25. Pertimbangan

1287 Kata

pov Masayu Hah? yang benar aja mas Buana ngajakin nikah? kesambet apa nih orang? Buru-buru aku bangun dari pelukannya dan mulai duduk tegak dengan tegang. "Ni.. nikah mas?" aku bertanya dengan gugup. "Iya, Ay.. kamu mau kan?" Buana menatapku lembut sembari menanti jawaban dariku. Aku speechless gaes! Benar-benar nggak tahu mau jawab apa. Padahal tadi pagi sudah galau banget gegara pertanyaan 'kapan nikah'-nya ibu. Eh, sore ini, udah diajak nikah aja. "Kapan mas?" Benar-benar aku menantikan jawaban atas pertanyaan ini. Aku yakin pipiku sudah memerah saat ini. Apalagi mas Buana terus-terusan menggodaku. "Ya secepatnya juga oke. Hanya saja.." Aku menaikkan salah satu alisku sambil menunggu kalimat Buana selanjutnya. "Kita baru jadian bentar banget loh, Ay.. kamu beneran mau nikah sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN