#Ganesha Ponsel di atas meja berdering cukup panjang ketika saya sedang berada di ruang lukis. Saya sedang menata lukisan wajah Aira dalam berbagai rona. Sudah ada sepuluh lukisan yang mewakili pribadi Aira di mata saya. Bila sedang berada di ruangan ini membuat saya jadi lupa waktu dan lupa segalanya, karena yang ada dalam memori saya hanyalah Aira. Dering ponsel masih belum berhenti juga. Sepertinya benar-benar penting karena meski tak saya hiraukan si penelepon masih tetap berusaha sampai teleponnya dijawab. Akhirnya dengan berat hati saya harus angkat kaki dari ruang lukis ke tempat saya meletakkan ponsel sebelum masuk ke ruang lukis. "Tante Meidina," ucap saya lirih saat melihat foto profil penelepon yang tampil di layar ponsel. "Maaf, Tante. Saya dari ruangan lain. Handphone

