"aku hanya ingin kamu bahagia sayang"sahut digo memegang tangan prilly
"padahal kamu gak perlu segininya honey, kita makan ditempat sederhana aja asalkan sama kamu, aku gak keberatan honey, kamu terus menerus memperlakukanku seistimewa ini." Sahut prilly
"terima kasih untuk mengertianmu sayang, tapi ini memang keinginanku juga,"sahhut digo tersenyum manis menatap prilly hingga membuat prilly terpesona.
"sayang kita dansa yuk," sahut digo beranjak dari duduknya berjalan kesamping prilly dan menyondongkan badannya kea rah prilly seperti menghormat di daerah cina sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum menatap prilly, dengan tersenyum bahagia prilly membalas uluran tangan digo dan berdiri.
"tapi gak ada musiknya honey?"sahut prilly bingung
"dengarkanlah,"sahut digo, dan seketika terdengar alunan music romantic
"xxo bisa sich honey,,"ujar prilly heran tetapi membuatnya kagum.
Digo merengkuh badan prilly mendekat kebadannya dan seketika prilly mengalungkan tangannya ke leher digo, perlahan digo membimbing prilly bergerak, membuat keduanya saling bertatapan dan digo menunduk menempelkan dahinya ke dahi prilly meski prilly harus mendongakkan kepalanya agar bisa menatap digo.
" I love you princesku" bisik digo ditelinga prilly
" I love you too pangeran arabku"sahut prilly tersenyum dan mengeratkan pelukannya ke digo.
Keduanya menikmati alunan music sambil berdansa dengan posisi saling berpelukan.
Beberapa saat kemudian, kini keduanya sudah kembali duduk. Digo memberikan seikat bunga ke prilly. dan membuat prilly tersenyum senang.
"honey terima kasih yah, ini adalah cinta pertama yang indah buat aku"sahut prilly tersenyum kearah digo
"memang kamu belum pernah pacaran?" sahut digo heran dan prilly hanya menggelengkan kepalanya
"aku memang pernah dekat sama beberapa cwo dikampus tapi gak lebih sebatas teman aja, bukannya aku gak mau pacaran tapi memang belum ada yang bisa buat aku jatuh cinta aja. Tapi kamu berhasil buat aku jatuh cinta sama kamu digo. Aku sangat berharap kamu cinta pertama dan terakhir aku, aku laki-laki terakhir yang aku kenal dan dekat dengan aku"sahut prilly menggenggam tangan digo
"amin, aku juga berharap kamu cinta terakhir aku. Dan aku akan slalu berusaha untuk buat kamu bahagia, sayang" sahut digo mengusap kepala prilly
"aku juga akan slalu ada buat kamu, disamping kamu, menemani kamu saat susah ataupun senang, aku ingin menjadi sandaran buat kamu" ujar prilly
"aku beruntung dapatkan perempuan sesempurna kamu"ujar digo membelai pipi prilly
"aku gak sempurna digo, aku sempurna kalau bersamamu"ujar prilly memegang tangan digo. " I love u so much honey" sahut prilly
"I love u more mulut mercon"sahut digo seraya mencium kening prilly.
"aaaa honey xxo manggil-manggil mulut mercon sich, lagi romantic romantisnya juga,," sahut prilly cemberut membuat digo terkekeh
"c mulut merconku ini ternyata gampang banget yah marahnya."goda digo sambil mencolek dagu prilly " jangan gampang marah lho, ntar mulutnya makin lebar lho kayak mercon,"sahut digo tertawa
"ikhhh honey,,"sahut prilly manja dan hampir memukul digo dengan tangannya tetapi digo langsung menjauh dari prilly "dasar playboy kampung tengil cap buaya busuk, awas yah kamu"sahut prilly mengejar digo, tetapi tidak mampu menangkap digo. "aghh honey capee, aku pake highheels malah diajak lari larian. Pegel tau" sahut prilly manja sambil memegang kakinya
"pegel yah sayang, maaf dechh" sahut digo sambil mengusap kepala prilly
"mana yang sakit?" sahut digo
"ini kakinya sakit"sahut prilly manja, digo mengecek kaki prilly, tetapi tiba-tiba digo menggendok tubuh prilly "aghh digo,,"teriak prilly kaget dan segera mengalungkan tangannya keleher digo. Digo terkekeh
"kaget honey,"Ujar prilly dengan nada manja
"kan kamu bilang pegel tadi"sahut digo tersenyum "kita pulang yuk, udah malam"tambah digo dan dijawab dengan anggukan oleh prilly
***
"Tok tok tok"
Suara ketukan pintu, dan tak lama pintu dibuka oleh seorang laki-laki paruh baya dengan menggunakan kaca mata.
"papa..."
Sahut prilly dan memeluk laki-laki yang dipanggil papa oleh prilly. prilly melepas pelukannya dan menatap papanya heran karena tidak membalas pelukan prilly. dan terlihat sedang menahan amarahnya.
"dari mana aja kamu prilly, gak liat ini udah jam berapa?" Tanya papa
" baru jam 9 pah, kenapa memangnya?" sahut prilly dengan polosnya
"ini udah malem, gak pantes gadis pulang malem malem sama cowok, apalagi ini cowok yang gak jelas asal usulnya."sahut papa meninggikan suaranya karena emosi
"maafkan saya om, sudah mengajak prilly keluar hingga larut malam" sahut digo dengan sopan
"pah, prilly kan memang sudah biasa pulang jam segini?"sahut prilly
" saya gak suka kamu deket deket anak saya,"sahut papa tanpa memperdulikan pertanyaan prilly."saya sudah tau siapa kamu dan asal usul kamu, saya tau kamu numpang dirumah Kevin dan asal usul kamu gak jelas. Harusnya kamu ngaca siapa kamu dan siapa prilly, kalian sangat berbeda. Aku tau pikiran pikiran licik orang rendahan kayak kamu, hanya ingin memeras harta saya kan karena tau prilly ahli waris satu-satunya harta saya jadi dengan gampang kamu bisa memeras dan memoroti anak saya !!!" bentak papa prilly seraya menunjuk nunjuk kearah digo
"Papa cukup, digo gak seperti apa yang papa kira,"
Sahut prilly meninggikan suaranya sambil menangis membuat mama prilly keluar karena mendengar keributan diluar.
"KAMU SUDAH BERANI MEMBENTAK PAPA PRILLY, KAMU BERANI MELAWAN PAPA SEKARANG !!" sahut papa prilly semakin emosi
"maaf papa, prilly gak bermaksud membentak papa, tapi digo gak salah pah. Dia gak pernah morotin prilly" sahut prilly menunduk sambil terisak
"CUKUP !!!! semenjak kamu dekat dengan laki-laki ini, kamu jadi berani melawan papa."sahut papa prilly "masuk ke kamar sekarang !!!"
"tapi pah" sahut prilly
"MASUK KE KAMARMU SEKARANG !!!"
amarah papa sudah sampai ke ubun-ubun. Mama segera merangkul prilly menyeret ke dalam, prilly menatap digo, digo pun membalas tatapan prilly dengan teduh seakan mengisyarakan "aku tidak apa-apa, masuklah semua akan baik baik saja" dengan berat hati prilly masuk ke dalam rumah. Papa kembali menatap digo
"kamu butuh uang berapa?" sahut papa prilly, membuat digo mengernyitkan keningnya
"maksud om?" Tanya digo heran
"kamu butuh uang berapa agar bisa menjauhi prilly" sahut papa prilly dengan nada merendahkan
"maaf om, saya tidak butuh uang anda. Saya memang orang sederhana, seorang yang hidup sebatang kara tetapi saya masih punya harga diri. Saya tulus mencintai dan menyayangi prilly karena hatinya bukan karna harta ataupun sesuatu yang dimiliki prilly. saya gak ada niatan sama sekali untuk memeras prilly apalagi sampai memorotinya. Saya selalu mengusahakan segalanya dari hasil saya sendiri tanpa harus menerima pemberian dari oranglain."sahut digo tenang dengan nada sopan
"sombong sekali kau !! Saya tidak punya waktu buat ngedengerin ocehan kamu. Saya minta kamu jauhin prilly, kamu harus sadar siapa kamu dan siapa prilly, level kalian berbeda jauh seperti langit dan bumi. Saya gak mau lihat kamu dekat lagi sama prilly"sahut papa prilly dan beranjak masuk ke rumah dan menutup pintu dengan sangat keras. Seperti ditimpa reruntuhan diatas kepalanya digo terdiam beberapa saat menahan sesak di d**a nya. Dan perlahan digo berjalan keluar pagar rumah. Petir menyambar dilangit menandakan akan turun hujan, dan seketika hujan turun dengan derasnya membasahi tubuh digo yang sedang berjalan yang kini telah melepas jasnya.
"AGHHHH,,,, SIALLLLL"
Teriak digo sambil menendang botol didepannya.
"baru saja kebahagiaan itu datang. Sekarang malah jadi kayak gini. Aghhhhhhhh" sahut digo sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
***
Prilly berlari kea rah jendela saat mendengar petir dan turun hujan.
"Digo,,, kamu dimana sekarang? Maafkan papa ku digo,"
Sahut prilly dengan mata yang sembab terus menangis. Tiba-tiba pintu kamar prilly terbuka, membuat prilly menengok saat melihat papanya yang masuk prilly segera menghapus air matanya. Papa prilly berdiri agak jauh dari prilly
"papa gak bisa keras atau kasar sama kamu pril, papa harap kamu tidak akan mengecewakan papa. Papa gak mau liat kamu deket-deket sama cowok tengil itu..."omongan papa prilly terpotong oleh prilly
"dia punya nama, namanya digo"sahut prilly
"papa gak perduli siapapun namanya, pokoknya papa gak mau liat kamu deket deket lagi sama dia." Tegas papa
"tapi pa..."belum selesai omongan prilly, papa sudah memotongnya
"papa tidak mau dibantah, kalau kamu tetep tidak menurut terpaksa papa akan kirim kamu ke singapura ke tante emillya" sahut papa tegas dan beranjak keluar kamar membuat prilly mematung seakan atap diatas kepalanya runtuh tepat dikepala prilly sehingga membuat kakinya lemas membuat prilly terduduk sambil menangis terisak. Mama menghampiri prilly dan duduk disamping prilly.
"sayang,,"sahut mama membelai kepala prilly
"kenapa papa sejahat ini mah, kenapa harta begitu penting dimata papa, kenapa mah, hikz....hikz....hikzzz..." sahut prilly terus terisak dipelukan mamanya
"kamu tenang yah sayang, papa kamu bersikap seperti ini karena dia sayang sama kamu, papa gak mau kamu salah memilih pasangan" sahut mama prilly
"tapi digo anak baik mah, kalau mamah kenal sama dia mamah pasti akan sangat kagum sama dia mah,"prilly mendongakkan kepalanya menatap mamanya dengan sendu
" iya sayang mamah tau, kamu yakinlah pada tuhan kalau kalian berjodoh pasti kalian akan bersama lagi" sahut mama memeluk anak sematang wayangnya seakan menenangkan prilly.
***
Dengan lemas dan sendu, prilly turun menuju tempat makan yang terlihat sudah ada papa dan mamanya.
"sini sayang, kita sarapan dulu" sahut mama mengambilkan roti dan mengoleskannya dengan selai strawberry kesukaan prilly
"aku gak lapar, aku langsung berangkat mah, pah"sahut prilly mencium tangan mama dan papanya
"kamu berangkat bareng sama mang entis, kamu kemana-kemana harus diantar sama mang entis."sahut papa prilly datar
Prilly menghela nafas, "prilly berangkat dulu, assalamu'alaikum" sahut prilly beranjak meninggalkan kedua orangtuanya.
***
Dikampus terlihat sudah ada teman-temannya yang sedang berkumpul sambil mengobrol, prilly menatap kesemua ruangan mencari sosok digo, tetapi sosok yang dia cari tidak terlihat batang hidungnya.
"hai prill,"sahut mila melambaikan tangan, prilly berjalan mendekati teman-temannya.
"ciee yang semalam abis kencan"sahut ulle tersenyum jail
"eitss,, xxo mukanya cemberut gitu. Bukannya dinnernya semalam romantic yah"sahut kirun menatap prilly
Prilly tersenyum kecil, dan menundukkan kepalanya mangambil nafas yang terasa sulit dan sesak. Dan kembali mendongakkan kepalanya melihat kearah teman-temannya dengan senyum terpaksa.
"vin, digo belum dateng?" Tanya prilly
"sepertinya dia gak masuk pril, soalnya kan Cuma satu mata kuliah. Dia ada kerjaan dikantor papa" Jelas Kevin
Prilly mengangguk
"kamu gpp kan pril?" Tanya mila berdiri menatap prilly yang sendu, matanya sudah dipenuhi airmata yang hampir tumpah. Mila hapal sekali karakter prilly segera memeluk prilly dengan mengelus punggung prilly.
"loe cerita sama gw pril? Ada apa?"Tanya mila mencoba menenangkan prilly, tak mampu membendung lagi, airmata prilly tumpah membasahi pipinya dengan terisak menandakan hatinya bener-bener perih. Membuat 3temannya melihat prilly dengan bertanya-tanya.
Setelah terasa tenang prilly menceritakan semuanya apa yang terjadi semalam.
"tega banget sich, kasihan digo dhina-hina gitu !! pantes aja semalam dia pulang dengan sangat amburadul, pakaian yang basah, wajah yang kacau" sahut Kevin merasa kesal membuat prilly menangis kembali
"semua orangtua pasti slalu ingin yang terbaik buat anaknya" sahut mila mencoba menetralkan keadaan
"kita harus memikirkan gimana caranya untuk meyakinkan bokapnya prilly kalau digo gak seperti apa yang dia kira." Sahut kirun
Kini semuanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing.
***
Kevin berjalan menyusuri tangga dan masuk ke kamar digo, terlihat digo sedang duduk dibalkon kamar sambil memainkan gitarnya dan bernyanyi, Kevin terus memperhatikan digo dengan iba.
Malam ini ku lihat bulan
Tak terjatuh lalu terurai
Ku nggak ngerti apa yang harus
Ku lakukan
Hari ini aku putuskan
Untuk jauh ku langkahkan kaki
Untuk pergi dari dirimu
Biarkanlah kan kubawa
Sejuta harapan yang indah
Yang pernah kita lalui
Saat bersama
Ku harap kau bisa mengerti
Cinta kita tak direstui
Malam ini harus
Rela ku pergi
Maafkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu
Dengarkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu
***