Kepergok

2104 Kata

Entah sudah berapa banyak waktu yang telah kami habiskan. Kamar ini sudah menjadi saksi bisu atas pertarungan hebat kami berdua. Suasana yang temaram ini beberapa saat yang lalu hanya diisi oleh suara napas kami yang terengah. Sungguh berat hanya untuk meraup oksigen setelah pergulatan Panjang. Aku bergidik saat pria itu mengambil miliknya dariku. Kembali pada posisi normalnya. Ini mungkin akan menjadi yang terakhir aku memang tahu bahwa dia memiliki stamina yang luar biasa. Tapi permainan itu kurasa sudah cukup. Aku tidak akan sanggup bila kembali berulang lagi. Aku sendiri bahkan tidak tahu permainan ini yang keberapa. Otakku tidak bisa aku gunakan untuk menghitung sama sekali. Semuanya kosong melompong. “b******k, kau bisa jadi sehebat itu, Adrien.” Kataku berkomentar. Pria itu hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN