadi dia minta agar kamu segera merapikan kamarnya sebelum dia pulang dari kuliah nanti.'' Ibu mertuaku memang selalu memperlakukan diriku di rumahnya layaknya seorang pembantu, bukan seperti menantu. Terkadang rasanya aku ingin segera mengontrak rumah saja dengan mas david. Tapi ibu mertuaku selalu saja melarang kita. Dan selama ini mas david terus berada di dalam kendalinya ibu mertuaku itu, sungguh menyedihkan sekali hidupku ini. Karena hari sudah semakin siang aku langsung segera pergi berbelanja di pasar. Aku takut ibu mertuaku akan memarahiku lagi jika aku terlambat pulang kerumah nanti. Apalagi pekerjaan rumah yang menggunung, sepertinya saat ini sudah menantiku. Lelah, sudah pasti aku lelah. Tapi mau bagaimana lagi jika memang takdir yang harus menyuruhku seperti ini. Yang terpemting mas david masih mencintaiku dan tidak berpaling dari wanita lain. Cintaku kepada Mas david lah yang menjadi semangatku untuk tetap bertahan di rumah itu. Jadi jika aku tidak pernah mempermasalahkan sikap dari ibu mertuaku yang kejam itu selama ini. Walaupun terkadang, rasanya hidupku di rumah itu benar-benar sangat menyiksa batin dan juga mentalku. '' Mau beli apa neng?. Silahkan di pilih saja.'' Para pedagang di pasar itu langsung berbondong-bodnong menawariku untuk berbelanja di tokonya. Aku langsung segera membelikan semua pesanan yang sudah di tuliskan oleh ibu mertuaku tadi di kertas. Dan setelah aku ingin membayar semua nota belanjaan itu, ternyata benar, uang yang tadi telah di berikan oleh ibu mertuaku melebihi harga belanjaanya. Aku harus menambah dengan uangku sendiri sejumlah 150 ribu lagi. Aku tidak pernah mempermasalahkan jika aku harus menambahi uang untuk belanjanya. Hanya saja terkadang dia selalu saja bilang aku sebagai menantu yang sangat pelit. Padahal setiap mas david sudah gajian, aku selalu memberikan sedikit rezekinya mas david untuknya. Namun sayangnya selama ini bentuk kepedulianku kepada ibu mertuaku tidak pernah terlihat di matanya. '' Neng manda makin cantik saja sekarang. Apa sudah bisa hamil sekarang?.'' Awalnya perkataan dari bu Rita memujiku, namun di ujung perkataanya dia malah menguji kesabaranku. Lagi-lagi bu rita terus menanyakan soal kehamilanku. Siapa sih wanita yang tidak mau hamil jika sudah menikah. Jika bayi bisa di beli dengan uang, mungkin aku akan meminta uang yang banyak kepada mas david untuk membelinya, sungguh menyebalkan. Aku hanya tersenyum tipis saja kepada bu rita, dan enggan untuk menjawab pertanyaanya barusan. Apalagi semua belanjaan sudah berada di tas belanjaanku. Dan aku juga harus segera pulang sebelum ibu mertuaku akan memarahiku dengan sikapnya yang seperti srigala jika sedang marah-marah. Sesampai aku di rumah, kulihat ibu mertuaku sedang asik berbicara dengan saudaranya melalui ponselnya. Aku langsung segera membereskan semua barang belanjaanku untuk aku rapikan di ruang dapur. Baru saja aku mau melangkahkan kakiku kearah dapur ibu mertuaku langsung berteriak kencang memanggilku. Manda...... Seketika aku langsung buru-buru meletakan dulu barang belanjaanku di ruang dapur dan aku langsung lari terbirit-b***t ke kamar ibu mertuaku. '' Iya bu, ada apa barusan ibu memanggilku.'' Tanyaku penasaran. '' Hari ini teman-temanku akan datang kerumah. Jadi kamu tolong segera masak-masakan yang lezat untuk mereka makan di sini ya. Jangan bikin malu aku nanti kamu, awas aja kalau kamu sengaja membuat makananya tidak enak. Aku akan menghukumu dengan pekerjaan berat nanti.'' Belum juga aku bisa bernafas sebentar karena habis pulang dari pasar. Dan sekarang ibu mertuaku langsung menyuruhku untuk segera membuatkan makanan yang lezat untuk tamu teman-temanya itu. Sungguh kesal sekali aku rasanya hari ini. Jika aku mengadu tentang perlakukan ibu mertuaku kepada mas david, pasti tetap saja dia akan membela ibunya. Jadi terkadang aku lebih memilih untuk diam dan tidak mau menceritakan banyak hal tentang perlakuan kejam ibunya itu. Dengan cepatnya aku segera melangkahkan kakiku kearah dapur lagi dan segera membuatkan makanan lezat untuk mereka nanti. Sebelum ibu mertuaku akan berteriak kencang memarahiku seperti biasanya. Dua jam berlalu... Akhirnya masakan lezat yang akan aku sajikan kepada mereka sudah selesai juga. Aku ingin segera mengerjakan pekerjaan yang lain yang sudah menantiku sejak tadi. Aku ingin segera mencuci pakaianku, pakaianya mas david, ibu mertuaku, dan juga adik ipar perempuanku. Selama ini mereka memang selalu memperlakukan aku layaknya seorang pembantu. Padahal sejak kecil, ayah dan ibuku selalu saja melarangku untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang seperti ini. Apalagi di rumah orangtuaku ada dua orang pembantu yang bekerja di rumahkku. Dan jika aku bercerita tentang kehidupan burukku di rumah ibu mertuaku kepada orangtuaku, sudah pasti mereka akan menyuruhku untuk segera bercerai dari mas david. Karena sejak dulu, kedua orangtuaku memang kurang setuju dengan pernikahanku bersama dengan mas david. Apalagi dulu orangtuaku ingin menjodohkanku dengan anak orang kaya dan juga tampan rupawan. Namun aku tidak tergiyur akan ketampananya dan juga kekayaanya. Karena cintaku kepada mas david selama ini memang sangatlah begitu besar. Mungkin aku bisa saja untuk kembali pulang kerumah kedua orangtuaku dan mendapatkan kemewahan dari mereka seperti yang mereka berikan dulu kepadaku. Namun aku tidak mau, aku tidak mau membuat mas david menjadi terluka karena keegoisanku itu. Aku lebih baik menderita, daripada aku harus berpisah untuk selamanya dari mas david. Satu jam berlalu.... Ku dengar suara ibu mertuaku yang sedang berteriak memintaku untuk membukakan pintu rumah karena temanya sudah datang. Aku langsung segera berlari dari tempat aku mencuci baju dengan keadaanku yang masih compang-camping dan masih memakai baju daster kesukaanku. Ceklek, suara pintu terbuka. Kulihat lima wanita sedang menatapku dengan tatapan sinis dan terus memperhatikan penampilanku. '' Permisi mbak, bu ratih sedang ada di rumah kan.'' Salah satu dari kelima wanita itu berpikir bahwa aku adalah seorang pembantu dirumah ibu mertuaku. Bukan aku yang tidak bisa dandan selama ini. Tapi untuk apa aku dandan memakai bedak dan juga lipstik jika pekerjaanku hanya sibuk di dapur dan beberes pekerjaan rumah. Belum lagi suara teriakan dari ibu mertuaku yang selalu memberiku perintah setiap jam yang membuatku tidak mungkin sempat untuk berdandan. Biarkan saja mereka mengiraku seperti pembantu, yang terpenting penampilanku tidak pernah merugikan mereka apalahi orang lain. '' Silahkan masuk bu, ibu mertua saya ada di dalam.'' Seketika mereka langsung terkejut setelah dia tahu bahwa aku adalah mantu dari ibu mertuaku. '' Ternyata dia mantunya bu ratih jeng.'' Bisik mereka. '' Oh ya sudah , maaf ya tadi aku pikir kamu itu pembantunya bu ratih di rumah ini. Soalnya penampilan kamu seperti seorang pembantu sih. Yasudah izinkan kami masuk kedalam ya.'' Sifat kelima wanita itu sama saja seperti sifatnya ibu mertuaku selama ini, sungguh menyebalkan. Kulihat ibu mertuaku yang akhirnya keluar dari kamarnya. Dengan penampilanya yang cetar membahana seperti artis holliwood dari planet sedang memamerkan perhiasan barunya. Daripada aku merasa sebal di buat mereka aku langsung segera bergegas kembali kebelakang untuk membereskan cucianku yang belum selesai. '' Maaf ya jeng, aku pikir tadi menantumu itu pembantu di rumah ini. Soalnya penampilanya sangat berbeda jauh dengan penampilanmu yang selalu cetar membahana seperti ini.'' Ucap teman ibu mertuaku yang buruk sekali hatinya kepadaku. '' Dia itu memang pemalas jeng di rumah ini. Makanya terkadang anakku david suka tidak betah untuk tinggal di rumah.'' Ibu mertuaku selalu saja menjelek-jelekaku di depan semua teman-temanya selama ini. '' Menantu jaman sekarang memang suka begitu jeng, malas dan juga sulit untuk di atur. Untung saja menantuku di rumah anaknya orang kaya, jadi penampilanya tidak kampungan seperti menantunya bu ratih itu.'' Rasanya aku ingin menampar mulut dari teman ibu mertuaku yang sejak tadi terus menghinaku. Apa mereka tidak tahu bahwa aku dulu adalah seorang model majalah terkenal. Jika merak tahu identitas keluargaku, sudah pasti mereka akan terdiam seribu bahasa. Mereka pun asik berbincang-bincang sambil menikmati makanan lezat yang sudah aku siapkan sejak tadi. Dan sekarang rasanya aku lelah sekali. Mataku pun terasa berat dan ingin rasanya aku tidur sebentar sebelum aku akan membereskan ruang meja makan itu yang sudah pasti akan berantakan karena mereka sedang menikamati makanan yang kubuat tadi. Tak terasa aku mulai memejamkan kedua mataku sembari menunggu mereka yang sedang menikmati makanan buatanku di meja makan. Jika ibu mertuaku tahu aku ketiduran seperti ini sudah pasti dia akan segera mengguyurku dengan air agar aku tidak tidak jadi untuk beristirahat sejenak.Tapi dia sepertinya sedang asik berbicara dengan temanya dan aku bisa beristirahat sejenak sebelum dia tahu bahwa aku sedang beristirahat sebentar. Selanjutnya....

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Rise from the Darkness

read
8.6K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

FATE ; Rebirth of the princess

read
36.0K
bc

Rebirth of The Queen

read
3.7K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.1K
bc

TERNODA

read
199.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook