Taruhan

1890 Kata
Semenjak kejadian di apartemen Dewa. Mereka seakan tidak terpisahkan lagi. Setiap waktu di kala ada kesempatan Dewa selalu mengajak Sarah ke hotel atau apartemennya. Pemuda itu seakan tidak pernah puas menikmati tubuh Sarah dan gadis itu tidak kuasa menolak karena cintanya kepada Dewa. Sarah takut kalau dia menolak, Dewa akan meninggalkannya sedangkan Sarah sudah menyerah segalanya untuk Dewa. Bahkan pemuda itu memberikan Sarah pil pencegah kehamilan agar mereka bisa lebih leluasa berhubungan. Sarah baru saja bersiap akan bertemu dengan Sari sahabatnya ketika Mamanya memanggilnya dan menyuruh duduk. "Kenapa Ma, Sarah buru-buru nih harus ketemuan dengan teman," ucap Sarah tidak sabar. Gadis itu takut Sari menunggu lama. "Sebentar saja nak. Papa sama Mama mau ngomong," sahut ibu Tuti. Sarah akhirnya duduk di kursi yang berada di ruang tamu. Gadis itu bingung kenapa tiba-tiba orangtuanya mau ngomong sesuatu. Dan terlihat juga wajah tegang Papa dan wajah sedih Mamanya. "Kenapa Ma, ada masalah ya?" Tanya Sarah yg akhirnya risau juga melihat kedua orangtuanya terlalu serius Setelah terdiam beberapa saat kemudian Papa melirik ke arah Mama Sarah yang dijawab dengan anggukan kepala. "Begini Sar, Papa tahu kamu sudah nyaman tinggal di sini tetapi kita lagi ada masalah. Papa sudah satu bulan ini tidak bekerja, Papa di PHK oleh kantor," jelas pak Imam Papanya Sarah. "Jadi Papa dan Mama bermaksud untuk pindah dari sini. Rumah kita ini telah Papa jual untuk modal usaha dan Papa juga meminta kamu untuk pindah sekolah karena kita akan pindah ke kampung halaman Mama kamu," "Tapi Pa, sekolah Sarah tinggal setahun lagi selesai, kalau Sarah pindah nanti malah susah jadinya," ucap Sarah berusaha untuk membujuk Papanya agar mengijinkan untuk tetap tinggal di sini karena kalau dirinya pindah berarti Sarah harus berpisah dengan Dewa. "Sarah bisa kok Pa, kost sendiri di sini nanti kalau Sarah sudah lulus Sarah akan nyusul ke sana,". "Nak , tolonglah mengerti Mama. Kami pasti tidak mungkin akan tenang kalau meninggalkan kamu sendiri di sini," ujar Ibu Tuti kepada anaknya. "Papa sudah urus kepindahan kamu, jadi kamu harus sudah siap-siap akhir Minggu ini kita pindah ke kampung,". "Tapi Pa,". "Keputusan Papa sudah bulat ,". Sarah akhirnya hanya bisa pasrah menerima keputusan orangtuanya. Gadis itu berharap semoga Dewa bisa menerima rencana kepindahannya ini lagian sekarang sudah canggih mereka bisa berhubungan jarak jauh dan setelah Sarah lulus, dia bisa segera menikah dengan Dewa. Setelah memikirkan hal itu membuat gadis itu lebih tenang. ******************* Sarah lalu berpamitan dengan orangtuanya, rencananya untuk bertemu dengan Sari batal karena kebetulan sahabatnya di ajak Mamanya. Sarah memutuskan untuk bertemu dengan Dewa. Gadis itu bergegas menuju ke apartemen pacarnya itu untuk memberitahukan perihal tentang kepindahannya. Gadis itu memutuskan untuk tidak menelepon dulu padahal Dewa selalu berpesan kalau mau ke apartemennya harus telpon dulu karena belum tentu pemuda itu ada di apartemen. Tetapi karena pulsa Sarah habis gadis itu memutuskan untuk pergi saja langsung kalaupun Dewa tidak ada dia akan menunggu saja. Sesampainya di depan pintu apartemen Dewa. Sarah baru teringat kalau kemarin Dewa bilang akan ada kuliah tambahan jadi mereka tidak bisa bertemu hari ini. Tetapi karena Sarah sudah di depan pintu apartemennya Dewa, gadis itu memutuskan untuk masuk saja dan menunggu di dalam karena hal itu sudah menjadi kebiasaan Sarah selama berpacaran dengan Dewa. Terkadang kalau pacarnya itu tidak bisa menjemput, Sarah langsung saja ke apartemen Dewa dan menunggu di sana. Jadi Sarah memutuskan untuk masuk dan menunggu Dewa di apartemen pemuda itu lagian Sarah juga sudah berbohong minta ijin dengan Papa kalau mau menginap di tempat Sari jadi tidak masalah kalau dia tidak pulang malam ini. Dengan password yang telah diketahui oleh Sarah, gadis itu membuka pintu apartemen Dewa. Langsung terdengar suara ramai di dalam apartemen itu. Sarah mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Gadis itu berniat untuk pulang saja dan menelepon Dewa nanti setelah sesampainya di rumah. Tetapi baru saja Sarah ingin menutup pintu terdengar suara seseorang menyebut namanya. Gadis itu tidak jadi menutup pintu dan memutuskan untuk mendengarkan percakapan mereka. "Gila ya Ri, sahabat kita Tama berhasil menaklukkan Sarah. Dapat tuh Ducati dari Kevin," ucap seseorang sambil tertawa. Sarah yang mendengar perkataan pemuda itu langsung tertegun dan wajahnya memucat. "Iya benar banget, nyesel gue bikin taruhan dengan Dewa. Gak tahunya belum sampai sebulan saja cewek itu sudah jatuh ke pelukan si kunyuk ini, tapi loe juga harus hilang tuh Porsche ". "Hahaha. Siapa suruh bikin taruhan gak bener begitu. Hilang tuh jadinya motor sama mobil kalian,". "Tapi Sarah cewek gak benar juga ya. Baru kenal, seminggu , terus pacaran dan mau saja di ajak tidur,". "Gue aja pertama dibilangin Dewa gak percaya, makanya gue suruh tuh dewa kasih foto buat bukti , gak tahunya benaran saja Sarah udah ditiduri Dewa,". "Mana fotonya, gue belum liat bro, mau lihat dong , seksi gak si Sarah itu ?". " Gak kelihatan , fotonya cuma bagian muka aja. Badan Sarah ketutup sama selimut tapi hasil karya Dewa , gue lihat bertebaran di leher tuh cewek,". "Ya kenapa bagian muka saja. Loe tuh Mustinya minta buktinya foto seluruh badan tuh cewek,". "Dewa gak mau tapi nih foto cukup lah jadi bukti kalau tuh cewek liar juga mau di ajakin tidur sama cowok ,". "Mungkin Sarah pikir karena Dewa anak orang kaya makanya kesempatan tuh dapat pacar tajir,". Sarah yang mendengar Semua obrolan mereka hanya bisa menangis dengan hati hancur. Sarah bersandar lemas di dinding luar pintu apartemen Dewa yang tidak tertutup sepenuhnya. Gadis 17 tahun itu memeluk tubuhnya seakan-akan kedinginan. Sarah tidak menyangka Dewa begitu kejam mempermainkan perasaannya. Gadis itu tidak menyangka Dewa pemuda yang mengatakan mencintainya itu ternyata hanya menjadikan dirinya taruhan saja. Berarti semua kata cinta yang dikatakan oleh Dewa hanya bohong belaka. Sarah merasa sangat bodoh sekali. Kalau dipikir-pikir memang tidak masuk akal cowok seperti Dewa yang tampan dan kaya raya, memilih seorang gadis biasa saja seperti dirinya padahal pria itu bisa saja mendapatkan gadis mana saja yang bahkan lebih cantik dari dirinya. "Tam bagaimana servis Sarah di tempat tidur. Kalau loe sudah putus boleh lah gue dekati cewek itu siapa tahu gue juga bisa menikmati tubuh seksi Sarah,". Terdengar suara tertawa. "Pasti yahud lah servis Sarah. Tuh Tama saja ketagihan. Udah berapa kali Tama batalin janji sama kita karena mau berduaan sama tuh cewek,". Sarah tidak tahan lagi mendengar semua percakapan mereka, Sarah berusaha keras menahan isak tangisnya, digigitnya bibirnya sendiri hingga gadis itu bisa merasakan rasa asin darah akibat bibir yang terkoyak. Ternyata selama ini dirinya hanya menjadi objek seksual Dewa saja. Apa mungkin setiap mereka habis melakukannya , pemuda itu menceritakan kepada teman-temannya sambil menertawakan Sarah. Hati Sarah hancur. Semuanya telah dia serahkan kepada Dewa bahkan kesuciannya. Bagaimana dirinya bisa bersama lelaki lain kalau dia sudah tidak suci lagi. Selama ini Sarah percaya dengan janji Dewa yang akan menikahi dirinya setelah Sarah lulus SMU sehingga menuruti semua kemauan Dewa. Sambil bersandar di dinding , gadis itu berusaha mati-matian menahan suara tangisannya. Kakinya seakan tidak sanggup untuk melangkah meninggalkan tempat itu. "Lho, Sarah. Ngapain kamu di depan pintu apartemen Tama ?". Sarah mengangkat kepalanya dan melihat Ario Abangnya Sari berdiri di hadapannya. "Eh, kenapa kamu menangis Sar?" Tanya Ario bingung ketika melihat sahabat adiknya itu menangis. Baru saja Sarah mau menjawab ketika pintu terbuka lebar dan gadis itu melihat Dewa berdiri di hadapannya. Rupanya suara Ario membuat Dewa dan teman-temannya mendengar dan keluar dari dalam. Sarah menatap Dewa pemuda yang mengatakan mencintainya dan membuat dirinya menyerahkan sesuatu yang berharga darinya. Pemuda yang dicintai Sarah, tetapi semua itu kebohongan belaka karena ternyata cinta yang dibilang Dewa hanya agar Sarah percaya dan pemuda itu bisa menang dalam taruhannya. "Sar, aku bisa jelasin semuanya," ucap Dewa pelan. Pemuda itu menyadari bahwa Sarah sudah mengetahui semuanya. Melihat dari gadis itu yang menatapnya dengan kecewa dan sakit hati. "Menjelaskan apa ?" Sarah balik menanya sambil menatap wajah pemuda yang dia kira mencintainya. "Tolonglah mengerti.., Aku bisa jelaskan semua ini Yang," ucap Dewa berusaha meraih tangan Sarah tetapi gadis itu mundur menjauhi Dewa seakan takut disentuh oleh pemuda itu. "Menjelaskan kalau aku cuma menjadi bahan taruhan kamu dan teman-temanmu yang kaya itu, menjelaskan kalau semua kata cinta yang kamu bilang ke aku itu agar aku percaya dan bisa membuat aku menuruti kemauanmu supaya kamu bisa menang taruhan " teriak Sarah. Gadis itu tidak perduli lagi dengan keadaan di sekelilingnya. Bahkan gadis itu memandangi satu persatu teman Dewa. Pemuda-pemuda kaya yang menganggap perempuan hanya sebagai kesenangan belaka. "Aku terlalu bodoh mengira seorang seperti kamu bisa mencintai gadis seperti aku," ucap Sarah datar dengan wajah berlinang air mata. Gadis itu menatap Dewa, terlihat jelas di matanya rasa sakit hatinya. "Aku bisa jelasin semuanya. Tolong dengarkan aku dulu," ucap Dewa yg berusaha membuat Sarah mengerti . "Aku sudah mendengar semuanya yang aku harus dengar," . "Aku benci kamu Wa, aku benci dengan kalian para cowok kaya yang segampang itu mempermainkan perasaan cewek," . Sarah berbalik dan berlari ke arah lift yang akan mengantarnya turun ke lantai bawah. Tetapi baru saja gadis itu menekan tombol lift , lengannya ditarik seorang. Gadis itu menoleh dan mendapati kalau Dewa yang mengejarnya. "Tolong dengarkan penjelasan aku dulu Ra," ucap Dewa memohon kepada Sarah. "Lepasin Wa," ucap Sarah berusaha melepaskan pegangan tangan Dewa dipergelangan tangannya. "Yang kamu dengar tadi memang benar tapi aku tidak menyangka ternyata aku benaran jatuh cinta kepada kamu Ra," . "Tolong jangan berbohong lagi Wa," sahut Sarah dengan pilu "Aku tidak berbohong Ra," . "Ayo, kita bicara baik-baik," ajak Dewa. Sarah melihat pintu lift terbuka dan gadis itu mendorong tubuh Dewa hingga Dewa yang tidak menyangka akan tindakan Sarah terdorong beberapa langkah. "Aku membenci Mu," ucap Sarah sebelum pintu lift tertutup dan memisahkan mereka berdua. Sarah menangis sejadinya di dalam lift. Gadis itu menyesali kebodohannya sendiri yang begitu mempercayai Dewa. Seminggu kemudian Sarah mengikuti orangtuanya pindah tanpa memberitahu kepada siapapun bahkan Sari sahabatnya saja tidak tahu kalau Sarah pindah. Gadis itu seakan ingin menghilang dan melupakan masa lalu , melupakan Dewa dan cintanya. Setelah hari itu Sarah menjadi sosok yang baru. Gadis itu seakan enggan berdekatan dengan lelaki mana pun. Setiap ada pria yang mendekatinya Sarah selalu dingin hingga membuat pria itu akhirnya menyerah karena tidak mendapat respon dari Sarah. Sarah berusaha melupakan semuanya walaupun terkadang dia masih teringat tentang Dewa. Sarah sudah mulai menata hatinya tetapi semua porak-poranda ketika tadi pagi bertemu kembali dengan Dewa yang sekarang begitu dewasa dan matang. Tanpa terasa air matanya mengalir membasahi kedua pipinya. Selalu begitu ketika mengingat Dewa. Wanita itu bangun dan melangkah menuju meja hias, dibukanya laci meja itu lalu mengambil kotak perhiasan kecil yang berada di dalam laci tersebut. Dibukanya dan terlihat gelang tangan perak pemberian Dewa. Gelang itu dibelikan Dewa sewaktu mereka jalan-jalan, cuma hadiah murahan. Dewa ingin beli gelang yang lebih mahal tetapi Sarah sudah terlanjur menyukai gelang itu hingga membuat Dewa akhirnya pasrah menuruti kemauan Sarah. Mungkin waktu itu Dewa menertawakan dirinya karena memilih gelang murahan karena tentu saja pemuda itu bisa membeli gelang yang mahal harga. "Dewa..," isak Sarah sambil menggenggam erat gelang pemberian Dewa. Sarah cuma berharap agar pria itu sudah melupakan kisah mereka dulu. Walaupun dia tahu kalau pria itu belum mempunyai istri tetapi tidak menutup kemungkinan Dewa sudah mempunyai seorang kekasih . Tidak mungkin pria tampan dan kaya seperti Dewa sendirian tanpa seorang wanita. Sekarang Sarah hanya berharap Dewa tidak menganggu lagi karena mereka sekarang juga sudah sama-sama dewasa. Semua itu adalah masa lalu. Sibuk dengan pikiran yg penuh dengan Dewa yang merupakan CEO di kantornya, akhirnya Sarah tertidur dan bermimpi tentang pria itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN