42. Topeng

1538 Kata
Hallo guys, kalian team mana nih..KENZI atau GARA? Bantu comentar ya. Siapa aku tahu yang baca siapa aja. ****** Apa kalian tau siapa wanita? Mereka adalah seseorang yang tidak pernah ingin berkenalan dengan pertemuan yang berakhir dengan air mata. Itulah Naira, pertemuan pertama sangat bahagia, dia begitu menemukan dunia nya. Tetapi setelah beberapa saat tak bertemu, dan sekarang malah di pertemukan dengan orang yang sama, dan perasaan yang masih sama juga tetapi dengan suasana yang berbeda. Kenzi! Satu nama yang ingin sekali Naira hilangkan nama nya dari hati nya. Kenzi! Satu nama yang ingin sekali Naira hilangkan dalam pikiran nya. Kenzi! Adalah satu nama yang Naira saja berusaha keras untuk melupakan nama nya dalam setiap kegiatan, simple nya Naira ingin melupakan Kenzi dalam hati nya. tetapi mengapa sangat sulit, bahkan hampir tidak bisa. jika dalam 100 persen penuh Naira mengingat Kenzi maka hanya lima persen saja yang dapat Naira hilangkan nama itu. "Apa kabar?" Sapaan ramah yang terlontar dari bibir pria jangkung yang tepat berada di hadapan Naira itu, membuat jantung Naira berpacu lebih cepat. Nafas Naira rasa nya seperti tercekat ketika pria itu sangat dekat dengan nya. Walau wajah pria itu tetap datar, tetapi dari nada suara nya sangat ramah dan lembut. Apa maksudnya ini? Gara segera mendekat ke arah Naira, berdiri di samping Naira yang mematung, yang tengah memperhatikan pria berseragam hitam yang berada di depan nya. Gara bingung dengan ucapan pria itu sekaligus bingung dengan ekspresi Naira, Naira pernah bicara kepada nya jika wanita itu pernah di kecewakan oleh seorang pria, dan bisa di tarik kesimpulan jika ekspresi yang di keluarkan oleh Naira kentara dengan suasana hati nya. benarkah pria berseragam itu yang telah membuat Naira kecewa? "Kabar baik." Jawab Naira datat, walau sebenarnya Naira ingin sekali memeluk pria itu dan meminta nya untuk kembali. "Apa kamu baik-baik aja di sini, Nai? Kenapa bisa kamu ke sini?" Tanya Kenzi. Naira tersenyum miris, apa peduli nya Kenzi terhadap nya? bahkan dulu saja Kenzi membuang diri nya begitu saja. "Aku selalu baik-baik saja walau di sakiti beberapa kali pun, dan aku-" "Abangggggggggggggg!!!!!" Teriak seorang wanita di kejauhan, membuat mereka semua yang ada di sana terkejut saat ada seorang wanita berlari ke hadapan Kenzi dan langsung memeluk Kenzi dengan erat. Mereka semua sama-sama bingung dengan pertemuan mereka ini. Dan bertanya-tanya dalam hati ada hubungan apa mereka sehingga bisa sedekat itu, termasuk Keisha dan Naira, kedua wanita itu seperti dekat sekali dengan Kenzi. "Hi, are you okay?" Tanya Kenzi membalas pelukan Hangat Keisha. Keisha malah semakin mengeratkan pelukannya membuat Kenzi menghela nafas. "Im okay, but-" Keisha menangis sesenggukan di d**a bidang Kenzi membuat Kenzi mengembangkan senyum sedikit. Dia sadar bahwa banyak orang yang menonton aksi nya. "Kamu kalau gak kuat mental, jangan coba-coba lagi ya dek." Ucap Kenzi menegaskan. Sudah tahu jika Keisha adalah wanita yang manja, tetapi tanpa Kenzi tahu Keisha adalah wanita yang kuat. Terbukti, saat itu diri nya tak menangis kala ada gempa menghadang. Keisha menganggukkan kepala di d**a bidang Kenzi. "Ini adalah adik saya, adik sepupu lebih tepat nya. Terimakasih sudah menjaga." Ucap Kenzi suaranya agak keras sehingga terdengar di pendengaran tentara lain dan warga sekitar. Gara menganggukkan kepala, lalu membalas jabatan Kenzi. "Saya Anggara, dan terimakasih kembali sudah mau bekerja sama dengan saya disini. Perihal masyarakat, memang sudah menjadi tugas saya sebagai abdi Negara menjaga dan mengayomi." Jawab Gara penuh penegasan, penuh wibawa seperti Kenzi. Memang mereka berdua adalah pemimpin yang sangat pantas, dan sangat berprestasi. "Kalau begitu, mari. Saya akan antarkan ke tempat istirahat." Ucap Gara sembari mempersilahkan Kenzi untuk melangkah terlebih dahulu. "Terimakasih banyak Kapten Anggara." "Sama-sama Komandan Kenzi." * Naira masih tak percaya dengan hari yang sekarang ia jalani, rasanya seperti mimpi saja bisa bertemu kembali dengan Gara. Pria yang lebih besar ia cintai di banding Gara. Sedari sore tadi sampai malam ini, Naira masih betah berada di dalam kamar, mengurung diri dan tak makan apapun. Naira begitu shock mendapati Kenzi akan bertugas di sini bersama dengan Gara, pria yang hampir saja bisa menyembuhkan luka nya dari Kenzi. Tetapi, karena Kenzi datang maka luka itu menganga kembali dengan lebar. Ah bagaimana Naira move on, jika penyebab gagal move on nya saja berada di depan mata nya. Sungguh, sangat sulit untuk melupakan nama Kenzi di dalam kehidupan nya. "Nai, lo makan dulu dong! Itu Gara khawatir banget sama lo." Ucap Cindy yang baru saja masuk ke dalam kamar, Naira rebahan dengan selimut yang menutup tubuh nya lalu menggeleng pelan. "Gue gak laper sama sekali." Jawab Naira dengan lesu. Bagaimana tidak dengan sekejap kembali Kenzi memporak-porandakan kehidupan diri nya yang hampir saja tertata dengan indah. Ah rasanya sangat sulit melupakan nama Kenzi walau hanya sebentar saja. Naira terlalu mencintai Kenzi, lalu bagaimana dengan Kenzi? Apakah dia juga mencintai Naira? Itu sangat tidak mungkin! Karena nyata nya Kenzi sangat muak pada Naira. Mungkin saat tadi di lapangan itu hanyalah pura-pura saja agar image nya terjaga. "Nai, lo harus makan. Kita lagi jauh loh, kalau lo sakit gimana?" Ucap Cindy mencoba agar Naira ingin makan. "Nih gue bawain makanan buat lo," sambung Keisha yang berjalan ke arah kasur Naira. Naira menghela nafas, apa yang di katakan oleh Cindy memang benar, dia harus tetap sehat. Lagian kenapa harus galau dan mengurung diri, bukan kah ada Gara yang selalu membuat nya tertawa. Oh ayolah Naira! Lupakan tentang Kenzi yang tak mencintaimu, sekarang fokus lah pada Gara yang jelas-jelas memang sudah mencintai diri nya. Sulit sekali untuk move on! "Nasi goreng dengan dua telur mata sapi, kesukaan lo nih telur nya." Ucap Keisha dengan membawa nasi di atas piring itu ke hadapan Naira. Makanan yang berada di hadapan nya memang sangat menggiurkan bagi Naira, karena wanita sangat menyukai dua telur mata sapi apalagi ini di tambah dengan nasi goreng, lengkap sudah. Naira akan makan, pergi ke luar menemani Gara dan bersikap seperti biasa saja. dia ingin melihat reaksi Kenzi terhadap kedekatan nya dengan Gara, yang merupakan partner nya bekerja. ah rasanya di sabar sekali. "sinting lo!" ucap Cindy dengan sebal, pasal nya sembari makan Naira sembari senyum-senyum tak jelas. aneh sekali bukan? ah pasti ada yang di rencanakan oleh gadis itu, sehingga membuat Naira senyam-senyum tak jelas. rencana yang tentu saja akan membuat diri nya untung. Kita lihat saja Nanti, apa yang akan Naira rencana kan untuk kedepan nya. ** Cinta yang belum kelar, mungkin itulah definisi yang benar untuk menggambar kan Naira sekarang ini. Wanita cantik, mancung, bertubuh mungil, berkulit putih serta bermata hazel pun tak akan tinggal diam saja. Akan Naira pastikan jika Kenzi akan membayar semua kesakitan yang ia terima. Jika Naira di tanya, apakah masih masih mencintai Kenzi, maka jawaban nya adalah Iya. Dan jika Naira di tanya apakah diri nya membenci Kenzi, maka jawaban nya pun Iya juga. Karena jujur cinta dan benci kepada Kenzi sama-sama besar. Selesai makan, Naira pergi ke luar, dan di sana ternyata ada tim Kenzi yang tengah beristirahat. Mereka mungkin akan mulai bekerja esok pagi, bergantian dengan tim Gara, atau malah bekerja sama menyatukan dua tim? Ah Naira tak paham dengan pekerjaan kedua nya. Naira melirik kesana-kemari akhirnya mata nya bertemu dengan netra hitam legam milik pria dingin, yang nama nya masih selalu saja ada di hati nya. Naira tersenyum kepada Kenzi, tetapi tak di gubris sama sekali oleh nya, pria itu malah membuang muka seperti orang yang muak dengan nya. Lalu apa tadi saat di lapangan? Bukan kah Kenzi menyapanya dengan ramah? Memang benar, sikap orang gampang berubah jadi jangan terlalu percaya diri jika kamu di cintai oleh seseorang yang jelas-jelas membenci mu. "Mungkin kamu memang tidak berubah, tapi topeng kamu saja yang akhirnya terbuka." lirih Naira sembari menatap Kenzi di kejauhan. Tanpa Naira sadari ada Gara yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Naira, Gara sangat mengetahui jika di bola mata Naira tercampur kerinduan kepada seseorang yang berada di depan sana. Komandan Kenzi, apakah mempunyai hubungan dengan Naira? Itulah yang selalu di pikiran oleh Gara saat tadi dirinya melihat Kenzi begitu ramah menyapa Naira, sementara yang di sapa terkejut dengan kedatangan dan sapaan Kenzi. Ah rupanya Gara harus mencari tahu semuanya. Gara memutuskan untuk melenggang pergi, tugas nya sebagai abdi negara belum selesai, para tim khusus yang di komandani oleh Kenzi beristirahat terlebih dahulu, dan akan memulai besok pagi sampai seterusnya, sedangkan dirinya hanya menjadi cadangan saja sembari membantu. "Hai, kak ken." sapa Naira, mereka semua melihat ke arah Naira. wajah Kenzi datar tetapi tidak dengan wajah rekan-rekan nya. Kenzi seakan tak mendengar sapaan Naira dan memilih untuk cuek, membuat Naira menghela nafas kasar. "Hai, Naira. Apa kabar?" itu bukan lah suara Kenzi melainkan suara rekan nya. Ya! Pria itu adalah salah satu orang yang dekat dengan Kenzi setelah rekan satu nya lagi. Naira memaksakan untuk tersenyum, walau rasanya entah mengapa sangat sulit sekali. "Ah hallo, kak umhhh bayu." ucap Naira membuat mereka semua tertawa. "Nai, bayu itu nama gue. Emang wajah gue yang tampan ini murahan banget ya?" Bayu yang duduk paling ujung mendramatis membuat mereka semua tertawa yang ada di sana kecuali Kenzi dan Naira. Naira merasa tidak enak, ah Naira lupa dengan nama sahabat-sahabat Kenzi. "Ah iya maaf, kak." ucap Naira sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Padahal yang tadi menyapa Naira adalah Alvian bukan Bayu. Memang ada-ada saja! Mengapa bisa lupa di keadaan yang tidak tepat. Ah andai bisa di sortir terlebih dahulu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN