masih bisa memberikannya

834 Kata

Air mata mengiringi nasehat – nasehat yang diberikan pada sang adik ipar yang sedang kalut ini. Ingatan tentang bagaimana dia memperlakukan Ana membuat Air mata Bu Rina tak mampu dibendung lagi. “ Ajenk, mbak dulu salah dalam melangkah, mbak nggak mau dianggap ibu tiri yang membedakan anak kandung dan tiri , mbak justru mengabaikan Ana. Dan melihat Ana memilih lebih dekat dan terbuka dengan neneknya itu sangat menyakitkan “ melihat kakak iparnya yang berderai air mata , angan Ajenkpun melayang jauh membayangkan itu terjadi juga pada anaknya. Anak dalam kandungannya ini tetaplah anaknya, hasil perbuatannya sendiri , buah cintanya dengan sang suami. Tak adil jika dia harus mementingkan anak pertamanya dan mengabaikan calon anak keduanya. Sedikit demi sedikit hati Ajenk mulai terbuka dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN