_Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan adalah seperti hujan. Ketika dia datang, kita tak akan bisa untuk menghentikannya, bagaimana akan menghentikan tetes air mata yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu hingga selesai dengan sendirinya_
*
"Awshhhhh..." tak jauh dari tempat Kenzi berjalan, dia di kagetkan dengan seorang suara wanita yang cukup nyaring, dia segera melihat ke belakang dan ternyata memang benar ada seorang pria yang terjatuh, dan tak jauh dari wanita itu ada pria yang mengenakan baju serba hitam.
"Tolongggggg!!!!!!!!!" teriak wanita itu membuat Kenzi segera berlari ke arah wanita dan seorang pria itu.
"Hei kamu!" Kenzi berteriak sekencang mungkin, masih dalam keadaan di kampus tetapi sudah ada yang ingin berniat jahat, kota ini memang benar-benar sedang tidak aman untuk sekarang.
Pria itu segera melihat ke arah kenzi dengan masker hitam yang menutupi sebagian wajah nya, lalu berlari sekencang yang ia bisa.
"Kamu gak apa-apa kan, dek?" tanya Kenzi sembari membantu wanita itu untuk berdiri.
Wanita itu menggeleng, dan melihat ke arah Kenzi. Matanya Kenzi membulat saat mengenali siapa wanita itu. "Maya!"
"Ah kak Kenzi, maaf ya merepotkan terus."
Kenzi menghela nafas kasar, "Kamu sudah beberapa kali jadi korban seperti ini. Lain kali hati-hati," ucap Kenzi, membuat Maya pura-pura malu dan menunduk.
"Kamu bisa pulang sekarang, lain kali tetap waspada. Bukannya beberapa minggu ini saya selalu kasih edukasi untuk kelian semua, apa itu kurang?" tanya Kenzi membuat Maya segera menggelengkan kepalanya beberapa kali.
Maya, adalah wanita yang cantik. Kulitnya yang tak terlalu putih membuat dia eksotis dengan badan nya yang begitu ideal bak model papan atas. Bibir nya tebal, rambut agak ikal serta mempunyai mata belo yang menggoda. Lalu siapa yang tak ingin dengan Maya? Kecuali Kenzi, bahkan pria itu menolak mentah-mentah saat Maya menyodorkan badan nya untuk ia santap matang-matang.
Dan benar, selain menjadi mahasiswi Maya memang mempunyai pekerjaan sampingan yaitu model tetapi jam kerja nya tidak seperti model profesional lain nya. Hanya brand ambassador dari merk tertentu itupun yang tidak terlalu terkenal. Selain itu, Maya hidup sendiri di rumah nya. Orang tua nya bercerai saat Maya baru menginjak di bangku sekolah menengah. Saat itu Maya benar-benar menjadi anak broken home, sampai pergaulan bebas mulai menguasai dirinya. Hal-hal negatif sudah Maya cicipi, tetapi setelah bertemu dengan Naira yang sama-sama mempunyai keluarga tidak lengkap akhirnya Maya banyak belajar. Jika keluarga yang tidak lengkap bukan berarti bencana besar bagi nya, ia harus tetap semangat dan menjadi baik. karena kesuksesan dirinya suatu saat nanti bisa membeli rasa bangga ornag tua nya, walau keduanya sudha berbeda negara.
Daddy nya kembali ke Portugis, sedangkan mommy nya bekerja di Belanda, meneruskan perusahaan kakek nya yang sudah meninggal. Maya di ajak tinggal di Belanda, tetapi wanita itu memutuskan untuk tinggal di Indonesia saja seorang diri.
Saat maya bergerak untuk berjalan tiba-tiba saja Maya kembali meringis, dia memegangi sebelah kaki nya yang sakit. "Awshhh.." kembali Maya meringis, membuat Kenzi menghela nafas nya kembali. Dia tak ingin berhubungan atau berdekatan dengan Maya tetapi entah kenapa Takdir selalu mempertemukan dia dan wanita itu. Dan dalam keadaan yang memang sangat masuk akal.
"kamu bawa kendaraan gak?" Tanya Kenzi dengan dingin.
Maya segera menggeleng, "Mobil aku kan belum kembali, baru aja lapor seminggu yang lalu." Ucap Maya lesu, kalau boleh jujur mobil itu adalah satu-satu nya aset ia berkendara, itupun ia beli dengan hasil tabungan nya sendiri. meskipun bisnis orang tua nya melimpah, tetapi tak sedikitpun Maya di beri pasilitas yang enak, kedua orang tua nya hanya mementingkan anak-anaknya bersama dengan pria dan wanita lain. miris sekali bukan?
"Yaudah saya cariin taksi gimana?" Tanya Kenzi membuat Maya kesal, bukan nya mengantarkan dirinya Kenzi malah menawarkan taksi.
"Umhhhh, a..aku ketinggalan dompet." Ucap Maya beralibi. Padahal kenyataan yang sebenarnya tidak seperti itu.
"kalau begitu saya yang bayarin taksi nya." Ucap Kenzi membuat Maya kembali menggeleng kan kepala nya dengan kuat.
"Kenapa gak kak Kenzi aja yang nganterin saya? itu lebih hemat kan?" Ucap Maya mencari celah agar dirinya di antarkan oleh Kenzi.
kenzi menghela nafas kasar, seperti nya memang Maya ingin di antarkan oleh dirinya.
kenzi mengangguk, dia ingin memberikan Maya satu kali kesempatan lagi. Jika maya masih seperti yang sebelum-sebelumnya maka ia tak segan-segan untuk menurunkan Maya di tengah jalan. Tak peduli dengan segala konsekuensi nya.
Tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang melihat kejadian itu tetapi tidak melihat kejadian awal, yang Naira tahu maya di bantu oleh Kenzi menuju ke mobil Kenzi. Kenzi membawa Maya sedangkan saat dia meminta tebengan Kenzi menolak nya dengan cara yang dingin, itu sangat sakit bukan?
Apa benar, jika Maya sudah berhasil merebut Kenzi darinya? Ah lebih tepatnya menang dalam sebuah perlombaan ini.
Kenzi memang Sebastian bagi Naira. Sebatas teman tanpa kepastian. Kenzi itu sulit di gapai bagai bintang berkelap-kelip di langit malam, mendapatkan Kenzi itu seperti mencari satu buah cincin di samudera yang sangat luas. seperti itulah, sangat sulit sekali untuk di gapai. Dan mungkin itu akan menjadi angan, mungkin? Siapa yang tahu bukan kedepan nya akan seperti apa?
Tak terasa tiba-tiba saja air mata Naira turun begitu saja mengalir seperti anak sungai yang membahasi pipi nya. Dia tak bisa menahan air mata nya, benar sampai kapanpun dia tak akan pernah mendapatkan Kenzi. Apakah sampai sini Naira harus mundur? Atau malah maju dengan rasa ketidak tahu dirian nya? Sungguh benar-benar pilihan yang sangat pusing.
"Kalau cuma ngasih harapan palsu, mending nggak usah sok baik." ujar Naira sambil melenggang pergi meninggalkan tempat untuk sampai ke halte. Dia akan pulang menggunakan Bis saja.
Tanpa Naira sadari, bukan Kenzi yang memberikan harapan palsu, tetapi Naira lah yang terlalu baperan dan berharap lebih jika perhatian Kenzi itu hanya untuk dirinya. Padahal Kenzi adalah aparat, yang harus selalu mengayomi, membantu masyarakat agar negara ini tercipta aman dan damai.
saat Naira sedang berada di halte, tiba-tiba saja cuaca tidak mendukung, mendung mulai menguasai langit. Dia sudah satu jam berada di halte, tak berniat untuk mencari kendaraan lain. Padahal bisa saja dia memesan grab atau taksi online, tetapi Naira enggan untuk melakukannya.
"Mendung bukan berarti hujan, bukan?" Naira bertanya kepada dirinya sendiri. Menghela nafas beberapa kali.
"Apa ini yang di namakan galau?" kembali Naira bermonolog sendiri.
Tiba-tiba saja hujan turun dengan lebat, sekali lagi Naira harus mengutuk dirinya sendiri karena tak membawa jaket di cuaca hujan seperti ini. Jika saja dia membawa jaket, dia tak akan terlalu kedinginan seperti sekarang bukan?
Naira menunduk, benar ini sangat-sangat dingin. dia juga baru ingat kalau sekarang ini musim p********n dan p*********n. Bagaimana kalau?
"Ah tenang, Naira! Lo pasti bakalan baik-baik aja." ucap Naira.
"Dikasih hujan salah, dikasih panas marah. Ntar kalau dikasih hujan air panas, bengol lu Nai." ucap Naira kepada diri nya sendiri.
"Eh jangan hujan air panas deng, nanti kulit naira melepuh. Pak kenzi pasti gak bakalan sukaaa-"
deg.
Ah apakah sekarang dengan kulit Naira yang putih dan bersih, Kenzi menyukai nya. Seperti nya tidak!
"Ketika hujan datang, ingin ku berjalan di antara tetesannya. Agar tak satu pun orang tahu, jika aku sedang menangis."
Tetapi itu tak bisa Naira lakukan, ia tak ingin sakit. karena jika diri nya jatuh sakit, maka siapa yang akan sudi merawat nya? Tak mungkin jika Naira diam sendiri.
Naira membuka handphone dan jam menunjukkan pukul lima lebih dua puluh menit sore hari, sebentar lagi hari akan gelap tetapi dia tak tahu harus melakukan apa. Naira bodoh! Memang bodoh! Sudah beberapa kali diri nya ceroboh, entah kenapa sikap itu sulit untuk Naira hilangkan walau sudah membuat jadwal list sekali pun, Naira tak dapat mengingat dan melakukan hal dengan baik, dan itu benar menurutnya ini adalah sesuatu kekurangan yang paling Naira benci. Karena orang akan terus menganggap diri nya bodoh akibat kecerobohan nya, walau nyata nya itu tak aneh bagi Naira
Saat Naira sudah benar-benar kedinginan, dia melihat ada sebuah mobil jeep berhenti di hadapan nya. Karena sering nya menonton sebuah sinetron, Naira beramsusi jika orang yang berada di dalam nya adalah culik. Ah tidak! Naira harus cepat-cepat pergi dari sini.a
***
Hujan memang sangat cocok dengan kesedihan, tetapi bukan berarti harus selalu sedih ketika hujan. Sebab, hujan juga bisa membuatmu tertawa dan banyak mengingat kenangan lucu yang bikin baper. Enggak heran kalau kata mutiara tentang hujan dibutuhkan bagi sebagian orang untuk mewakili perasaan hati.
Hujan adalah salah satu karunia yang diturunkan Tuhan kepada hambanya. Dengan turunnya hujan, tanah yang tadinya kering menjadi subur kembali dan tumbuh-tumbuhan yang layu menjadi tumbuh tegak berdiri. Begitu pun dengan hewan, juga kita sebagai manusia yang memiliki akal, tentunya sangat membutuhkan hujan. Hujan yang membawa air kehidupan untuk kita sehari-harinya.
Bagi sebagian orang, hujan juga sering diartikan sebagai turunya kembali sebuah kenangan yang pernah terjadi dengan seseorang di masa lalu. Baik itu kenangan yang indah ataupun kenangan yang buruk. Nah, berikut adalah 60 kumpulan quotes, kutipan, kata kata bijak, kata kata mutiara, kutipan, kata kata indah, status, puisi singkat, caption tentang hujan dan kenangan yang pas sekali jika kita jadikan sebagai status f*******:, caption i********: atau status di media sosial lainnya ketika hujan turun di pagi hari, siang hari, sore hari atau di malam hari.
Hujan memang spesial bagi sebagian orang. Karena tak hanya genangan air saja yang muncul di mana-mana, tapi juga kenangan. Apa kamu termasuk tipe orang yang langsung teringat kenangan ketika hujan turun? Kalau iya, berikut adalah kumpulan kata-kata tentang hujan dan kenangan yang cocok untuk menggambarkan suasana hati
Sejati nya hujan tak melulu tentang air, tetapi tentang rindu.