Elina Adinata atau mungkin kita bisa menyebutnya Elina Danendra, gadis itu terbangun saat matahari hampir di atas kepala. Matanya mengerjab pelan menyesuaikan sinar matahari yang masuk dan kemudian terpejam lagi. Tidak masalah baginya untuk bermalas-malasan sepanjang hari lagi pula hari ini dirinya tak memiliki jadwal apa pun. Namun belum ada satu menit matanya terpejam mata karamel itu langsung terbelalak begitu sadar dirinya tak berada dikamarnya. “Astaga, aku sudah menikah!” pekik Elina. Buru-buru dia menyibak selimutnya dan merasa lega ketika melihat pakaiannya masih lengkap. “Kukira mimpi, ternyata ini nyata. Astaga banyak sekali namamu Elina,” ucap Elina sembari mengusap kasar wajahnya. “Arsenio, Adinata dan kini Danendra,” Pandangan Elina jatuh pada tempat tidurnya, sisi kananny

