Posisi Untuk Sang Mantan

1226 Kata

Aku sedikit heran saat melihat ruangan Mas Harris tampak kosong, tak ada sosok Mas Harris di dalam ruangan tersebut. Padahal aku sudah merasa cukup lama berada di restoran tadi, kupikir Mas Harris sudah kembali ke ruangannya usai menemui pembeli naratama beberapa saat lalu. Tapi sepertinya pertemuannya dengan pembeli kelas platinum itu belum selesai. “Bu Dewi.” Sebuah suara menyentakku dari lamunan, aku pun berbalik menatap ke arah pintu masuk ruang CEO. Di sana seorang wanita berdiri dengan senyum sopannya. “Ya, ada yang bisa saya bantu?” tanyaku. “Ini ada berkas yang harus ditinjau lagi sama Pak Harris,” cakap si perempuan, yang kuketahui berasal dari bagian pemasaran. “Tapi sepertinya Pak Harris enggak ada di ruangannya, ya?” tanya perempuan itu, matanya tampak menelisik ke dalam. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN