56

1130 Kata

“SANDI, AWAS!” jerit Chaca.   Sandi tak bisa mengelak, tabrakan tak bisa dihindari. Mobil yang dikendarai Sandi dan Chaca bahkan terlempar beberapa meter dari tempatnya berada.   Banyak pengendara yang berhenti, tubuh Chaca terasa sangat ngilu.   Kemeja putih Sandi kini berwarna merah dibeberapa bagian. Mata Chaca masih terbuka tapi tidak dengan Sandi.   Nafas Chaca terasa sangat berat, tubuhnya lemas. Ingin sekali ia berteriak meminta tolong, bahkan untuk menangis saja Chaca tak mampu. Tubuhnya benar-benar mati rasa.   Chaca memalingkan wajahnya kearah jalanan. Hujan semakin deras, Chaca sudah tak memikirkan bajunya yang basah.   Gadis itu benar-benar khawatir dengan kondisi Sandi, cowok itu tetap saja memajamkan matanya dengan wajah penuh darah.   Dengan mata yang semakin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN