Silau matahari menyapa indra penglihatanku. Aku sempat terkesiap bangun takut akan terlambat tiba di kantor. Tapi kemudian aku teringat kalau ini hari sabtu. Ah.. syukurlah.. aku bisa tidur sedikit lebih lama.
Sambil memejamkan mata, aku kembali membayangkan kejadian di kantor polisi.
"Nama saudara?" Tanya salah seorang petugas polisi disana.
"Buana Caspian" Jawab si ganteng.
Ternyata namanya Buana.. Ih ganteng namanya seganteng orangnya.
"Bisa minta KTPnya?" Tanya pak Polisi lagi.
Buana, merogoh dompetnya dan memberikan KTPnya.
"Kalau mbak nya? Namanya siapa dan tolong berikan KTPnya" Polisi itu berbalik bertanya padaku.
"Gahyaka Masayu" Jawabku sambil menyerahkan KTPku.
Kemudian suasana hening sejenak, pak polisi sibuk memproses data kami, sedangkan aku dan Buana tenggelam dalam lamunan kami masing-masing.
Tok.. tok.. tok..
Ketukan pintu kamarku membuat khayalanku buyar. Terdengar suara tante Rahmi di balik pintu.
"Ayu.. sudah bangun belum?"
"Su-sudah tante.." Jawabku sambil buru-buru bangun dan menguncir rambutku dengan asal.
Aku segera membuka pintu, dan menemukan tante Rahmi sudah rapi seakan hendak berpergian.
"Loh sudah rapi tante?" Tanyaku.
"Iya.. tante sama pamanmu mau ke luar kota pagi ini. Paman ada dinas katanya Sekitar semingguan. Kamu nggak apa-apa kan di rumah ini sendirian?"
"Oh gak apa tante.. masih ada bibi kan?" Tanyaku memastikan kalau aku tidak benar-benar sendiri.
"Oh ya tentu saja, masih ada bibi dan pak Tarjo buat nemenin kamu disini. Kamu gak usah khawatir, bahan makanan dan keperluan rumah, kamu tinggal minta saja ke bibi." Jawab tante Rahmi.
"Kalau pak Tanto, ikut tante sama paman ya?" Tanyaku
"Ya iya donk.. pamanmu itu kan gak kuat nyetir terlalu lama" Kata tante yang terlihat sukacita dengan perjalanan ini.
Aku mengangguk mengerti "ok tante.. hati-hati ya tan.. jangan lupa mengabari Ayu ya.."
Aku dan Tante Rahmi turun dari lantai 2, dan menuju ke pintu utama untuk mengantar paman Arkan dan Tante Rahmi.
"Kamu baik-baik di rumah ya Ayu.. kalau kesepian, main ke bos si tetangga aja." Paman terkekeh menggodaku.
"Ih paman apaan sih. Gak minat ah sama orang begitu" Jawabku sambil merengut.
Paman tertawa tergelak kemudian menepuk pundak ku. Aku mengambil tangan paman dan meletakkan tangannya di dahiku, demikian juga tangan tante Rahmi. Demikian mereka berpamitan, bibi kembali ke dapur, dan pak Tarjo membukakan pagar, maka jadilah aku sendiri di rumah ini.
***
Mengisi sabtu-ku, aku mau ngapain ya? Aku bukan orang yang suka ke mall maupun hang out tanpa tujuan yang jelas. Ke mall kalau memang ada yang harus dibeli aja. Tapi sekarang juga sudah gampang beli segalanya online, jadi makin jarang deh ke mall nya.
"Apa nonton drakor aja ya? Eh iya.. ada yang mau aku lakukan dari semalam.." gumamku
Segera aku mengambil smartphone ku, dan mulai browsing 'Buana Kaspian', tidak ditemukan informasi apa-apa. Padahal aku kepo tentang dia, berharap bisa menemukan IG atau FBnya, atau paling gak LinkedIn-nya lah, kecewa!
Eh tetapi ada suggestion 'Buana C. Mahendra' ini kah?
Aku coba klik tautannya, ada beberapa informasi tentang Buana C. Mahendra ini, tapi tidak ada gambar yang memuat wajahnya, hanya muncul beberapa logo perusahaan. Di informasinya pun, berita paling terbaru adalah 3 tahun yang lalu.
Berita lama itu memuat tentang pergerakan Buana C. Mahendra sebagai seorang enterpreneur muda sukses. Bagaimana dia mengawali karirnya sebagai founder sebuah Startup level Cockroach, hingga berubah menjadi level Centaur. Bahkan kalau yang aku tahu, di tahun ini, startup ini baru saja mengubah level menjadi Unicorn. Hhmm.. masa sih orang yang sama? Buana yang terlihat di sini ini orang yang sukses, optimis, dan seabrek pujian lainnya.
Judul berita berikutnya lumayan membuatku syok, 'Pertunangan tertutup Buana C. Mahendra dengan Putri Cassiopeia'. Kayak kenal.. Putri Cassiopeia? dia kan...
Aku klik tautannya, tapi sial, muncul 'link tidak ditemukan'
Putri Cassiopeia? Nama itu tidak asing.. sepertinya aku tahu, tapi dia siapa ya?
Eh 'Buana C. Mahendra', sepertinya orang yang sama dengan pemabuk ganteng yang aku kenal. Dia siapanya pak Adam Mahendra ya? siapanya Pak Bos Andress ya?
Huruf C itu apa seharusnya Caspian ya? kenapa berita tentang dia tidak pernah ada lagi sejak 3 tahun yang lalu?
Aku mulai bertanya-tanya, dan jadi semakin penasaran. Akhirnya aku berencana untuk bertemu lagi dengannya, mencoba menciptakan kesempatan untuk bertemu dengan pemabuk ganteng itu? Alasan apa yang harus aku gunakan?
Sial banget sih kemarin lupa nanya nomor HP nya. Jalan satu-satunya sepertinya aku harus ke rumahnya. Tapi bagaimana tanggapan dia nanti? Kemarin saja begitu dia tahu kalau kami tetanggaan, dia pasang tampang horror banget.
*flashback*
"Ngapain ke sebelah rumah gue?" Tanyanya jutek.
"Mo bersihin got di sebelah rumah lo!" Asal aja aku menjawab karena melihat muka dia yang tiba-tiba menyebalkan.
"Seriusan?" Lah.. kenapa jadi ditanggapi serius sama dia nih?
"Yakalee bambanggg!! Gue mo pulang lah! Tempat tinggal gue di sebelah tempat tinggal lo. Paham?" Jawabku mulai emosi.
"Eh, kok lo tau dimana rumah gue? Jangan - jangan lo paparazi ya?" tuduhnya dengan tatapan curiga.
"Niat ga sih nganterin pulang?" Sebal ih nih orang katrok apa gimana?
"Jawab dulu pertanyaan gue!" Ngotot pula ni orang.
"ya gue pernah dua kali lihat lo di rumah sebelah. Udah jangan tanya lagi. Ayo jalan" Jawabku singkat dan memutus pembicaraan.
Buana hanya diam sejenak kemudian menstarter motornya dan mulai berjalan.
*flashback end*
Ah sebodo amat lah dengan apa tanggapannya, yang penting aku bisa bertemu lagi dengannya demi menjawab kekepoan terdahsyatku tahun ini.
"Hmm tapi bagaimana ya,.. aku harus pakai alasan apa untuk bertemu dia?" Aku mulai pusing memikirkan cara untuk bertemu dia lagi.
Dengan cepat aku kembali mengambil smartphone ku dan melakukan sebuah manggilan.
"Manda.. Apa kabar??" Tanyaku pada orang di seberang, yang tak lain adalah Manda sahabatku sejak kuliah. Sayang setelah kami lulus kuliah, Manda pindah ke Makassar mengikuti suaminya yang bertugas di sana.
"Ayu!! Apa kabar?? Sombong banget ih" Jawab Manda.
"Nah kan, ditanyain kabar, malah nanya balik!" Sungutku.
"Hehehe.. Aku alhamdulilah baik Yu.. Kamu pasti baik juga kan?" Tebak Manda. Aku tahu dia pasti senang karena kami bisa berkomunikasi lagi.
"Aman terkendali, Nda..!"
"Tumben nih nelpon?"
"Mo curhat, Nda!"
"Curhat apa lagi? Pasti soal cowok kan?" Manda memang paling tahu kalau yang begian.
"Kayak cenayang, kamu Nda. Eh tapi bener sih.." Jawabku sambil cengengesan walaupun aku yakin Manda tak bisa melihat ekspresiku.
"Yaelah.. lagian nih ya, aku aja udah nikah setahun, kamu malah pacar aja nggak punya. Siapa lagi kali ini korban kamu, Yu?"
"Ish Manda! berasa kayak aku penjahat aja" Aku mencoba merajuk yang dibalas dengan tawa renyah Manda.
"Siapa dia?" Tembak Manda begitu menyelesaikan tawa-nya.
Aku menceritakan bagaimana pertemuanku dengan Buana semalam, membuat Manda terkejut.
"Astagahh.. syukur banget ya ada dia, Yu. Kamu juga jangan pulang malam lagi lah!" Omelan Manda kali ini cukup panjang.
"Iya.. tobat lembur deh kalo begini. Eh.. beteweh, kasih ide donk, aku mo pdkt-in mamas ganteng itu!" Jelas-ku menuju ke inti tujuanku menghubungi sahabatku ini.
"Tumben-tumbenan kamu agresif begini, Yu?" Tanya Manda keheranan.
Sebenarnya memang Manda patut heran sih, karena aku selama ini selalu menghindari relasi khusus dengan mahkluk yang bernama laki-laki. Tak heran jika aku seumur hidup ini selalu jomblo. Aku sendiri lupa alasannya kenapa aku menghindari lelaki.
"Nggak tau Nda.. penasaran aja sama yang satu ini. Pengen kenal dekat gitu." Jawabku ragu.
"Kamu sudah nggak trauma lagi?" Tanya Manda hati-hati.
"Aku sudah bisa mengatasinya, Nda. Tapi masih cukup takut untuk memulai" Trauma karena kejadian saat remaja memang masih membekas dalam ingatanku. Tapi aku berusaha keras mengenyahkan rasa itu dari pikiranku.
"Kalau gitu, kamu harus sedikit tidak tahu malu untuk mendekati lelaki itu." Saran Manda.
Kami masih melanjutkan obrolan kami hingga aku akhirnya mendapatkan pencerahan untuk apa yang akan aku lakukan nanti.
#Next Part ya..
NB :
Level startup yang author ada 6 ya ges.. berikut mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi.
1. Startup Cockroach
Level valuasi
2. Startup Pony
Level valuasi > 10.000.000 USD ~ 100.000.000 USD
3. Startup Centaur
Level valuasi > 100.000.000 USD ~ 1.000.000.000 USD
4. Startup Unicorn
Level valuasi > 1.000.000.000 USD ~ 10.000.000.000 USD
5. Startup Decacorn
Level valuasi > 10.000.000.000 USD ~ 100.000.000.000 USD
6. Startup Hectocorn
Level valuasi > 100.000.000.000 USD
Untuk lebih jelasnya kalian bisa browsing aja sendiri ya.. ilmunya author juga masih minim. oke oke?