Maafkan Aku, Istriku. Semua Ini Salahmu

1188 Kata

Dewi tersentak dari alam bawah sadarnya. Entah mimpi apa yang telah membuatnya bangun dengan napas terengah-engah. Sejenak dia menatap ibunya yang tampak tertidur nyenyak. Senyum Dewi terukir, dia mengusap pelan punggung tangan ibunya, lalu beranjak dari sisi ranjang. Saat hendak keluar dari dalam kamar rawat, sesaat Dewi memandang Riyo, senang rasanya melihat adiknya itu terlihat tenang dalam tidurnya. Tak ada lagi beban yang tergores di wajah Riyo. Puas memandang adiknya, Dewi kembali melangkah, dia keluar dari dalam kamar rawat itu. Suasana di luar kamar rawat tampak sunyi dan sepi. Tak ada suara apa pun, selain bunyi-bunyi alat medis dan beberapa dokter serta perawat yang berjaga malam. Dewi berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sekilas dia tersenyum saat melewati para tenaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN