Setelah menghubungi Toni, Briyan kini sedang mencoba menghibur Sinta yang masih terisak , Sock pasti kini sedang dirasakan Sinta. Bagaimana tidak , sang ibu yang awalnya baik – baik saja dan mendadak mengalami sesak napas. “ Sin, sabar ya , ibu pasti baik-baik saja kita doakan sama-sama “ Sinta hanya bisa mengangguk menyetujui “ Mas , aku lupa belum mengabari kak Toni” Sinta merogoh ponsel di dalam tasnya. “ Aku sudah menghubunginya, mereka sedang menuju kemari” “ Terima kasih ya mas” “ Hemmm, sekarang kamu tenang ya” Sinta kembali mengangguk. Melihat Sinta yang menunduk tetap dengan isakan lemahnya, merasa tak tega Briyan Memberanikan diri menawarkan bahunya untuk Sinta menyandarkan kepalanya. Dalam keadaan seperti ini sifat jaimnya sedikit melemah, Sinta tak bisa menolak tawara

