Pov Buana. Sebenarnya apa salahku? dari tadi dijutekin gadis ini. Ditanyain baik-baik, ga kasih jawaban yang pasti, malah sampai bilang kalau ada kemungkinan putus. Emangnya dia beneran mau putus ya? Pikiranku bercabang walaupun aku duduk di sofa sambil memangku notebook. Kerjaanku sebenarnya banyak yang harus diselesaikan, hanya saja semalam Paman Arkan menghubungiku untuk minta tolong mengantarkan tante Rahmi pagi ini. Sebenarnya aku senang karena ada alasan untuk bertemu Ayu lagi, sehingga aku sempatkan untuk mengantar tante Rahmi ke panti di tengah kesibukanku. Niatnya sih kalau pusing karena kerjaan, lihat Ayu akan lebih lega. Eh, ternyata sama saja, dijutekin Ayu juga. Karena Ayu memilih untuk mengurung diri di kamar, aku hanya bisa menunggunya di luar sambil membuka notebook dan

