Dewa kembali mencium bibir Sarah sekilas sebelum duduk disamping gadis itu. Pemuda itu memegang tangan gadis itu dan menaruhnya di kejantanannya. Sarah tersentak kaget ketika merasakan kerasnya milik Dewa. Gadis itu berusaha menarik lengannya tetapi tangan Dewa menahan lengan Sarah.
"Sentuh Ra," ucap Dewa. Sarah akhirnya dengan tangan gemetar menyentuh kejantanan Dewa.
Dewa sedikit tersentak ketika merasakan betapa dinginnya tangan Sarah sewaktu memegang penisnya sedangkan Sarah langsung menarik tangannya ketika merasa Dewa tersentak seakan kesakitan. Tetapi dengan singgap Dewa menahan tangan gadis itu.
"Gak apa-apa Sayang, aku tadi cuma kaget karena tangan kamu dingin sekali,".
"Sentuh lagi Ra, " pinta Dewa.
Sarah dengan masih sedikit ragu kembali menyentuh b***************n Dewa. Dapat dirasakannya p***s pemuda itu yang terasa keras dengan urat-urat yang bertonjolan tetapi sekaligus lembut ketika disentuhnya. Terasa hangat di tangannya. Dengan nalurinya, jemari Sarah mulai mengelus-elus p***s pemuda itu. Sedangkan Dewa mengerang nikmat .
"Aaakkhhh... Iya seperti itu sayang.. aakhh.. terus Yang," erang Dewa seakan menyemangati Sarah.
Mendengar erangan Dewa membuat Sarah semakin bersemangat untuk memberikan kenikmatan kepada pemuda itu.
Sarah juga ingin memberikan kenikmatan seperti yang telah dilakukan oleh Dewa kepadanya tadi. Gadis itu kemudian bangkit dari tidurnya, dengan siku yang menyangga tubuhnya. Dengan berani Lidah Sarah menjulur dan menjilati kepala p***s Dewa yang telah basah karena cairan precum-nya, terasa asin dirasakan oleh Sarah.
"Aaarrggh.. nakal kamu Ra,".
"Terus sayang, isap Yang. Aku mau merasakan hangatnya mulut kamu Ra," Ucap Dewa tangannya memegang kepala gadis itu seakan menuntun gadis itu supaya melakukan apa yang dipintanya.
Sarah akhirnya menuruti kemauan Dewa. Gadis itu membuat lebar-lebar mulutnya mencoba memasukkan p***s Dewa kedalam mulutnya.
Dengan ukuran p***s Dewa yang besar dan panjang gadis sedikit kesusahan bahkan kejantanan
pemuda itu tidak bisa masuk seluruhnya hanya setengah saja.
Dengan nalurinya Sarah mulai mengisap p***s Dewa sambil lidahnya bermain .
"Aaouchh... Jangan kena gigi Ra," ujar Dewa meringis sakit.
Semakin lama Sarah semakin bisa melakukannya, dengan liar gadis itu mulai menjilati batang p***s pemuda itu ke atas dan ke bawah lalu kembali memasukkannya ke dalam mulut dan menghisapnya. Membuat Dewa terus menerus mengerang nikmat.
"Aaakhhh.. pintar mulut kamu Ra,".
Dewa yang merasakan betapa nikmatnya mulut Sarah akhirnya tidak tahan. Segera saja pemuda itu menarik penisnya dari dalam mulut Sarah dan menindih tubuh gadis itu.
"Aku mau merasakan pelepasan di dalam sini Ra," ucap Dewa sambil tangannya mengelus v****a Sarah yang masih basah.
Mendengar ucapan Dewa membuat Sarah memucat ngeri. Gadis itu langsung membayangkan apakah bisa batang Dewa yang besar panjang itu masuk ke dalam vaginanya.
"Wa seperti tidak bisa, punya kamu terlalu besar," ucap Sarah lirih mengungkapkan ketakutan nya.
Dewa tersenyum mendengar ucapan lugu Sarah. Pemuda itu menggesek-gesekkan kepala penisnya di pintu masuk v****a Sarah yang masih rapat karena belum pernah dimasukin. Dewa tahu Sarah masih perawan makanya ia harus pelan-pelan.
"Pasti bisa Yang. Kamu tahan ya Ra. Nanti sakitnya pasti hilang dan kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa," ucap Dewa membujuk Sarah.
Sarah akhirnya hanya pasrah saja. Dengan perlahan kepala p***s Dewa menyeruak masuk . Sarah meringis ketika p***s Dewa masuk semakin dalam. Tangan gadis itu berusaha menahan tubuh Dewa agar tidak semakin masuk.
"Sakit ,Wa .. gak bisa ..," rintih Sarah .
Dewa yang melihat Sarah kesakitan sebenarnya tidak tega tetapi pemuda itu tidak bisa berhenti karena kenikmatan yang didapatnya terlalu sayang untuk dilewatkan. Baru masuk sedikit saja sudah terasa kenikmatan luar biasa apalagi kalau seluruh penisnya tertanam di dalam v****a Sarah.
"Tahan Sarah.. ," ujar Dewa parau lalu pemuda itu mendorong dengan keras pinggulnya hingga penisnya masuk semakin dalam dan menembus selaput dara Sarah.
Gadis itu merintih kesakitan , tubuhnya melenting ke atas seakan ingin melontarkan tubuh Dewa tetapi dengan melengkungnya tubuh Sarah malah semakin membuat kejantanan Dewa masuk semakin dalam sampai mentok.
"Aaakkhh.. sakit Wa.. tolong keluarin...," Rintih Sarah dengan air mata yang telah mengalir membasahi pipinya.
Sarah merasakan begitu perih seakan vaginanya terbelah menjadi dua sedangkan Dewa malah merasakan kenikmatan luar biasa. Penisnya seakan diremas-remas apalagi pemuda itu bisa merasakan ada kedutan-kedutan di dalam v****a Sarah.
"Tahan Ra, sebentar lagi pasti enak," bujuk Dewa. Pemuda itu berusaha mendiamkan sejenak batang penisnya di dalam v****a gadis itu agar Sarah bisa beradaptasi dengan benda asing yang baru pertama kali masuk ke dalam kewanitaannya walau rasanya Dewa ingin segera menggoyangkan pinggulnya menyodok kewanitaan Sarah yang sempit itu.
Beberapa saat kemudian Sarah mulai merasakan sensasi geli dan gatal di vaginanya tanpa sadar gadis itu mulai mengoyang kan pinggulnya. Dewa yang berpengalaman tahu kalau Sarah sudah mulai merasa nikmat langsung saja mengerakkan bokongnya menyodokkan penisnya dengan kuat dan cepat.
"Aaaakhh... Wa.. kenapa begini ... Aaakhh..." Desah Sarah.
"Nikmati saja, aaakkhh.. Yang Sempit sekali kamu.. aakhhhh...".
"Aaakhhh... Dewaaa...," Desah Sarah ketika o*****e nya kembali datang.
"Tunggu aku ... Ra... Aaakkhh.." erang Dewa yg semakin mempercepat genjotannya hingga sesaat kemudian kedua insan tersebut saling mendesah dan mengerang.
Setelah pelepasannya tuntas , Dewa roboh menindih tubuh Sarah. Terdengar suara napas tersengal-sengal di telinga Sarah.
Dewa menyadari tubuhnya yang berat menindih Sarah yang bertubuh mungil membuat akhirnya pemuda itu mengulirkan tubuhnya ke samping gadis itu. Dan menarik tubuh Sarah agar masuk ke pelukan nya.
"Aku mencintaimu," ucap Dewa.
Sarah mengangkat kepalanya dan menatap Dewa. Sambil tersenyum manis.
"Aku juga mencintaimu," sahut Sarah.
Beberapa saat kemudian Dewa melepaskan pelukannya dan bangkit dari kasur. Dilihatnya Sarah yang masih tergolek lemas di atas ranjangnya. Matanya menatap ke s**********n gadis itu mendapati sisa o*****e mereka bercampur dengan darah perawan gadis itu.
Pemuda itu kemudian masuk ke kamar mandi dan mengisi air hangat di bathtub. Setelah menuangkan sabun ke dalam bathtub. Dewa melangkah keluar menuju ke ranjang lalu mengendong tubuh Sarah dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Wa..sakit ," kata Sarah pelan. Gadis itu baru merasakan tubuhnya serasa baru saja kerja berat apalagi daerah kewanitaannya yang terasa ngilu dan perih.
"Mandi air hangat dulu Yang , biar hilang rasa sakitnya," jawab Dewa kemudian memasukkan tubuh Sarah ke dalam bathtub yang telah terisi dengan air hangat.
Sarah langsung mengerang pelan ketika merasa air hangat membuat otot-otot yang kaku menjadi lebih rileks apalagi Dewa ikut memijat pelan tubuh Sarah yang kaku.
"Aku tinggal dulu ya Ra, kamu mandi saja" ucap Dewa yg lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Sarah akhirnya memutuskan untuk berendam dan kemudian mandi dengan bersih. Daerah selangkangannya masih terasa ngilu tetapi gadis itu mengganggap wajar karena kejantanan Dewa yang terlalu besar dan panjang. Memikirkan kejantanan Dewa membuat Sarah merasakan pipinya memerah malu.
setelah selama mandi Sarah memakai jubah mandi yang berada di dalam kamar mandi itu, kemungkinan jubah kepunyaan Dewa karena ukurannya besar sekali. Dengan malu-malu gadis itu keluar dari dalam kamar mandi tetapi tidak mendapati Dewa ada di dalam kamarnya.
Dengan ragu-ragu Sarah akhirnya memutuskan untuk keluar kamar mencari Dewa. Gadis itu mendapati pacarnya itu sedang berdiri di balkon apartemen kelihatannya sedang menelpon.
Sarah melangkah pelan mendekati Dewa dan terdengar sepertinya pemuda itu sedang menelepon seseorang.
Iya aku berhasil , sekarang dia ada di kamar mandi.
Dewa terdiam mendengar perkataan dari seseorang yang berada di telpon
Oke nanti aku kasih bukti. Siapkan saja kuncinya
Dewa tertawa kemudian menyudahi telponnya. Pemuda itu berbalik berniat untuk kembali ke kamar, betapa terkejutnya ia ketika mendapati Sarah berdiri di belakangnya.
"Eh, sudah lama kamu di sana Yang?" Tanya Dewa dengan gugup.
"Baru saja, siapa yang menelepon ?".
"Teman aku, kami lagi ada bisnis," sahut Dewa , menghampiri Sarah dan memeluk tubuh gadis itu.
"Maaf, aku pinjam jubah kamu,".
"Iya gak apa-apa Ra, aku suka melihat kamu pakai jubah mandi aku," .
Dewa lalu mengajak Sarah kembali ke kamar. Setelah pemuda itu mandi . Dewa lalu menyuruh Sarah menelpon orangtuanya karena pemuda itu masih ingin bersama dengan gadis itu.
Sehingga untuk pertama kalinya Sarah berbohong kepada orangtuanya kalau dirinya menginap di rumah Sari sahabatnya padahal kemudian semalaman gadis itu dibuat Dewa merintih dan mendesah. Entah telah beberapa kali o*****e di alami Sarah. Dewa seakan tidak pernah puas menikmati tubuh indahnya Sarah.