“Enggak nyangka kita bisa ketemu lagi, ya,” kata seorang laki-laki dari arah belakangku. Aku yang baru keluar dari toilet sontak menoleh. “Eh, Kak Steven,” lirihku, senyumku terukir ramah padanya. “Kalau kamu belum nikah, pasti aku bakal bilang kalau mungkin kita jodoh, karena kita secara kebetulan udah tiga kali ketemu,” katanya. “Tiga kali?” Aku mengernyit. “Seingatku kita baru bertemu dua kali. Pertama kali di parkiran hotel waktu reuni SMA Theia, dan kedua di sini, di restoran ini,” cakapku. Kak Steven tersenyum mendengarnya. “Kamu mungkin lupa kalau malam itu kita pernah ketemu di taman hotel. Itu pertemuan pertama kita,” ungkapnya. “Taman hotel?” “Iya. Taman hotel di malam reuni SMA Theia. Kamu pakai gaun mewah berwarna biru langit dengan perpaduan semburat putih. Karena gaun

