Tangan Harris terulur setelah pintu mobil dibuka oleh Dewi dari dalam. Sesaat tangan itu tampak menganggur di udara, seolah Dewi tak akan pernah menerima uluran tangan tersebut. Tapi, melihat ada beberapa wartawan yang memotret. Dewi langsung mengubah suasana hatinya. Dengan cepat dia berkamuflase. Tangannya pun seketika menyambut uluran tangan Harris, lalu melangkah keluar dari dalam mobil dengan gaya anggunnya. “Wah, dia istrinya Pak Harris, ya? Cantik banget.” Bisik-bisik para tamu undangan mulai terdengar saat Dewi dan Harris memasuki gedung aula pesta. “Dia bener-bener kayak cinderella di negeri dongeng, beruntung banget bisa dapetin Pak Harris yang kaya raya,” bisik tamu lainnya. Dewi tersenyum kecut mendengar perkataan itu. Sebisa mungkin dia menahan diri agar tidak membal

