"Gimana short holiday-nya?" Hal pertama yang Erick tanyakan ketika bertemu Liam di rumah sakit tentu saja itu. Sebab kalau soal kondisi Liam, Erick bisa membaca dari hasil pemeriksaan medisnya. "Ya nggak gimana-gimana. Gue sama Gwen cuma libur 2 hari karena hari senin sampai full seminggu ke depan udah harus terbang ke Korea." "Gwen nggak bilang apa-apa soal lo yang mabuk kemarinnya itu?" "Menurut lo?" "Dia marah?" "Marahlah. Gila sih, menurut gue Gwen tuh serem juga kalau marah tahu." "Hah? Serem gimana? Perasaan sebelumnya juga Gwen beberapa kali marah sama lo, tapi kelihatannya lo biasa aja." Ah, benar juga. Kepala Liam bergerak miring, terlihat berpikir. "Hm... vibes-nya istri tuh beda lho. Coba deh cari istri sana, terus bikin dia marah, pasti lo juga bakal takut." Dahi Erick

