Feelings 40

1629 Kata

#Danendra  “Aku ke kelasnya Aira dulu, ya, Pa,” ucap gue pada Bokap.  “Jangan bilang kamu lagi nyari perlindungan sama Aira,” sindir Bokap.  “Nggak,” jawab gue sambil nyengir b**o.  “Jangan kabur! Dari sini langsung pulang ke rumah sama Papa.”  “Iya, Pa.”  Bokap lalu mengikuti langkah gue menuju kelas Aira. Tadi di kantin cewek itu kayak nggak semangat ngapa-ngapain. Makan roti bakar aja kayak ogah-ogahan gitu. Padahal kata Zara belum sarapan.  Dari koridor yang sedang gue lewati sekarang Aira nampak duduk sendirian di kursi stainless depan kelasnya. Saat langkah gue hampir mendekat ke arahnya Aira mengangkat kepalanya yang tertunduk menghadap lantai.  “Belum keluar Bokap lo?” tanya gue setelah sampai di depan Aira.  Aira menggeleng lemah. “Udah terima raport?” tanya dia balik. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN