Episode 10

2179 Kata
Cahaya matahari masuk ke celah jendela, membuat gadis yang sedang tertidur ditempat tidur mengerjapkan matanya dan terbangun. "Sudah pagi ternyata, rasanya senang sekali bisa kembali tidur dikamarku"sahut prilly dan beranjak memasuki kamar mandi. (Skip) Prilly menuruni anak tangga dan menuju ke dapur yang sudah terlihat sang mama sedang menyiapkan sarapan. "Pagi ma,"sahut prilly seraya memeluk dan mencium mamanya "pagi sayang, akhirnya kamu kembali dengan selamat, mamah senang sekali, kekhawatiran mamah sudah berakhir"sahut mama sambil membelai pipi prilly "aku gak apa-apa xo mah, aku kangen sama mama"sahut prilly memeluk mamahnya "apalagi mamah benar-benar kangen banget sama princes mama ini"membalas pelukan dan tersenyum lembut "papa mana mah?"sahut prilly seraya melepaskan pelukan mamah "papa ada kerjaan yang harus segera diselesaikan ke Malaysia"sahut mamah seraya mengambil roti dan mengoleskan selai strawberry kesukaan prilly. "sampai kapan mah?"sahut prilly seraya duduk "sampai 2 minggu kedepan"sahut mamah seraya memberikan roti ke arah prilly dan duduk dikursi ikut menikmati sarapannya. Hingga prilly selesai menghabiskan rotinya. Dan mengambil kembali roti dan mengolesnya dengan selai. "apa gak salah? Kamu nambah lagi?"Tanya mamah heran "bukan buat aku mah, tapi buat seseorang"sambil tersenyum dan beranjak kedapur, tak lama kembali lagi sambil membawa nampan Taperware dan memasukan roti yang sudah disiapkan tadi. "sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nich" goda mama dan berhasil membuat prilly merona. "siapa sich seseorang yang sudah berhasil meluluhkan hati anak mamah ini yang kayaknya gak pernah menyukai seseorang" sahut mama tersenyum jahil "ikh mama apaan sich, nanti dech aku kenalin ke mamah,"jawab prilly tersenyum dan mencium tangan dan pipi mama dan bergegas pergi keluar. Saat sampai teras terlihat seseorang duduk diatas motor maticnya sambil tersenyum kearah prilly. "pagi,"sahut digo dengan senyum manisnya "pagi honey, ayo kita berangkat"sahut prilly "gpp kan kita ke kampus pake motor aku? Mungkin tidak senyaman seperti dimobil"sahut digo seakan merasa bersalah "Ssstt.. kamu ngomong apa sich honey, aku tidak perduli mau naik apapun, sekalipun harus jalan kaka tau naik angkot aku gak perduli asal sama kamu"sahut prilly tersenyum "aku bersyukur bisa mendapatkanmu, yang mau menerimaku apa adanya"sahut digo seraya mengusap kepalaku lembut "aku juga bersyukur bisa jadi pacar orang yang begitu tampan dan hebat seperti kamu honey," batin prilly sambil terus menatap digo sambil tersenyum. "kamu lagi ngelamunin apaan sich sayang?"sahut digo seraya membelai pipi prilly."hayo lho pasti mikirin yang ngguk ngguk dech" tambah digo tersenyum jahil. "apaan sich kamu, so tau dechh,,"sahut prilly terkekeh. Saat prilly hendak mengambil helm dari tangan digo, digo langsung memakaikannya helm itu ke kepala prilly. "naiklah"sahut digo saat dia sudah siap untuk melajukan motornya dan prillypun menuruti. Diperjalanan keduanya terdiam hening hanya suara kendaraan yang berlalu lalang dikota Jakarta yang slalu ramai dan macet. "apa gw harus meluk digo yah, tapi kan gengsi. Tapi kalau gak meluk juga gw harus megang kemana nich aduhh" batin prilly Seakan mengerti apa yang dipikirkan oleh prilly, tangan digo menarik tangan kiri prilly dengan tangan kirinya untuk memeluknya dan dengan spontan tangan kanan prillypun mengikutinya dan segera memeluk digo sambil tersenyum dan menyandarkan dagunya ke bahu digo. "sayang, mungkin nanti pulangnya aku gak bisa bareng sama kamu. Aku harus kerja kebetulan minggu minggu ini dikantor sibuk banget, banyak yang harus diselesaikan, tapi aku akan slalu nyempetin buat jemput kamu meskipun pulangnya gak bisa nganter"sahut digo "iya honey gpp xxo, aku ngerty. Lagian aku bisa nebeng sama kirun atau minta jemput sama sopir dirumah, kamu yang semangat aja yah kerjanya"sahut prilly mengeratkan pelukannya "makasih sayang,"sahut digo tersenyum sambil fokus pada jalanan " kamu udah sarapan belum?" Tanya prilly "belum, tadi gak sempet soalnya takut kamu nunggu aku jemput"sahut digo "so sweetz banget sich pacarku ini"sahut prilly manja."aku bawa roti buat kamu sarapan, dimakan yah nanti dikampus" tambah prilly "iya, makasih yah sayang"sahut digo Tanpa terasa kini motor digo memasuki parkiran kampus dan memarkirkan motor maticnya, prilly segera turun dan digo membantu prilly membukakan helmnya. Mereka kini berjalan melewati lorong-lorong kampus untuk memasuki kelasnya dan selama perjalanan semua mata menatap kearah prilly dan digo,saling mencibir satu sama lain karena dari parkiran tangan digo tak lepas menggenggam tangan prilly. tatapan mereka membuat prilly ingin segera bersembunyi karena tatapan aneh dengan berbagai ekspresi. Prilly terus menunduk tak mampu lagi melihat kesekelilingnya hingga sampai didepan kelas dan saat masuk kekelas semuanya heboh sekali bukan main. "WOWWW,,,, dunia mau kiamat nichh"sahut Kirun saat melihat digo dan prilly masuk "sepertinya ada yang habis dirukiyah nich,"sahut Kevin Digo melepaskan genggamannya dan aku segera duduk dibangku ku dan digo duduk dibangkunya. "sepertinya dipantai pink kemari terjadi sesuatu sama kalian berdua, apa kepala loe terbentur go?"sahut Kevin seraya mengecek jidat dan kepala digo "apaan sich loe, gw gak kenapa-kenapa xo"sahut digo datar Kirun kini sudah berdiri didepan bangku prilly dan menempelkan punggung tangannya kedahi prilly. "apaan sich loe?"Tanya prilly memundurkan kepalanya "suhu tubuh loe normal, terus ada apa dengan loe?"Tanya kirun menatap intens ke prilly "gw gpp xo ki joko bodo"sahut prilly "terus apa yang buat loe bisa gandengan sama c playboy kampung cap buaya busuk musuh loe itu?" Tanya prilly heran "gww...gww"jawab prilly gelagapan "kita berdamai, apa ada yang salah ki?"sahut digo menyelamatkan prilly dengan tatapan datarnya "damai???" sahut kirun tertawa terbahak-bahak dan kini semua murid dikelas mentertawakan prilly dan digo, "OMG HELOOO....."teriak prilly berdiri dan semuanya berhenti tertawa dan menutup telinga mereka "apa ada yang salah? Peperangan antara inggris dan Indonesia aja bisa berdamai, apalagi gw"jawab prilly enteng "sepertinya mereka berdua terhipnotis dech waktu dipantai kemarin"sahut ulle tersenyum jahil "sepertinya virus cinta sudah menjalar kehati mereka berdua"sahut mila tersenyum dan berhasil membuat prilly merona dan kembali duduk "ekh go, sejak kapan loe bawa bekal?"Tanya Kevin heran saat melihat digo membuka taperwarenya "gw tadi gak sempat sarapan jadi wajarkan kalau gw bekel makanan"sahut digo datar sambil memakan roti yang ada didalam taperware "gw kayaknya tw dech itu taperware punya siapa"sahut mila tersenyum jail ke prilly. "akhirnya dosen datang juga, gw udah hampir pingsan disini gara-gara dijailin sama temen-temen sekelas"Batin prilly *** "ki, gw nebeng loe yah pulang"sahut prilly saat berjalan keluar kelas bersama dengan kirun, mila, ulle, dan Kevin. Karena digo sudah pergi lebih dulu "tumben loe nebeng gw? Loe gak bawa mobil?"Tanya kirun "ngguk," sahut prilly "gw juga ikut loe yah ki, Kevin ada keperluan katanya"sahut mila "kita barengan aja yukk,, kita ngobrol-ngobrol ke mall kan udah lama gak nongkrong"sahut ulle "bener juga,, ayo dech !! gpp yah vin sekarang giliran gw yang akan jadi cover boy ditemenin 3cwe sekaligus"sahut kirun bangga sambil memegang kerahnya dan berhasil mendapat toyoran dari ulle, mila dan prilly membuat kirun memegang kepalanya dan Kevin hanya tertawa "gw titip mila yah, sayang nanti aku nyusul kamu kesana yah"sahut Kevin "oke sayang,"mila tersenyum Akhirnya mereka berpisah menaiki mobil kirun dan Kevin menaikin mobilnya sendiri. *** Ulle, mila, prilly dan kirun duduk dicafe tempat biasa mereka nongkrong setelah berjalan-jalan mengelilingi mall, pelayanpun datang dan mereka berempat segera memesan. Setelah selesai menulis menu yang dipesan, sang pelayanpun pamit dengan sopan. "oke mulai ceritanya pril" sahut mila antusias "cerita apa?"sahut prilly pura-pura tidak mengerti "aghh loe pura pura gak ngerty, ya masalah loe sama musuh bebuyutan loe itu lah"sahut kirun tak kalah penasaran Prilly nyengir kuda sebelum bercerita, terlihat ketiga temannya itu memperhatikan prilly penuh penasaran dan tak sabar, prilly menarik nafas dan mengeluarkannya lalu mulai bercerita semuanya dari awal sampai akhir tak ada yang dia sembunyikan, dan saat bercerita sesekali teman-temannya tertawa, menatap serius lagi dan berbinar kagum dan tak menyangka. "gak nyangka gw, ternyata dibalik sikap coolnya digo dia menyimpan banyak luka dan kesedihan"sahut mila "iya loe bener, gw juga ampe merasa menyesal selama ini udah hina dia, setelah tau dia gimana orangnya malah bikin gw jatuh cinta sama dia"sahut prilly "cie yang udah mulai jatuh cinta"sahut kirun "gw seneng akhirnya kalian bisa bersatu"sahut mila "emang, rasanya plong banget tanpa harus memendam perasaan kita sendiri"sahut prilly dan membuat ulle memikirkan sesuatu "bener apa kata prilly, apa gw harus ungkapin ke kirun tentang perasaan gw ini?"batin ulle sambil menatap wajah kirun "first kiss yang romantic sekali"sahut mila tersenyum lebar dan membuat prilly merona mengingatnya. Pesananpun datang dan mereka langsung menyantap makanan masing-masing, dan tak lama Kevin datang bersama digo. "hai guys"sahut Kevin seraya duduk disamping mila "hai sayang,"sahut digo tersenyum mengusap kepala prilly seraya duduk disamping "hai honey"prilly tersenyum dan serentak membuat keempat temannya tertawa dan membuat prilly dan digo menautkan alisnya heran. "hei, kalian kenapa sich?" Tanya prilly heran "hai honey"ejek kirun menirukan suara cwe, dan tertawa "ikhhh Kirunnnnnnnn"saut prilly dengan suara 8oktafnya "pelankan suara lor pril, orang orang melihat kearah kita"sahut Kevin Prilly menutup mulutnya karena malu "sepertinya ada yang udah gak risih lagi denger suara 8 oktaf loe pril,"sahut ulle sambil melihat kearah digo "kuping gw udah mulai kebal sama suaranya prilly"sahut digo cuek "kamu udah makan?"Tanya prilly, dan digo hanya menggelengkan kepalanya. "yaudah kamu mau pesen apa biar aku pesenin?"Tanya prilly "gak usah sayang, aku gak terlalu laper ko"jawab digo "ikh kamu, susah banget disuruh makan."sahut prilly mengambil makanan dengan sendoknya dan menyodorkannya kemulut digo. "aaaaa...."tambah prilly, digo tersenyum dan membuka mulutnya memakan dan mengunyahnya. "ogah yahh,, amit amit tujuh turunan kalau gw harus suka sama c playboy kampung cap buaya busuk itu, mending jomblo seumur hidup dechh"ejek kirun menyerupai suara prilly "ikhh kirunn,, aaahhh honey liat tuch c kirun ngeledekin aku terus"sahut prilly manja sambil menarik narik lengan digo "tapi ternyata suka juga yah sama c playboy kampung itu"tambah digo tersenyum jahil "ikh honey mah malah ikutan ngeledekin aku"sahut prilly dan berhasil membuat semuanya tertawa. Mereka asyik berbincang-bincang sambil bercanda. *** Seminggu telah berlalu, prilly dan digo semakin mesra dan sudah tidak canggung lagi memamerkan kemesraannya dikampus meskipun banyak yang mencibirnya, mereka adalah para fans digo yang merasa kalah saing, dan terkadang berhasil membuat prilly cemburu dan membuat digo harus ekstra membujuk dan menjelaskan kepada prilly, dalam seminggu ini digo masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Sekarang saja dihari sabtu disaat weekend digo masih sibuk dengan urusannya dan membuat prilly cemberut dan akhirnya hanya bersantai saja dirumah, saat pukul 4 sore terdengar ada line masuk ternyata pesan dari digo. Berdandanlah yang cantik my princess,, aku tunggu kamu ditaman jam 7. Jangan sampai terlambat yah sayang. Isi pesan digo berhasil membuat prilly loncat loncat kegirangan, dan berhenti saat mamah berdehem dan secepat kilat prilly melesat ke kamarnya untuk bersiap-siap. Hingga kini jam dindin dikamar prilly sudah menunjukkan pukul 18.40 dan prilly masih asyik menatap dirinya didepan cermin. "omg hello gw cantik banget, my beby honey digo pasti terpesona dech liat kecantikan gw"sahut prilly tersenyum. "sebenarnya ada apa yah ko digo ngedadak banget ngajakin ketemu ditaman mala mini, apa dia nyiapin kejutan buat gw? Aduhhh gw bisa-bisa pingsan dapet kejutan lagi dari digo, aghh astaga dia romantic sekali"sahut prilly berbinar-binar bahagia.gw harus segera kesana takut my beby honey nunggu"sahut prilly beranjak, kini prilly mengenakan dress selutut berwarna biru muda dengan tatanan rambut yang ditata rapih memperlihatkan leher jenjangnya dan kulit putih mulusnya, dengan memakai highheels warna senada. Setelah berpamitan pada mamahnya, prilly berjalan keluar Karen ataman yang dimaksud tak jauh dari rumah prilly, membuat prilly hanya berjalan kaki menuju kesana. Setelah sampai ditaman terlihat sangat sepi dan mencekam, membuat prilly heran dan bingung melihat sekeliling yang gelap. "digo kamu dimana?"sahut prilly sambil mencoba menghubungi digo tetapi nomornya tidak aktif. "digo kemana sich? Xxo sepi banget dan gelap banget disini, ini lagi ngajak ketemu tapi nomornya gak aktif."sahut prilly cemberut Dan saat melihat kedepan tiba-tiba lampu menyala terlihat indah dengan ukiran kata I Love You Prilly membuat prilly menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena kaget, didepan tulisan lampu itu terdapat 2 kursi dan satu meja dengan hiasan dan tenda yang indah dan terkesan sangat romantic lebih indan disbanding drestauran restaurant dan dari balik lampu yang diukir itu keluar digo dengan jas berwarna abu dengan celana jeans berwarna senada dan tatanan rambutnya yang ditata rampih membuat dia terlihat begitu mempesona dan tampan, digo berjalan menghampiri prilly sambil memainkan gitarnya dan bernyanyi. Kau terindah.. Membuatku terpanah Kau sempurna Tebarkan pesona Kau terindah membuatku menggila Kau sempurna Tebarkan asmara..... "I love you princess prillyku" sahut digo tersenyum yang kini sudah berada dihadapan prilly, prilly masih belum berkutik. Prilly masih kaget dan tanpa terasa airmatanya tumpah membasahi pipi karena terharu. "jangan nangis dong sayang"sahut digo menghapus air mata prilly "my beby honey ini romantic banget,"sahut prilly senang dan berbinar Digo tersenyum dan menghapus airmata prilly, lalu menarik tangan prilly untuk duduk di kursi yang sudah disiapkan "maaf yah sayang aku buat kamu takut, aku hanya ingin member kamu kejutan aja, lagian kita kan belum pernah kencan"sahut digo "ini kencan pertama kita,"sahut prilly tersenyum senang "ayo kita makan"sahut digo Keduanya tengah menyantap makanan mereka masing-masing dengan keheningan dan sesekali saling menyuapi. Hingga mereka menghabiskan makanannya "gimana enak?"Tanya digo "iya enak, kamu xxo nyiapin ini semua?bukannya kamu sibuk?"Tanya prilly "iya aku memang sibuk tapi itu juga demi aku mendapatkan uang buat nyiapin ini buat kamu,"sahut digo "kamu...omg hello honey kamu segininya mentingin aku?"sahut prilly bener-bener terharu "aku hanya ingin kamu bahagia sayang"sahut digo memegang tangan prilly "padahal kamu gak perlu segininya honey, kita makan ditempat sederhana aja asalkan sama kamu, aku gak keberatan honey, kamu terus menerus memperlakukanku seistimewa ini." Sahut prilly "terima kasih untuk mengertianmu sayang, tapi ini memang keinginanku juga,"sahhut digo tersenyum manis menatap prilly hingga membuat prilly terpesona. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN