Boldline

3632 Kata

“Boleh aku duduk disampingmu?” agak mengejutkan mendengar Sir Barra menggunakan kata ganti aku. Seingatku pria itu masih menggunakan kata saya di saat pesta. Sesuatu yang tidak terduga seperti ini membuatku sedikit banyak menaruh rasa heran padanya. Terlebih dari tindak tanduknya juga. Pria itu juga menyimpan dua kaleng minuman dingin diatas meja. Itu mengejutkan, saat aku mendapatkan sebuah perhatian yang menurutku terlalu berlebihan untuk sekadar rekan kerja. “Tanpa bertanya pun anda sudah melakukannya bukan?” aku hanya meladeninya seperti biasa. Karena memang bagiku porsinya adalah dia adalah rekan kerja. “Aku sudah menerima proposal yang kau janjikan. Semuanya sangat mengagumkan dan detail. Tentu saja aku akan bersedia bekerja sama denganmu,” dia memulai lagi topik yang baru. Dan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN