Di depan perusahaan yang belum mempunyai nama tersebutlah kini Raka dan Toni berada, sedari lama Toni selalu menyarankan agar Raka segera memberikan perusahaan ini sebuah nama tapi selalu tidak ditanggapi oleh Raka. Bukan tak mau tapi Raka maksud sendiri dibalik itu semua. “ Ka sebenarnya nanti agenda kita disini apa sih ? “ Jujur sampai sekarang Toni belum mengetahui maksud dan tujuan Raka mengajak dia berkunjung kesini, tak seperti biasa apapun yang akan dikerjakan Raka yang berhubungan dengan pekerjaan selalu diagendakan dengan baik , tapi kali ini beda bahkan Raka tak memberitahukan apa tujuannya kesini. “ Kita meninjau biasa saja” jawaban enteng yang keluar dari mulut Raka. ‘ Ha biasa saja ? Apa maksudnya biasanya saja selalu terinci . Terus dokumen apa yang akan di bawa Mila

