75. Keras Kepala

1053 Kata

"A-apa? Kamu barusan bilang apa?" "Saya bilang saya jatuh cinta sama Mas, dan Mas nggak berhak ngatur perasaan saya!" Napas Liam putus-putus, terengah seolah baru saja berlari puluhan kilo. Jelas nyatanya tidak, tapi deru napas pria itu benar-benar seolah menunjukan Liam memang habis melakukannya. Tatapan Liam yang tadinya terkunci pada Gwen diakhiri dengan melempar pandangannya ke arah lain, kedua tangan pria itu sudah berada di sisi pinggang, bertumpu di sana seolah kalau Liam tidak melakukannya pria itu akan roboh. "Nggak, nggak. Kamu nggak boleh. Kamu nggak boleh punya perasaan itu ke saya, Gwen. Cepat tarik ucapan kamu itu." Liam menggeleng, menggunakan satu tangannya untuk mengibas di depan wajahnya sendiri. Di todong seperti itu Gwen jelas tidak terima, dahi gadis itu bertumpuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN