Yes I do

3627 Kata

Aku membiarkan Floch mengatakan semua hal yang memang dia simpan. Kubiarkan dia berkata semaunya, hingga pada akhirnya terciptalah sebuah jeda yang lumayan Panjang diantara kami. Sejenis jeda canggung yang lumayan menegangkan. Aku menyadari bahwa pembicaraan ini tidak akan pernah selesai bila kami berdua terus keras kepala. Setelahnya aku hanya menghembuskan napasku secara perlahan. Aku harap pria yang aku usir disana tidak menguping, meskipun rasanya itu mustahil mengingat aku sangat hafal perangai dia. Dia mungkin hanya berpura-pura tidak mendengarkan kami, dan alasan mengapa dia tidak datang lagi diantara aku dan Floch bisa jadi karena kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakan? Atau dia lebih memilih menilai situasi menjadi seorang pengamat sebelum memutuskan untuk bergabung dalam perdebat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN