Episode 8

2089 Kata
Matahari menunjukkan sinarnya, pertanda hari sudah pagi. Prilly terbangun karena merasa silau oleh sinar matahari. Prilly berdiri sambil mengucek-ngucek kedua mata nya sambil menguap. Dan perlahan membuka matanya melihat sekeliling dan tiba-tiba. "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......!!!!"teriak prilly syok "ada apaan sichh?" sahut digo terbangun dan "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" lebih syok lagi melihat sekeliling yang ternyata kini mereka berdua ada didalam sekoci kecil ditengah hamparan lautan dan prilly langsung terduduk di dekat digo ketakutan "digo kenapa kita ada disini? Dimana kapalnya?" Tanya prilly ketakutan "gw juga gak tau pril, mana punggung gw sakit banget lagi gara-gara semalam loe dorong gw" menahan sakit sambil memegang punggungnya "iya siapa suruh loe peluk peluk gw, nyari kesempatan banget" jawab prilly tak mau kalah "trus sekarang kita harus gimana? Gak ada hiu kan atau binatang buas lainnya dilaut ini?" Tanya prilly "ya adalah namanya juga dilaut" sahut digo datar "gimana dong? Gw takut digo" prilly memegang lengan digo ketakutan " yak lo ada hiu gw akan lemparin loe kesana biar dimangsa sama hiu sekalian" jawab digo ketus "ikh ko loe gitu sich jahat banget" prilly cemberut "makanya diem jangan banyak ngomong, pusing gw dengernya mana kita ketinggalan kapal, astaga" jawab digo mulai depresi dan prilly hanya cemberut, dan akhirnya digo mendayung sekocinya kemana saja menurut arus yang akan membawa mereka. *** Dikapal semua teman-teman digo dan prilly berpencar mencari mereka berdua kesetiap sudut kapal "prilly kemana sich? Xxo dia ilang gitu aja" Tanya mila yang sudah menangis khawatir "apa mereka loncat kelaut?" sahut kirun "mau ngapain coba mereka loncat?" Tanya Kevin "gak mungkin"tambah Kevin "bisa aja karna prilly cemburu sama digo karena dicium rena" ujar ulle meyakinkan "gak mungkin, prilly gak sebodoh itu" sahut mila lalu datang seseorang menghampiri mereka berempat. "gimana Derry apa ketemu digo sama prilly?" Tanya Kevin " kita uda keliling setiap sudut kapal ini tapi mereka berdua gak ketemu. Tapi menurut petugas kapal ada satu sekoci hilang dan lepas ada kemungkinan mereka keluar dari kapal ini menggunakan sekoci itu" Jelas derry yang menjabat sebagai ketua senat "tapi mereka mau kemana?" Tanya mila makin khawatir "dari perkiraan sich mereka terjatuh kedalam sekoci karena terlihat dari pemutusan tali sekoci dan gak mungkin mereka nekad kluar dari kapal dengan menggunakan sekoci ditengah laut seperti ini" tambah deri "Kevin ini gimana dong? Prilly dimana? Gw takut dia kenapa-kenapa mana dtengah laut banyak binatang buasnya" kata mila menangis "udah yah sayang kamu tenang, gw yakin mereka gak akan kenapa-kenapa" ujar Kevin menenangkan mila sambil merangkul mila *** Kini digo tengah mendayung dan prilly berdiri dibelakangnya. "ayo digo semangat ngedayungnya, ayo semangat semangat" teriak prilly menyemangati "astaga sampe kapan gw harus ngedayung? Belum terlihat ada pulau disini" bisik digo kesal sambil terus mendayung "ayo dong digo jangan lemes gitu, semangat digo semangat" Cerocos prilly "heh mulut mercon loe bisa diem gak sich? Pusing gw dengerin loe nyeroscos terus bukannya bantuin loe malah berisik" ucap digo kesal "ya elah playboy kampung, gw ini juga kan lagi bantuin loe" sahut prilly enteng "bantuin apanya?" digo mendongakan kepalanya melihat prilly yang berdiri " bantuin loe dengan cara nyemangatin loe agar loe makin semangat ngedayungnya" jawab prilly cuek sambil melipatkan kedua tangannya didepan d**a. Digo tercengang kaget mendengar jawaban dari prilly "masih ada yah cwe sebodoh itu didunia ini," bisik digo kesal dan kembali mendayung sekocinya. Kini suasana hening untuk beberapa saat, prilly mulai duduk dan melihat-lihat sekeliling dan seketika matanya berbinar senang dan memegang lengan digo. "liat itu digo ada pantai?" sahut prilly senang menunjuk arah pantai yang mulai sudah terlihat. "akhirnya penderitaan gw berakhir juga," digo mendayung sekocinya dengan mempercepat gerakannya "ayo digo cepat sudah hampir nyampe" teriak prilly yang kini sudah berdiri. Dan setelah hampir dekat digo turun dan mendorong sekocinya. "loe turun dong, bantuin gw do...."ucapan digo terpotong saat melihat kesekoci tidak ada sosok prilly "kemana dia?" Tanya digo heran dan seketika dia melihat kearah pantai dan telihat prilly sudah berlari kearah pantai sambil berlari-lari kecil karena ombaknya sangat kecil "dasar anak aneh" sahut digo sambil memperhatikan prilly dan tanpa dia sadari sekocinya sudah menjauh terbawa ombak ke tengah. Digo tersadar. "yah sekocinya, hei tunggu !!!"sahut digo hendak mengejar tapi tidak mungkin karena sekocinya sudah ketengah "agh sial !!!"sahut digo sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "heh playboy kampung cepet kesini, ngapain disana dimakan hiu baru tau rasa loe"teriak prilly dari pantai sana "iya iya"sahut digo kesal dan berjalan menuju pantai. Hingga kini ada didekat prilly "liat digo pantainya indah banget yah, mana bibir pantainya berwarna pink lagi, indah banget baru kali ini gw liat pantai seindah ini dengan bibir pantainya berwarna pink" sahut prilly antusias dan senang "ini pink beach pantai terpencil di flores dan jarang belum terjamah banyak orang makanya pantainya terlihat masih natural, tidak ada penginapan atau akomodasi lain disini, dan orang kesini juga masih jarang banget kalau bukan untuk keperluan tertentu, untuk berburu misalnya, ini adalah pulau komodo" Jelas digo panjang lebar membuat mangguk mangguk "ternyata loe banyak tau tentang alam apalagi pantai ini" sahut prilly kagum "tapi ini pantai benar-benar indah banget digo sumpah dechh" sahut prilly berputar-putar senang, digo malah terus menatap prilly intens dan membuat prilly tersadar kalau dia diperhatikan "kenapa digo?"sahut prilly heran "bukan cardigan loe"sahut digo datar "apa?????"ucap prilly melotot kaget "cepat loe buka cardigan loe, kalau gak mau gw paksa" ucap digo datar tanpa ekspresi membuat prilly mundur beberapa langkah "jangan macem-macem digo, loe pikir karena disini hanya kita berdua loe bisa seenaknya sama gw, ngguk digo" sahut prilly geram sambil menunjuk kearah digo dengan berkaca-kaca tak mampu menahan lagi amarah dalam hatinya "jadi loe mau gw paksa" jawab digo mulai mendekat kearah prilly "jangan macem-macem loe digo"teriak prilly kesal dan mundur terus hingga digo menarik tangan prilly membuat prilly berontak. "lepasin gw digo lepasin" teriak prilly berontak Tetapi digo cuek saja dan menarik cardigan prilly, "gw mohon digo loe jangan lakuin ini" kini airmata prilly tak dapat dibendung lagi hingga jatuh membasahi pipi Digo tidak memperdulikan prilly dan semakin mendekati prilly hingga beberapa centi tersenyum mengejek semakin membuat prilly takut dan dengan sedikit paksaan akhirnya cardigan prilly terlepas dan prilly langsung menutupi kedua lengannya dengan tangannya yang kini terlihat meenggunakan dress tanpa lengan, prilly menutup matanya takut, dan digo tersenyum melihat tingkah prilly dan pergi meninggalkan prilly, karena sudah tidak tercium lagi parfum maskulin digo prilly membuka matanya dan melotot saat melihat digo berlari mengambil sebuat batang pohon panjang, prilly menghapus airmatanya dan menghampiri digo. "loe ngapain?" Tanya prilly heran "gw lagi pasang bendera, agar nanti orang yang mencari kita berdua bisa dengan mudah menemukan kita kalau kita kasih tanda seperti ini"sahut digo datar dan sibuk memasangkan cardigan merah prilly ke ujung batang pohon dengan diikat akar pohon, membuat prilly merona malu karena sudah salah paham sama digo. "gw kira tadi loe mau..."ucapan prilly terpotong "mau apa? Makanya itu otak bersihin dong jangan ngeres pikirannya" digo tersenyum puas dan membuat prilly cemberut "padahal loe gak perlu pasang-pasang beginian" sahut prilly saat melihat digo sudah selesai memasang benderanya dan membuat digo melihat kearah prilly "gw betah dan nyaman xxo disini, gw merasa bebas disini dan damai, kita bisa jalani hidup kita disini digo" tambah prilly dan digo hanya menatap prilly seakan menyuruh prilly untuk melanjutkan omongannya."kita bisa buat gubuk disana digo," menunjuk tempat yang dimaksud prilly "dan kita punya anak banyak disana, membangun kehidupan kita. Setiap pagi loe pergi bekerja dan saat loe pulang, gw akan menyambut loe dengan senyuman lalu loe memasak makanan buat kita dan gw akan terus tersenyum sambil menatap loe dan saat loe...."omongan prilly terpotong oleh digo "oh jadi gw yang harus ngerjain semuanya, trus apa yang loe kerjain?" Tanya digo "ya gw akan makan klo loe yang suapin"sahut prilly tersenyum lebar "dan loe jadikan tanah ini sebagai kasur empuk buat loe, dan langit sebagai selimut loe, kalau loe haus loe tinggal minum air laut ini dan kalau loe lapar loe tinggal makan angin."sahut digo lembut "dan saat pagi gw akan bangunin loe dan klo loe gak bangun juga gw akan nampar loe agar loe tersadar dari khayalan bodoh loe itu" Sahut digo dengan agak meninggikan suaranya "kasar banget sich loe sama cwe" jawab prilly cemberut tanpa memperdulikan prilly digo beranjak pergi meninggalkan prilly "loe mau kemana playboy kampung?" Tanya prilly "gw mau ke café beli beef steak loe mau?" ucap digo kesal dan berlalu meninggalkan prilly membuat prilly manyun. *** Digo berjalan disekitar hutan sambil membawa kelapa dan pisang, seketika digo mendengar suara helikopter disekitar dia, "alham akhirnya ada yang menolong juga, weyyyyy disini heyyy" teriak digo melepaskan kelapa dan pisang ditangannya dan melambai-lambaikan tangannya tetapi hasilnya nihilo rang didalam helikopter tidak mendengar dan melihat digo, digo berlari kearah pantai mengejar helikopternya sambil teriak-teriak tetapi helikopter itu terus melaju menjauhi pantai. "xxo orang dihelikopter itu gak melihat bendera disa..."seketika ucapan digo terhenti saat melihat benderanya tidak ada."lho kemana benderanya?"sahut digo heran dan melihat sekeliling hingga akhirnya melihat prilly diatas batu karang sedang memainkan bendera itu dengan mencelup-celupkan atas bendera yang terdapat cardigan yang tergantung ke air . "pantesan orang dihelikopter itu gak bisa liat, orang benderanya dipegang dia, dan ngapain dia disana?" ucap digo kesal dan berlari menghampiri prilly ke atas batu karang. "ngapain loe disini?" Tanya digo saat sudah sampai disamping prilly dan membuat prilly menghentikan aktivitasnya dan berdiri menoleh kearah digo "loe gak liat apa kalau gw lagi mincing ikan buat kita makan"sahut prilly santai "mincing ikan dengan bendera ini? Loe bodoh atau i***t sich?" sahut digo mulai kesal "ya siapa tau ikannya bakalan pada nyamperin ke cardigan gw karena wangi parfum gw, cwo cwo aja pada nyamperin apalagi ikan"ujar prilly cuek dan digo mengacak-ngacak rambutnya dengan kesal "loe terlahir dari planet apa sich? Bodoh banget,"sahut digo meninggikan suaranya "loe bilang gw bodoh? Loe yang bodoh" teriak prilly kesal karena tak terima dengan ucapan digo "iya loe itu bodoh," ucap digo sambil mendorong bahu prilly "heh jangan dorong-dorong gw, dasar playboy kampung cap buaya busuk harusnya loe hidup disungai nil bukan disini"ucap prilly sambil membalas dorongan digo "dasar loe mulut mercon, cwe manja yang bodoh"sahut digo kembali mendorong prilly dengan agak keras dan berhasil membua prilly terjatuh kelaut yang lumayan dalam. "digo tolong gw gak bisa renang" sahut prilly dibawah sana melambaikan tangan seakan-akan hampir tenggelam "astaga prilly, aduh gw harus gimana nich !!" digo mengusap wajahnya kasar dan kebingungan Tanpa pikir panjang digo loncat keair laut untuk menyelamatkan prilly, tetapi ternyata yang ada digo malah hampir tenggelam "digo disini,,"teriak prilly "to..tolongg"sahut digo dengan suara terputus-putus terlihat susah bernafas karena banyak meminum air. Prilly melihat digo heran dan kaget "astaga digo,," dengan khawatir prilly langsung berenang kearah digo dan membawa digo ke bibir pantai yang sudah tidak sadarkan diri. Prilly bingung dan gemetar, prilly menepuk-nepuk pelan pipi digo "digo bangun digo, please" sahut prilly khawatir Prilly melepaskan kedua sepatu dan kaos kaki digo dan mengusap-ngusap kasar telapak kaki digo memberi kehangatan dan kini berlih ke tangan digo, terlihat tidak ada respon apa-apa prilly menekan nekan d**a digo hingga akhirnya digo terbatuk sadar dan mengeluarkan banyak air dari mulutnya, prilly membantu digo bangun. "loe bodoh atau apa sich digo, tadi gw Cuma pura-pura gw tadi Cuma mau ngerjain loe. Kenapa loe loncat kalau loe gak bisa berenang?" sahut prilly meninggikan suaranya kesal. Digo hanya menatap prilly sendu "kenapa digo?" kini suara prilly terdengar lembut "karena gw cinta sama loe?" ucap digo dan membuat prilly menganga dan melotot "a..apa digo?" Tanya prilly seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar "gw cinta sama loe pril"ucap digo lebih keras dari yang sebelumnya "apa digo?" Tanya prilly semakin tak percaya "aku sayang dan cinta sama kamu pril,"ucap digo terdengar lebih lembut "cukup digo, cukup" ucap prilly menutup mulutnya dan mata yang berkaca-kaca membuat digo mengernyitkan dahinya heran. Prilly bangkit dari duduknya dan menatap kearah laut. "OMG HELOOOOOO......Aaaaaaa,,,hhhaa"ucap prilly tertawa melampiaskan kebahagiaannya Digo tersenyum dan berdiri mendekati prilly, hingga kini mereka berdua bertatapan. "loe mau gak jadi cwe gw?" Tanya digo "loe gak lagi ngerjain gw kan digo?" Tanya prilly masih gak percaya "keliatannya gimana? Apa gw keliatan main-main?" ucap digo menatap prilly penuh arti "digoo...gww gak nyangka,," ucap prilly Loe mau gak jadi cwe gw?" ucap digo lagi dan prilly menganguk membuat digo tersenyum Digo langsung memeluk prilly dan keduanya tertawa senang, digo mengangkat tubuh prilly dan berputar-putar membuat prilly semakin tertawa lepas. Hingga akhirnya digo menurunkan prilly dan melepaskan pelukannya. "aku masih gak percaya digo, apa ini mimpi?" ucap prilly tersenyum, digo mencubit pipi prilly, "aww" ucap prilly memegang pipinya "bukan mimpi kan,"ucap digo sambil tersenyum lebar. "aku bener-bener udah jatuh cinta sama c mulut mercon, sang musuh bubuyutanku," sahit digo tertawa kecil "iya aku juga udah terkena virus cinta sang playboy kampung,,"sahut prilly kembali ikut tertawa ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN