Semalaman kemarin Liam hampir tidak bisa tidur. Semua kalimat Sakti seolah berputar di kepalanya tak mau diam. Meski memaksa, dan meski di dalam obat yang Liam konsumsi ada efek mengantuknya, nyatanya Liam tetap sulit untuk mengistirahatkan pikirannya. Pada akhirnya, baru sekitar pukul 4 pagi Liam benar-benar lupa apa yang terakhir kali dia pikirkan. "Aarghh..." Liam meringis ketika berusaha bangun. Kepala pria itu berdenyut, terasa sekali kalau tidurnya tidak berkualitas. Yah, tapi itu lebih baik dibanding tidak tidur sama sekali. Melirik jam di atas nakas, waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi. Itu berarti Liam hanya tidur selama 3 jam. Lumayan, lagi-lagi. Toh Liam pernah tidak tidur sama sekali. Pria itu kemudian beranjak dari tempat tidurnya, masuk ke dalam kamar mandi hanya untuk cuc

