Steven menghela napasnya berat saat mendapati rumah Dewi tampak kosong. Beberapa kali dia sudah mengetuk pintu rumah itu, tapi tak ada jawaban apa pun dari dalam sana. Setelah hampir satu jam menunggu di teras rumah, Steven akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun, saat dia hendak melangkah menuju mobilnya, sebuah taksi berhenti di halaman rumah Dewi. Tak lama setelah taksi itu berhenti, sosok Dewi muncul dari dalam taksi tersebut. “Makasih ya, Pak,” ucap Dewi. Taksi itu membunyikan klaksonnya sekali, kemudian melaju pergi. “Kak Steven?” Dewi cukup kaget mendapati Steven ada di halaman rumahnya. Pria itu sama sekali tidak memberinya kabar jika akan datang berkunjung. “Pas banget, ya. Padahal baru aja aku mau pergi, untung tadi aku enggak buru-buru pergi,” tutur Steven, senyu

