"Kita selalu saja dihadapkan pada kenyataan yang menggores perih, menebalkan kecewa, membelenggu patah, memperbesar luka, bahkan mungkin membunuh hati. Ini bukan tentang siapa yang mengobati, tapi siapa yang rela masih tetap ada meski luka semakin besar dia berusaha menemani luka itu sampai mengering. " *** "Yang dilakuin oleh dua orang makhluk saat berlibur bersama, " ungkap Shinta memancing. Bimo mendengar semua ucapan Shinta karena tidak sengaja mengambil makanan di dekat tempat Anin berdiri. "Aelah Nin, paling minta tolong sama Bang Rimba beli seblak. Udah gak usah terlalu didengarin, " ucap Bimo mencoba tersenyum kepada Shinta. Anin melihat ke arah Rimba, dari tatapannya terlihat jelas bahwa dia mengatakan melalui pancaran mata, bahwa Rimba hutang penjelasan padanya. "Itu

