13. Pertemuan di kantor polisi

1608 Kata
"Permisi pak," ucap Naira pada seorang polisi yang masih muda di depan nya. Niat nya Naira, Keisha dan Cindy bersama Maya akan mengurusi mobil Maya yang di begal beberapa hari yang lalu. Maya baru sempat melaporkan masalah ini, karena emosi nya baru saja mereda, Kemarin-kemarin emosi nya itu sedang berada di puncak. sehingga ke semua orang atau melakukan apapun rasa nya malas dan seperti tidak berguna saja. "Iya silahkan, ada apa dek?" tanya pak Polisi itu dengan ramah, awalnya dia fokus pada layar laptop di depan nya kini fokus nya pada suara Naira yang baru saja menyahut. Pak polisi itu nampak terkejut kala mendapati Naira lah yang berada di hadapannya. "Pacar nya pak Kenzi kan ini?" tanya orang itu membuat Naira membulatkan mata nya terkejut. Kenapa bisa pria di depan nya mengenali dia sebagai pacar pak Kenzi? Namun, dari balik semua itu Naira sangat senang karena dirinya di kira banyak orang adalah pacar Kenzi, itu berarti Kenzi tak mempunyai wanita lain selain dirinya, ralat mengapa Naira mengklaim jika kenzi adalah milik nya. Bukan kah itu bisa di kategorikan sebagai ke egoisan? sementara Maya, wajah nya berubah jadi masam. mau sampai kapan dirinya memendam rasa ini sendirian, ia harus segera mendapatkan kenzi agar naira tak terlalu berharap kepada pria yang ia cinta, ah apakah ini bisa di sebut dengan cinta? atau hanya obsesi semata saja. entahlah, maya sedang dalam kuasa pikiran nya. ia berjanji akan melakukan segala cara untuk membuat kenzi berada pada pelukan nya, termasuk menyingkirkan Naira. "Umh, pak Kenzi nya ada gak?" tanya Naira, malah di pendengaran Maya terkesan sok manis dan sok akrab. padahal Naira juga sama saja tak lebih hanyalah pengagum kenzi. bukan pacar seperti pak polisi itu katakan. Dia dan Naira mempunyai posisi yang sama di kehidupan Kenzi. "Pak kenzi ada kok sedang ada di ruangan, apa mbak mau ada keperluan sama beliau? Kalau ada saya panggilkan, atau saya antar ke ruangan nya gimana?" tanya pak polisi itu mendadak sopan membuat Naira Canggung, apa semua pelayanan polisi itu seperti ini, jika iya beri dua jempol untuk nya. Naira menggeleng pelan, "sebenarnya saya kemari ingin melaporkan sesuatu saja kok." "Ah melapor ya, baik disini saja kalau mau melapor. Sebentar saya ambil berkas dulu. Silahkan duduk terlebih dulu." Naira mengangguk lalu duduk di depan bangku yang berhadapan langsung dengan polisi bernama Doni. Ia akan melaporkan mobil Maya yang hilang karena ke begalan, beruntung Maya tak di apa-apa kan oleh begal sialan itu. "Ekhemm." suara bariton pria terdengar di pendengaran nya. Naira membulatkan mata saat tahu siapa orang yang sekarang berada di depan jya; duduk berhadap-hadapan dengan dirinya. Naira memang petakilan, tapi saat ketemu Kenzi jantung nya akan berdetak lebih cepat dari biasanya, bahkan terkadang perutnya juga merasa sakit, aneh bukan? "Eh pak Kenzi." ucap Naira sambil senyum-senyum tak jelas. di depan sana, di bangku panjang ada beberapa teman Kenzi yang menyaksikan Naira dan Kenzi, teman-teman Kenzi memang sangat mendukung jika Kenzi bersama dengan Naira. Naira menggaruk kepala nya yang sama sekali tak gatal, dia bertanya-tanya mengapa Kenzi yang menangani bukan kah polisi bernama Doni yang menangani ini tadi? flashback on Kenzi keluar dari ruangan, karena ingin mengecek semua yang akan di lakukan nanti malam. ia ingin mengecek sebagian besar anggota nya. Tetapi saat dia berada di depan ruangan, matanya tak sengaja melihat wanita yang beberapa hari ini membuat konsen nya hilang, wanita itu adalah wanita menyebalkan bernama Naira. Tak hanya itu saja, Kenzi pun melihat Maya, Keisha dan Cindy, kalau seperti ini Kenzi jadi tahu apa tujuan mereka semua datang ke kantor polisi. "Eh don, mau kemana?" tanya Kenzi saat melihat doni akan lewat di hadapan nya. Doni menoleh, "Mau ngambil buku catatan dari Devan, pak." jawab Doni sopan. Karena Doni adalah bawahan disini. Kenzi mengangguk, "Tak usah biar saya saja yang menangani. Kamu bantuin Devan aja salin berkas di ruangan nya." ucap Kenzi, membuat Doni membulatkan matanya. Tetapi Doni senyum-senyum tak jelas, ia yakin jika Kenzi ingin menemui pacar nya Naira, wanita yang akan melapor barusan. Flashback of "Jadi kalian mau lapor apa nih?" tanya Kenzi, to the point saja. Sebenarnya Kenzi tak penasaran karena ia sudah tahu akan melapor apa mereka ber empat ini. "Jadi gini, teman saya kehilangan mobil nya pak. Bisa jadi di begal," ucap Naira menjelaskan dengan serius, ingin sekali Kenzi tertawa namun sebisa mungkin ia tahan itu, ia harus terlihat profesional dan terlihat tidak tahu. Maya mengangguk, "Benar pak. Yang waktu itu, saya di begal di jalan hampir tengah malam, dan bapak datang menolong saya." deg. Naira tiba-tiba saja terdiam, saat Maya mengucapkan kata 'Menolong' mengapa Maya tak pernah ber cerita kepada diri nya. Apa pertemanan mereka hanya sebatas ini? sudah tahu jika Kenzi itu gebetan dirinya, mengapa Maya? Ah tenang Naira! Tidak boleh berburuk sangka dulu. Kenzi menghela nafas, ia melihat senyum maya berbeda dari senyum yang tulus, atau malah kebalikan nya. Ia sudah bisa membaca akan di bawa kemana arah pembicaraan ini. "Lo di tolong sama pak Kenzi, kenapa lo gak cerita ke kita sih?" tanya Keisha sembari menatap Maya. Dalam kepura-puraan nya Maya memasang wajah cukup sedih, "Ak... aku cuman belum si-siap aja." jawab Maya sedikit terbata-bata, membuat Keisha dan cindy mengangguk. "Yaudah Enggak apa-apa May, Lo selamat dalam p********n itu juga sudah cukup bagi kita. Iya gak?" tanya Cindy pada Naira dan Keisha, namun yang menjawab hanyalah Keisha karena Naira sibuk dengan pikiran nya. Otak nya berpikir keras. Kenzi juga menolong Maya, bahkan mungkin mengantarkan wanita itu ke rumah nya. sama seperti beberapa saat yang lalu, saat dirinya di tolong oleh Kenzi. apa sampai sini Naira harus paham, jika menolong orang tanpa mengenal dia siapa itu adalah benar-benar tugas Kenzi, haruskah Naira sadar diri sekarang? atau malah melanjutkan ke-tidak tahu dirian nya. Kenzi tak menjawab, ia ingin tahu sampai mana Maya bercerita. Apakah akan sampai pada saat dimana wanita itu menggoda dirinya? Atau malah akan mengarang cerita. Kenzi sangat tahu, jika Maya tak suka pada Naira maya perang dingin pada wanita itu, tetapi Naira terlalu polos untuk meng-artikan semua tentang ini. Ada orang yang begitu sadar dan tau diri. Bahkan sebelum berkata 'hai' dan memperkenal kan diri, sudah mengucapkan selamat tinggal di dalam hati. Tetapi Naira tak sadar akan hal itu, harusnya benar dia langsung pergi dari kehidupan Kenzi bukan nya malah terus menjadi w************n di depan Kenzi. Tetapi tekad nya sudah terlanjur bulat, dia tak pernah tertarik pada laki-laki manapun selain Kenzi, maka Naira menamai nya dengan Cinta. Walau Naira masih awam dalam masalah cinta, tetapi ia yakin jika Kenzi adalah cinta nya ia pasti bisa menaklukkan hati Kenzi. Tetapi, apakah Maya juga sama seperti dirinya, setelah di tolong oleh Kenzi, perasaan nya mulai tumbuh? Jika memang benar, apakah dirinya harus mundur? Atau maju dengan hati tak karuan. "Jadi mau melaporkan apa?" tanya Kenzi sekali lagi suara nya mampu menyadarkan Naira yang melamun. Maya tersenyum miring, "Bukannya pak Kenzi juga tahu, kalau saya kehilangan mobil. Dan waktu di apartemen bapak berjanji akan membantu saya menemukan mobil itu kembali." ucap Kenzi membuat Naira, Keisha maupun Cindy terkejut atas penuturan Maya. Apartemen? Rasanya Naira ingin bertanya lebih lanjut tentang apartemen. Bagaimana bisa, Kenzi membawa Maya ke apartemen milik nya. Ia tahu jika apartemen itu adalah apartment pribadi milik Kenzi, dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menginjakkan kaki disana. Info itu ia dapat dari sahabat nya Keisha yang notabene adalah adik sepupu Kenzi. "Maksud lo apartemen apa?" tanya Naira sembari menatap ke arah Maya dengan tatapan tak percaya. "Kalau gue nyeritain semua yang terjadi, lo gak akan percaya." ucap Maya sembari tersenyum sinis. Bahkan lebih sinis dari senyuman Kenzi sekarang ini. Naira ingin segera pergi dari ruangan yang menurut nya sangat panas itu tetapi saat sudah sampai di depan. Maya tiba-tiba memanggil diri nya dan mengajak nya bertemu di suatu tempat, mau tak mau Naira pun mengiyakan saja. Mungkin apa yang akan di bicarakan oleh Maya ada hubungan nya dengan Kenzi. Bisa jadi bukan? Sementara Kenzi tak terlalu memperdulikan apapun atau hal apapun yang terjadi di apartemen tempo hari bersama dengan Maya, jika Maya berbuat macam-macam tenang saja Kenzi mempunyai banyak bukti yang sangat aman di folder nya. Kenzi tak terlalu pintar tetapi ia adalah pria yang cerdik. Apa gunanya punya wajah menawan? Kalau ternyata sangat murahan. Padahal perhiasan terbaik seorang wanita adalah rasa malu nya. "Jadi gimana nih? apa laporan nya selesai aja?" tanya Kenzi. Keisha menggeleng pelan. "Bang gua aja yang lapor, lagian tuh sayang banget mobil kan harga nya mahal juga." jawab Keisha membuat Kenzi mengangguk ragu. Ia bukan ragu perihal apa-apa, tapi ragu kalau ternyata ia tak bisa mengembalikan mobil itu. Mengapa harus banyak orang yang menghalalkan segara cara untuk mempunyai uang atau barang, apa mereka tak berpikir dari mana uang yang mereka ambil barang nya? Apa mereka tak berpikir kerja dan tabungan mana yang di habiskan untuk membeli sesuatu. Tapi para pembegal itu sangat tak mempunyai hati dan dosa. Mengambil sesuatu yang bukan hak nya. "Lo gak nanya kejadian nya itu kayak gimana?" tanya Keisha membuat Kenzi teralih fokus yang awal nya menatap layar kini menatap adik sepupu nya dengan intens. "Sudah tahu, Maya yang cerita langsung." jawab Kenzi membuat Keisha maupun Cindy membulatkan mata nya tak percaya. Dalam benak mereka berdua bertanya-tanya, apa benar jika Kenzi dan Maya adalah sepasang kekasih atau tak lebih dari one-night -stand seperti apa yang orang-orang lakukan di jaman ini, jika iya maka Keisha tak segan akan melaporkan nya pada Tante Melati-Ibunda Kenzi. "Cewek murahan emang pantes bukan sih sama cowok b******n?" ucap Keisha lalu pergi begitu saja dari kantor polisi tanpa mengajak Cindy. "Eh kei, tunggu!" sementara Kenzi yang melihat itu hanya tersenyum kecil saja, ia tahu apa yang ada di pikiran Keisha, Naira maupun satu teman nya. Tetapi ia sangat malas untuk menjelaskan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN