"aku masih gak percaya digo, apa ini mimpi?" ucap prilly tersenyum, digo mencubit pipi prilly, "aww" ucap prilly memegang pipinya
"bukan mimpi kan,"ucap digo sambil tersenyum lebar. "aku bener-bener udah jatuh cinta sama c mulut mercon, sang musuh bubuyutanku," sahit digo tertawa kecil
"iya aku juga udah terkena virus cinta sang playboy kampung,,"sahut prilly kembali ikut tertawa
***
Setelah selesai makan buah kelapa dan pisang yang tadi diambil digo, kini mereka berdua menikmati waktu mereka dengan menyusuri tepian pantai, bermain air saling ciprat cipratan, bermain pasir, saling kejar-kejaran dengan canda tawa bahagia dan kini mereka berdua beristirahat ditepian pantai.
"cape banget dari tadi lari-larian" ujar prilly manja sambil memanyunkan bibirnya
"manja banget sich pacarku ini, sebelah mana yang pegalnya biar aku pijitin"sahut digo sambil menyentuh betis prilly dan memijitnya dengan lembut membuat prilly tersenyum bahagia
"kamu gak cape emang?"Tanya prilly dan digo hanya menggelengkan kepalanya
"tunggu sebentar yah, aku mau ngambil sesuatu" ujar digo menghentikan gerakannya
"mau kemana?" Tanya prilly heran
"sebentar saja"sahut digo lagi dan berlalu meninggalkan prilly. prilly trus menatap punggung digo yang kini sudah menjauh darinya
"mau kemana dia yah?" Tanya prilly sambil mengangkat kedua bahunya
Sudah 20menit digo tidak juga kembali membuat prilly khawatir dan kesal
"kemana sich digo? Xxo ninggalin aku sendiri disini sich"jawab prilly kesal, dan akhirnya memutuskan untuk untuk beranjak dari duduknya dan berjalan menyusuri bibir pantai dan terhenti saat melihat sesuatu dibawahnya."wakh ada kerang, indah banget bentuk kerang ini gak kayak kerang-kerang biasanya."sahut prilly berjongkok dan mengambil kerang itu dan memperhatikannya
"kamu sedang apa?"sahut seseorang yang suara khasnya tak asing buat prilly dan membuat prilly segera menengok kearah digo
"kamu dari mana aja sich lama banget"Tanya prilly manja sambil manyun dan membuat digo tersenyum
"kamu sedang apa disini pril?"Tanya digo tanpa menjawab pertanyaan prilly
"ini aku tadi nemuin kerang disini, liat dech bagus banget yah, warnanya putih s**u bersih lagi" sahut prilly
"kamu mau yang lebih banyak?" Tanya digo dan membuat prilly mengernyitkan dahinya bingung
Saat hendak akan menjawab digo sudah ada dihadapan prilly dan jaraknya hanya tinggal beberapa centi lagi membuat prilly gugup dan jantungnya seperti habis lari marathon. Dengan senyuman manisnya yang terukir dibibir digo, digo mengeluarkan sesuatu dari kantung celananya dan memperlihatkan sebuah kalung kerang yang indah dengan berbagai macam kerang, membuat prilly melotot dan kagum sekaligus senang.
"ini buat aku?"Tanya prilly
"iya buat kamu lah, dasar bodoh"sahut digo sambil mengacak-ngacak rambut prilly lembut membuat prilly tersenyum
"bagus banget digo, kamu dapat dari mana?" Tanya prilly lagi
"sini aku pakaikan"sahut digo tanpa menjawab pertanyaan prilly, digo memasangkan kalu kerang itu keleher prilly dibantu prilly dengan mengangkat rambutnya keatas. "tadi aku membuatnya sendiri, makanya agak lama ninggalin kamu karena ternyata buat kalung seperi ini cukup rumit"sahut digo sambil terus memasangkan kalung ke leher prilly
"kamu sendiri yang membuatnya?" Tanya prilly tak percaya sambil melihat dan memegang kalung dilehernya yang terlihat indah meskipun sangat sederhana.
Digo hanya mengangguk dan tersenyum menatap prilly
***
Hari sudah mulai petang matahari akan tenggelam. Prilly dan digo duduk ditepi pantai sambil bersandar kebatang pohon yang tumbang. Prilly menyandarkan kepalanya kepundak digo sambil memandangi sanset yang indah.
"indah banget yah sansetnya" sahut prilly
"iya indah banget, sayang"sahut digo
"apa???? Sayang" mendongakkan kepalanya menatap digo kaget
"kenapa? Ada yang salah sama ucapanku?" Tanya digo heran
"lucu aja, dari loe gw, mulut mercon, cwe manja dan berakhir jadi sayang,hhhee" ucap prilly tertawa kecil
"gpp dong, kan dari benci jadi cinta" jawab digo menundukkan kepalanya menatap prilly sambil tersenyum
"iya playboy kampungku cayangg,,,"ucap prilly seperti anak kecil
Digo menatap prilly dan menempelkan keningnya ke kening prilly dan menyatukan hidung mereka, membuat prilly merasakan hembusan nafas digo.
"apa yang mau dia lakuin ke gw? Jantung gw kayak mau loncat dari tempatnya, moga aja dia gak denger detak jantung gw yang kayak abis lari marathon"Batin prilly sambil terus menatap digo heran.
Perlahan digo mendekatkan bibirnya ke bibir prilly membuat prilly menutup matanya dan kini bibir digo menyentuh bibir prilly. mengecup bibir prilly dengan lembut seiringan dengan tenggelamnya matahari. Digo melepaskan ciumannya dan menatap prilly sambil tersenyum, prilly membuka mata dan merona karena malu prilly langsung membenahi duduknya dan menegakkan kepalanya.
"digo ini first kiss aku"
"kamu laper gak?"
"iya laper digo, tadi Cuma mkn pisang aja kan" sahut prilly
"yaudah kamu tunggu disini yah, aku bikin api unggun dulu dan nyari sesuatu yang bisa dimakan"sahut digo beranjak
"jangan lama-lama"sahut prilly dengan nada manja
"iya sayang, sebentar yah" sahut digo dan berlalu
***
Prilly dan digo sedang duduk sambil menikmati hangatnya api unggun.
"gimana kenyang makannya?"Tanya digo
"ngguk sich,hhee tapi gpp dech buat ngeganjel aja, yang penting ada kamu disini, itu udah cukup xxo," ucap prilly sambil nyengir kuda
"udah mulai gombal yah sekarang"sahut digo sambil membelai kepala prilly
"itu bukan gombal digo,"sahut prilly
"xxo digo?" Tanya digo mengernyitkan dahinya
"iya my beby honey digo,, puas !!" sahut prilly
"puas banget,,"tesenyum jail
"kamu xxo bisa tau masalah semua ini? Dan tumbuhan apa aja yang bisa kita makan dihutan ini"Tanya prilly
"iya dulu waktu aku sma aku salah satu anggota pecinta alam dan kegiatan seperti ini sudah biasa buatku" jelas digo
"oh gitu yah,"sahut prilly sambil ngangguk ngangguk. "liat dech bintangnya indah banget yah dan banyak lagi" sahut prilly
Digo menatap bintang dan matanya berkaca-kaca membuat prilly heran melihatnya.
"kamu kenapa honey?" Tanya prilly
"kata ibu kalau orang yang sudah meninggal akan melihat kita disana. disalah satu bintang paling terang, dan setiap kali aku kangen orangtua aku, aku slalu melihat bintang itu." Jelas digo sambil terus menatap langit dan bintang yang paling terang
"jadi orang tua kamu sudah,,,"ucapan prilly terhenti karena tidak mampu meneruskannya
"iya, orangtua aku sudah lama meninggal, ibu aku meninggal saat aku kelas 5sd, ibu meninggal karena pendarahan saat melahirkan adikku yang ternyata bayi dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan dan ayah meninggal saat aku kelas 1 SMA, ayah terkena serangan jantung karena usaha restaurant yang dia pimpin dan dia bangun dari nol bangkrut, dan menyisahkan banyak utang dimana-mana. Tinggal Aku dan kakakku Dika. Saat itu kak dika sedang kuliah tingkat 4, dia behenti kuliah dan mencari kerja siang dan malam untuk biayaku sekola dan membayar hutang ayah. Aku berniat berhenti sekola dan membantu kakak tapi kakak melarangnya dan menyuruhku harus bisa membantu dia dengan predikat yang baik disekolaku,"Jelas digo dan tanpa disadari air mata digo jatuh membasahi pipi membuat prilly terharu dan simpati.
"akupun berjuang untuk mendapatkan beasiswa dan masuk ke universitas terbaik dijakarta untuk membanggakan keluargaku terutama kakakku, aku juga ikut bekerja setelah pulang sekola, hingga akhirnya kehidupan kami normal dan aku mendapat beasiswa disebuah universitas dijakarta karena predikatku. Dan kakakku bertemu seseorang yang dia cintai hingga mereka menikah, dan ntah gimana kakak ipar membawa kak dika pergi ke Jepang dan melanjutkan usahanya disana, dia mengajakku untuk ikut pindah kesana tapi aku menolak dan ingin hidup mandiri, hingga akhirnya aku ketemu Kevin. Kevin begitu baik dan bermurah hati mengajakku untuk tinggal diapartementnya dan aku mendapat pekerjaan dicafenya dan dikantor ayahnya, meskipun gajinya gak seberapa tapi aku bersyukur mendapat pekerjaan dan rezeki ini."tambah digo
"Kevin membantuku kembali untuk mendapat beasiswa diuniversitas terbaik dijakarta untuk melanjutkan semester 3, dia ingin aku sekampus dengannya. Ayahnya menawarkanku untuk membiayai kuliahku tapi aku tak ingin merepotkan siapapun, aku hanya ingin mendapatkan sesuatu dari hasil jerih payah dan usahaku sendiri tanpa campur tangan oranglain, dan alham aku berhasil mendapat beasiswa lagi diuniversitas terbaik dijakarta hingga bisa bertemu denganmu, sekarang kamu sudah tau kan kalau aku ini hanya sebatang kara dan gak jelas asal usulnya, tinggal juga ditambung sama keluarga sahabat aku sendiri, aku gak punya apa-apa dan siapa-siapa"tambah digo
Prilly menangkup wajah digo dengan kedua tangannya sambil tersenyum dan menghapus air mata digo, dengan mata sayu dipenuhi air mata yang hampir tumpah.
"kamu sekarang punya aku digo, ada aku."sahut prilly menatap mata digo dengan tulus dan dalam hingga air matanya tumpah membasahi pipi karena sudah tidak mampu ditampung lagi. "ada aku yang akan slalu disamping kamu, ada aku yang sayang sama kamu, ada aku yang bisa kamu andalkan, ada aku yang bisa jadi sandaran buat kamu, ada aku yang akan buat kamu tersenyum dan ada aku yang akan slalu support dan nyemangatin kamu untuk mencapai cita-cita dan keinginan kamu"tambah prilly dengan mata yang sayu penuh ketulusan.
"apa kamu bener-bener jatuh cinta dan sayang sama aku?" Tanya digo
Dan prilly hanya mengangguk
"sejak kapan?" Tanya digo
"aku gak tau, yang pasti sudah cukup lama. Awalnya aku gak menyadarinya karena gengsi dan mustahil tapi ternyata perasaan ini memang tumbuh makin cepat"sahut prilly masih dengan menundukkan kepalanya karena malu, digo memegang dagu prilly dan mengangkatnya hingga mereka kini bertatapan dengan sangat dekat.
"terima kasih, terima kasih banyak prilly"sahut digo, napasnya begitu terasa hangat sampai kulit wajah prilly karena mereka begitu dekat hanya tinggal menghitung beberapa centi lagi.
"tidak ada kata terima kasih dalam cinta digo, sebuah ketulusan cinta tidak mengharapkan kata terima kasih"sahut prilly terus menatap mata digo dengan sendu.
"aku berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi pacarku dan menerimaku apa adanya"sahut digo tersenyum
"aku juga berterima kasih karena kamu mau memberi warna dalam hidupku untuk sekarang dan kedepannya, aku berharap selamanya"ucap prilly
"amin"sahut digo tersenyum
Untuk beberapa saat mereka saling berpandangan dengan ketulusan satu sama lain tanpa ada suara sedikitpun, hanya suara deburan ombak yang terdengar untuk beberapa saat hingga mereka tersadar dan membenahi duduk mereka masing-masing.
"aku gak nyangka kamu sehebat ini digo, aku kira kamu hanya seorang lelaki kaya dan sombong yang hanya bisa tebar pesona sama cwe cwe dan gonta ganti cwe"sahut prilly
"apa aku terlihat sebejat itu?"Tanya digo menoleh kearah prilly yang kini berada disampingnya dengan mata nanar merah sehabis menangis
"ya ngguk sich, kamu gak seperti itu Cuma itu pemikiran aku aja karna sikap kamu yang begitu dingin"jelas prilly
"sebenernya aku ini orangnya gak percaya diri pril, aku orangnya gampang minder. Aku bersikap dingin karena aku gak mau dihina sama orang-orang karena aku tau pasti dikampus itu semuanya anak orang kaya, dan untuk cwe-cwe sich bukan aku yang ngedeketin mereka apalagi sampai gonta ganti cwe, itu sich mereka aja yang
Ngedeketin aku"jawab digo sambil menaikan bahunya
"Pede banget sich loe,"sahut prilly terkekeh
" iya buktinya aja dikampus gak ada cwe yang aku pacarin"sahut digo lagi
"iya sich"jawab prilly
"sebenarnya aku udah menyukai kamu dari pas kita pertama kali bertemu di pintu kelas dan kita berebut untuk masuk kelas,"ujar digo sambil terkekeh mengingat kejadian itu."tapi semakin kesini aku melihat kamu begitu manja dan tau kalau ayahmu adalah donatur terbesar kampus ini membuatku benci sendiri dan ingin terus mengganggumu, karena jujur aku gak suka sama gadis ataupun pemuda yang hanya bersembunyi diketek ayahna dan berpoya poya menghabiskan uang dari orangtuanya, aku kira kamu seperti itu tetapi setelah aku mengenalmu ternyata kamu berbeda, kamu begitu istimewa dan berbeda dari yang lain dan aku sangat menyukaimu"sahut digo tersenyum sambil mengusap rambut prilly
"aku juga sangat menyukaimu playboy kampungku"prilly tersenyum.
Prilly menyandarkan kepalanya kebahu digo sambil menatap langit hingga tertidur, digo menidurkan prilly disana dengan batang pohon sebagai bantalan tidurnya lalu digo mengambil jasnya yang sudah mengering yang digantung diatas pohon dan menyelimuti prilly dengan jasnya.
"have a nice dream mulut merconku"sahut digo tersenyum dan mencium kening prilly, lalu digo mengambil posisi tidur disamping prilly.(skip)
Matahari telah naik seperempatnya dan membuat prilly terbangun karena silau akan sinar matahari. Prilly terbangun dan melihat digo masih tertidur lelap disampingnya, prilly menyelimuti digo dengan jas yang telah digunakan sebagai selimut. Prilly bangkit dan merentangkan kedua tangannya menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya, setelah merasakan releks di badannya prilly merapihkan ikatan rambutnya dan menatap digo yang masih tertidur.
"dalam keadaan sekarang, kita sama-sama gak mandi dan ganti baju, tetapi dia masih terlihat begitu tampan dengan halis tebalnya, bulu mata yang sangat lentik bahkan mungkin lebih lentik dariku, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang tipis, dengan garis wajah khas keturunan spanyol-arab. Sempurna !! satu kata yang kini ada untuknya, omg hello sekarang aku mengagumi musuh bubuyutan gw sendiri yang kini sudah berubah status dari musuh menjadi pacar, beruntung sekali,, andai aja gw nyadar dari dulu kalau dia sangat istimewa, gak bakal dech gw ogah ogahan buat suka sama dia"batin prilly sambil tersenyum menatap digo yang terlelap, tetapi seketika senyum prilly pudar dan mengernyitkan dahinya heran melihat digo yang tidurnya tidak tenang. Prilly menengok ke atas dan melihat sorot matahari yang mulai panas menyorot ke digo, lalu prilly menutupi sorotan itu dengan kepalanya membuat digo teduh dan mulai nyaman dalam tidurnya, dengan senyum jail prilly menggeserkan kembali kepalanya agar sorot mataharinya kembali menyoroti digo membuat digo tidak nyaman tidur, kemudian menutupi sorotan itu dengan kepalanya membuat digo teduh dan mulai nyaman kembali. Prilly tersenyum jail dan mendekati digo, berjongkok didekat telinga digo.
"I....Love...."bisik prilly ditelinga digo. "Youuu......"teriak prilly membuat digo terbangun kaget sambil memegang telinganya membuat prilly tertawa terbahak-bahak.
"dasar jail, awas yah nanti aku balas"sahut digo sambil tersenyum
Prilly berhenti tersenyum dan berlari kesuatu arah menjauhi digo membuat digo menatapnya heran, Dari kejauhan terlihat prilly mengambil bendera yang dibuat dari cardigannya dan menancapkannya kedalam pasir hingga berdiri, digo berlari menghampiri prilly.
"xxo dipasang?" Tanya digo
"aku ingin pulang dan mengumumkan ke temen-temen kampus kalo kita ini udah gak musuhan lagi dan aku cinta sama kamu"sahut prilly antusias dan tersenyum, tetapi tidak dengan digo. Dia seperti memikirkan sesuatu
"kenapa?"Tanya prilly heran
"aku takut disana kita tidak bisa bersama"sahut digo
"ko gitu?"Tanya prilly heran
"banyak perbedaan diantara kita pril, akan banyak penghalang bagi hubungan kita"sahut digo
"tidak ada penghalang apa-apa diantara kita digo, aku sayang kamu dan kamu sayang aku, itu udah cukup dan tidak aka nada penghalang apapun untuk hubungan kita"jelas prilly meyakinkan
"tapi..."suara digo terhenti karena mendengar suara kapal boats.
Seketika digo dan prilly menengok kearah suara tersebut dan benar saja ada 5kapal boats yang mendekati pantai, saat sudah ditepi pantai terlihat orang-orang dikapal itu turun.
"Prilly..."teriak mila sambil berlari menghampiri prilly dan digo yang masih mematung, diikuti kirun, Kevin dan ulle
Mila langsung memeluk prilly diikuti ulle dan Kevin memeluk digo.
"loe gpp kan pril, go?"Tanya mila melepas pelukannya
Prilly menggelengkan kepalanya dan seketika melihat kearah seseorang yang sedang berjalan dibelakang teman-temannya.
"papa"teriak prilly dan berlari memeluk papanya. Digo menatapnya dengan tatapan misterius.
***