14. Rencana

1500 Kata
Kenzi tersenyum kecil, saat Naira keluar ruangan tanpa pamit. Wanita itu nampak seperti menahan amarah, di saat Maya menceritakan semua yang ia alami bersama dengan dirinya, tentu saja Maya menambah-nambah kan yang tidak ada. Seperti tadi, Kenzi bukan tak ingin melawan tetapi ia hanya ingin melihat sampai mana Maya akan membuat drama busuk seperti itu. "Abang gila ya lo! Keperawanan sahabat gue mau di pertaruhkan bukan sih! Asli otak lu dimana bang, lu aparat loh.. Gimana kalau Maya hamil" ucap Keisha sembari menggeleng-geleng kan kepala nya tak percaya, Keisha memelankan kata 'hamil' agar tidak terdengar oleh banyak orang. Ia yakin Maya tak akan berbohong dengan hal yang seperti ini tetapi ia juga yakin jika Kenzi tak akan bersikap seperti itu. Ia sangat tahu bagaimana sikap Kenzi. Lalu Keisha harus percaya pada siapa disini? Dua-duanya sangat memusingkan. Kenzi kembali tersenyum, senyum sinis yang selalu ia tampilkan sedari tadi. "Abang gak segila itu, Kei." ucap Kenzi santai membuat Keisha menghela nafas kasar, ia akan menceritakan ini nanti saat di rumah, empat mata dengan Kenzi. "Kamu pulang sana nanti kesorean. bahaya juga, titip salam ke tante." ucap Kenzi kembali membuat Keisha mengehela nafas. Maya dan Naira sudah terlebih dahulu entah pulang sendiri-sendiri atau malah menunggu di mobil. sedangkan Kenzi kembali ke dalam, ia akan menyerahkan tugas ini pada Doni, p********n harus segera di basmi bagaimanapun caranya para penjahat itu harus cepat-cepat di temukan dan di hukum sesuai dengan perbuatan mereka masing-masing. Tinggal memikirkan cara bagaimana cara nya untuk menangkap para begal itu, mungkin Kenzi akan merapatkan ini semua dengan anak buah nya nanti. * "Maya sama Naira kemana sih, mereka berdua bikin khawatir aja sih!" ucap Keisha di sela mengemudikan mobil milik nya, sedangkan Cindy berada di samping nya. "Huum di telpon gak di angkat, di sms pun gak du balas." ucap Cindy yang di benar kan oleh Keisha. Pasalnya setelah kejadian dimana Maya berkata jika dirinya dan Kenzi tidur satu ranjang, Naira segera menggebrak meja dan pergi keluar kantor entah kemana. Ingin sekali Keisha atau Cindy mengejar tetapi situasi nya tidak memungkinkan, apalagi kalau bukan Maya pergi keluar, setelah kepergian Maya barulah Keisha bisa berbicara pada Kenzi. "Kita ke rumah nya aja gimana?" tanya Cindy. Keisha menganggukkan kepala nya. "Iya kita harus ke rumah Naira deh, gue tau gimana perasaan dia waktu Maya berbicara seperti itu. * "Naira, gue butuh bicara sesuatu sama lo." ucap Maya saat dirinya tengah menunggu taksi di pinggir jalan. Naira menghela nafas, malas rasanya berbicara dengan Maya tetapi ia tak boleh egois. "Apa." tanya Naira. "Enggak disini, kita nyari tempat yang enak gimana?" tanya Maya dengan senyum sinis yang menghiasi wajah nya, ia benar-benar akan berbicara sesuatu mungkin yang membuat Naira sadar diri nanti nya. "Taman?" tanya Naira. Karena ia tahu jika sekitaran sini ada taman yang dekat, bisa di jangkau hanya dengan berjalan kaki. mereka berdua berjalan berdampingan seperti layak nya seorang sahabat, dan dua orang yang tak mempunyai masalah. Beruntung Naira masih bisa menahan segala bentuk emosi nya. Maya pun tak buru-buru dalam bertindak. Setelah menempuh perjalanan hampir lima menit, akhirnya mereka berdua tiba juga di taman. Taman ini cukup sepi, karena siang hari. Mungkin akan ramai saat pagi atau sore hari, biasanya banyak yang berolahraga atau hanya sekedar singgah menghilangkan jenuh yang ada. Mereka duduk si sebuah bangku di bawah pohon rindang, agar tak terlalu panas. Siang menjeleng sore ini cuaca lumayan cerah, tetapi saat berteduh di bawah pohon rasanya nyaman sekali, tetapi tak senyaman hati Naira. "Lo mau bicara apa sama gue?" tanya Naira to the point, jujur saja dirinya memang masih kesal dengan perkataan Maya tadi. Memikirkan mereka tidur seranjang berdua rasanya sangat tak enak di hati. "Gue mohon, jauhin Kenzi." deg Naira tersenyum kecut, ia harus nya tak usah menuruti keinginan Maya untuk berbicara empat mata. Ini yang sangat Maya takutkan, jika sahabat nya ada yang menyukai gebetan nya dan persahabatan mereka akan hancur begitu saja karena cinta. Cinta yang sangat salah. Karena melibatkan beberapa hati di dalam nya. Memang level tertinggi sebuah cinta adalah mengikhlaskan. Dihadapkan dengan keadaan harus merelakan orang yang disayang memang terasa sulit. Mengikhlaskan orang yang kita sayang memang terasa sangat sulit dan terkadang sakit. Terlebih jika kalian tidak dapat bersama karena beragam alasan tertentu. Misalnya saja karena perbedaan, tidak direstui ataupun masalah lainnya yang akhirnya membuat kalian memutuskan pergi ke jalan masing-masing. Meski berusaha mengikhlaskan orang yang kita sayang tetap saja rasanya mungkin masih sangat sulit melupakannya. Apalagi jika kalian telah mengukir banyak kenangan manis yang begitu membekas di hati dan pikiran. Sehingga untuk benar-benar melupakannya ataupun mengikhlaskannya butuh waktu yang cukup lama. Mengikhlaskan artinya merelakan dia bersama siapa pun. Sebab, akhirnya Naira paham. Tuhan mempertemukan dirinya dan Kenzi hanya untuk menjadi teman. Lalu sekarang apakah Naira akan sanggup merelakan Kenzi untuk Maya yang notabene adalah sahabat nya sendiri. Itu sangat sulit bagi Naira. "Gue peringatin ko sekali lagi, jauhi Kenzi atau lo bakalan nanggung semua akibat nya." ucap Maya penuh penekanan, membuat Naira tak habis pikir. "May, lo sadar gak sih gue ini sahabat lo, sahab-" "Cukup ya Naira!" Maya memotong pembicaraan. "Gue udah males lagi, selalu mengalah demi lo. Dulu Ardi lo tau kan gue suka sama Ardi tapi dengan tega nya lo malah ambil dia dari gue." ucap Maya penuh penekanan kembali, membuat Naira menggelengkan kepalanya beberapa kali. "May...." lirih Naira, "Cerita nya enggak gitu. Aku kan pernah jelasin semua nya sama kamu tentang aku sama Ardi," "Mau lo jelasin segimana pun juga, tetap aja hati gue sulit buat menerima nya. Gue sayang banget waktu itu sama Ardi, tapi lo tega Nai..." Maya tersenyum kecut. "Kenyataan enggak git-" "Lalu gimana Naira!" "Nai waktu itu ardi kan uda-" "CUKUP NAI!" Maya berdiri dari duduk nya, menatap Naira penuh kebencian. "Mulai sekarang jauhi Kenzi! Gue sama Kenzi udah seranjang dan lo harus terima kenyataan semuanya!" ucap Maya lalu segera melenggang pergi meninggalkan tanda tanya besar bagi Naira. Benarkah Kenzi sebejat dan sebrengsek itu? Jika iya! Maka Naira akan benar-benar merelakan Kenzi. Tetapi selama tidak ada klarifikasi dari Kenzi dan ternyata itu hanya akal-akalan Kenzi saja. Maka Naira berani bersaing dengan Maya, Naira tak main-main dengan ucapan nya. Naira berjalan gontai, untuk sampai ke jalan raya. Dia akan pulang ke rumah niat nya, beristirahat dan menenangkan pikirannya. * "Ya Ampun Naira! Lo habis dari mana sih gue khawatir." heboh Keisha. Awal nya setelah mengetuk pintu beberapa kali, tidak ada yang membukakan pintu. Keisha dan Cindy tahu jika Popi-Mamah Naira sedang berada di luar kota berangkat tadi pagi, dan tidak ada siapapun lagi di rumah Naira. Karena popi lebih memilih memanggil tukang bersih-bersih ketimbang mempunyai sebuah asisten rumah tangga. Saat pintu tak ada yang menbuka, Keisha dan Cindy kembali ke mobil tetapi belum sempat masuk ke dalam. Naira datang dengan langkah lesu. "Masuk yuk, gue capek!" ucap Naira memaksakan tersenyum walau nyata nya ia sangat sedih. Keisha dan Cindy mengangguk bersamaan, mereka bertiga masuk ke dalam rumah, dan tujuan utama nya adalah balkon kamar. Tempat ternyaman bagi mereka. Tak segan Naira menceritakan pertemuannya dengan Maya kepada kedua sahabat nya. Mempertahankan persahabatan adalah salah satu hal yang pastinya pengin kita lakukan bersama sahabat yang telah menemani kita dalam berbagai momen. Tapi ada kalanya kita harus menyadari, persahabatan yang kita jalin selama ini mungkin justru enggak baik bagi kita dan sahabat.Hubungan persahabatan dan asmara itu mirip. Ada momen bahagia, ada pula momen yang kurang menyenangkan. Karena itu, jika hubungan asmara saja bisa berakhir, tidak ada jaminan bahwa jalinan persahabatan yang telah berjalan selama bertahun-tahun akan selalu awet.Terkadang, persahabatan harus berakhir demi alasan yang baik, entah itu demi kesehatan mental, atau banyaknya pemikiran yang tidak lagi sejalan.dengan sahabat adalah hal yang ingin kita jaga selama-lamanya. Apalagi jika sahabat kita adalah orang yang menyenangkan dan selalu mendukung kita di berbagai situasi. Namun keinginan tak selalu terkabul. Beberapa situasi bisa membuat hubungan kita dan teman renggang. Perpisahan pun tak terelakkan lagi. Meskipun berat, berikut tanda hubungan persahabatan kita dan teman baik harus berakir: Persahabatan yang telah semenjak lama dibangun bisa saja hancur hanya karena sikapnya yang tiba-tiba berubah menjadi menyebalkan Dalam hidup kita akan selalu membutuhkan orang lain. Tidak melulu soal pacar, hubungan dengan sahabat atau teman sejati adalah sesuatu yang yang penting dalam hidup. Sahabat adalah seseorang yang sudah benar-benar menyatu dalam kehidupan kita, selalu ada untuk kita, selalu bisa menghibur di kala kita sedih, dan selalu bisa mengatakan hal yang tak bisa dikatakan orang lain. Kamu tidak akan mampu mengatakan dengan jelas bagaimana rasanya memiliki sahabat Tidak ada kata kata persahabatan yang mampu untuk menggambarkannya Persahabatan tidak mampu dikatakan dengan kata kata tapi persahabatan itu sendiri yang memberi arti bagi hidup Kamu bisa merasakan persahabatan karena sahabatmu memberikan arti padamu Seperti hal nya Maya, sangat memberikan sesuatu yang menyakitkan versi diri nya sendiri, merebut sesuatu yang harus nya mulik Naira, tetapi dengan lancang dan tak sopan wanita itu merebut gebetan nya. Sialnya yang menang ada Maya, dia kalah segala-galanya dari Maya yang mempunyai semua nya hampir sempurna. Maya entah Naira harus mencap Maya dengan sebutan apa, karena diri nya hanya ingin menyebut Maya sebagai w************n, bahkan sangat murahan sekali.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN